Kinerja Operasional Grup Merdeka pada Tahun 2025
Grup Merdeka, yang terdiri dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), telah menunjukkan kinerja operasional yang solid pada tahun 2025. Hal ini didorong oleh berbagai proyek yang sedang dalam proses pengembangan dan peningkatan produksi di sektor emas, tembaga, serta nikel.
Di segmen emas, Tambang Emas Tujuh Bukit (TB Gold) yang dikelola oleh MDKA berhasil mencatatkan produksi sebesar 103.156 ounces sepanjang tahun buku 2025. Capaian ini didukung oleh kinerja penambangan yang konsisten, optimalisasi armada, dan disiplin operasional. Penjualan emas MDKA pada 2025 mencapai 104.168 ounces dengan harga jual rata-rata US$ 3.138 per ons, meningkat sebesar 32% year on year (yoy). Peningkatan ini memberikan kontribusi positif terhadap margin dan arus kas perusahaan.
Sementara itu, Tambang Emas Pani (Pani) yang dioperasikan oleh EMAS telah melalui serangkaian proses commissioning pada kuartal IV-2025. Proses ini mencakup kegiatan penambangan, penghancuran bijih, serta penumpukan bijih hasil penghancuran di area heap leach pad. Selain itu, proses commissioning fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR) juga berjalan sesuai rencana. Dengan demikian, Pani siap memasuki tahap irigasi dan akan mulai memproduksi emas perdana pada kuartal I-2026.
Di segmen tembaga, Tambang Tembaga Wetar yang dikelola oleh MDKA mencatatkan produksi sebesar 10.454 ton sepanjang 2025. Untuk mendukung pengembangan proyek Tembaga Tujuh Bukit, MDKA telah menyusun perencanaan tambang terintegrasi, program metalurgi, serta optimalisasi proses pengolahan.
Peningkatan Produksi Nikel
Di segmen nikel, Tambang Nikel Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) yang dikelola oleh MBMA mencatatkan lonjakan produksi bijih nikel saprolit sebesar 42% yoy menjadi 7 juta wet metric tonnes (wmt) pada 2025. Produksi bijih limonit juga meningkat sebesar 45% yoy menjadi 14,7 juta wmt. Fasilitas pengolahan hilir MBMA, termasuk proyek NPI, AIM, dan HPAL, terus berkembang sesuai rencana. Hal ini memperkuat posisi terintegrasi Grup Merdeka dalam rantai nilai bahan baku baterai serta mendukung peran Indonesia dalam transisi energi global.
Target Produksi pada Tahun 2026
Memasuki 2026, Grup Merdeka menargetkan produksi emas sekitar 180.000–205.000 ounces dengan status menunggu persetujuan RKAB 2026. Target ini ditopang oleh kontribusi Tambang Emas Pani milik EMAS serta produksi berkelanjutan dari Tujuh Bukit. Melalui MBMA, Grup Merdeka juga menargetkan produksi 8 juta–10 juta wmt saprolit dan 20 juta–25 juta wmt limonit dengan status menunggu persetujuan RKAB. Target ini bertujuan untuk mendukung peningkatan skala, arus kas, dan ketahanan laba.
Perkiraan dan Rekomendasi Analis
Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Albert Saputro menyatakan bahwa 2025 merupakan tahun pelaksanaan yang disiplin dan pencapaian yang solid bagi Grup Merdeka. Dengan Tambang Emas Pani yang semakin dekat dengan produksi perdana, kinerja berkelanjutan di Tambang Tujuh Bukit, serta peningkatan skala bisnis nikel, Merdeka berada pada posisi yang kuat untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menilai bahwa peluang emiten-emiten Grup Merdeka untuk mencetak kinerja lebih baik pada 2026 cukup terbuka berkat peningkatan volume produksi. Tambang Emas Pani berpotensi menjadi game changer yang membuat produksi emas Grup Merdeka naik dua kali lipat. Namun, risiko penundaan eksekusi dan tingginya leverage tetap menjadi perhatian utama.
Secara terpisah, Chief Executive Officer Edvisor Provina Visindo Praska Putrantyo menilai bahwa produksi emas perdana Tambang Emas Pani yang diprediksi dimulai pada kuartal I-2026 berpeluang menjadi katalis positif bagi Grup Merdeka. Namun, harga emas sedang dalam fase koreksi, sehingga ada kekhawatiran margin profitabilitas tertekan terutama untuk MDKA dan EMAS.
Rekomendasi Investasi
Praska merekomendasikan investor untuk melakukan trading buy saham MDKA dengan target harga di level Rp 3.970 per saham. Saham MBMA turut direkomendasikan beli dengan target harga sekitar Rp 900 per saham. Adapun saham EMAS direkomendasikan speculative buy dengan target harga di level Rp 6.600 per saham.
Di lain pihak, Wafi merekomendasikan hold saham MDKA dan MBMA dengan target harga masing-masing di level Rp 2.900 per saham dan Rp 680 per saham.







