Rekor Tandang Persebaya Surabaya yang Membuat Bonek Percaya Diri
Rekor tandang Persebaya Surabaya menjadi salah satu hal yang membuat para suporter, atau yang dikenal sebagai Bonek, merasa lebih tenang saat tim kesayangan mereka bermain di luar kandang. Koleksi 17 poin dari 10 pertandingan away musim ini membuktikan bahwa Green Force mampu tampil stabil dan kompetitif meski tidak berada di kandang sendiri.
Pekan ke-22 Super League 2025/2026 akan menjadi tantangan baru bagi Persebaya Surabaya. Kali ini, mereka akan bertandang ke markas Persijap Jepara dengan misi untuk bangkit setelah hasil kurang memuaskan di kandang sendiri. Di pekan ke-21, skuad asuhan Bernardo Tavares harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC di Gelora Bung Tomo. Kekalahan itu sempat membuat atmosfer sedikit muram, apalagi terjadi di depan publik sendiri.
Namun, ada satu fakta unik yang membuat optimisme kembali menguat jelang lawatan ke Jepara. Persebaya Surabaya justru tampil lebih menggila saat bermain jauh dari Surabaya. Dari 10 pertandingan tandang yang sudah dijalani musim ini, Persebaya mencatatkan empat kemenangan, lima hasil imbang, dan hanya satu kekalahan. Produktivitas gol memang tidak terlalu tinggi dengan 12 gol, tetapi lini belakang tampil solid dengan hanya enam kali kebobolan.
Selisih gol surplus enam menjadi bukti efektivitas permainan Green Force saat away. Total 17 poin pun terkumpul, angka yang membuat posisi mereka tetap kompetitif di papan klasemen. Statistik tersebut membuat Bonek punya alasan untuk lebih santai setiap kali Persebaya Surabaya bermain tandang.
Bahkan, muncul guyonan khas yang menggambarkan betapa percayanya mereka terhadap mode away tim kesayangan. “Lek mode away ditinggal turu karo mangan soto menang dewe,” ujar salah satu Bonek. Kalimat itu langsung ramai dibagikan, menjadi simbol kepercayaan penuh terhadap performa tandang Persebaya Surabaya.
Optimisme juga disertai dorongan agar tim segera bangkit setelah kekalahan di kandang. “Ayo comeback o mosok laga kandang kalah, lak tandang menang, ga sakno seng budal ndukung nak gbt ta, ayoo comeback o jollll????,” ujar salah satu Bonek. Sebagian suporter bahkan menyebut ada transformasi khusus setiap kali Persebaya Surabaya keluar kota. “Mode away:????????,” ujar salah satu Bonek singkat, tapi penuh makna.
Keyakinan menghadapi Persijap Jepara juga terasa kuat di kalangan pendukung. “Fix menang vs persijap,soale mode away????????????,” ujar salah satu Bonek. Harapan menang tak sekadar soal tren statistik, tetapi juga dorongan untuk menebus hasil sebelumnya. “Lawan Persijap jepara harus menang lagi, tembusin kekalahan kemarin lawan Bhayangkara FC,” ujar salah satu Bonek.
Pelatih Bernardo Tavares pun menunjukkan sikap sportif usai kekalahan dari Bhayangkara FC. Ia tidak mencari alasan dan mengakui lawan tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. “Selamat kepada Bhayangkara atas hasil ini. Mereka tidak memiliki banyak peluang, tetapi mampu memaksimalkan momen yang ada. Kami sedikit lengah pada situasi krusial dan itu menjadi pembeda,” ujar Tavares.
Pelatih asal Portugal itu tetap melihat sisi positif dari perjuangan anak asuhnya. Ia menilai karakter tim tetap terjaga, terutama setelah turun minum. “Para pemain sudah berjuang maksimal dan menunjukkan karakter. Dalam sepakbola, situasi seperti ini harus diterima dengan lapang dada,” jelasnya.
Tavares tidak ingin timnya larut dalam kekecewaan terlalu lama. Fokus langsung dialihkan ke laga berikutnya yang tak kalah penting. “Kami harus segera bangkit, melupakan hasil ini, dan mengalihkan fokus untuk meraih kemenangan pada pertandingan berikutnya,” tegasnya.
Laga melawan Persijap Jepara pun menjadi momentum pembuktian konsistensi rekor tandang Persebaya Surabaya. Statistik 17 poin dari 10 laga tentu bukan angka kebetulan. Kedisiplinan lini belakang yang baru kebobolan enam gol menjadi fondasi utama kekuatan tandang mereka. Ketika lini depan mampu memanfaatkan peluang dengan efektif, Persebaya Surabaya terlihat sangat sulit dikalahkan di luar kandang.
Mentalitas bertanding juga menjadi pembeda saat bermain tandang. Tekanan publik lawan justru seperti memantik fokus dan determinasi para pemain Green Force. Kini, semua mata tertuju pada apakah mode away benar-benar kembali aktif di Jepara. Bonek sudah menyiapkan kopi, harapan, dan doa agar tren positif terus berlanjut.
Jika statistik berbicara, Persebaya Surabaya punya modal kuat untuk mencuri poin penuh. Tinggal bagaimana skuad Bernardo Tavares menjaga konsentrasi dan memanfaatkan setiap momen krusial. Rekor tandang Persebaya Surabaya bukan sekadar angka, tetapi cerminan mental baja saat jauh dari rumah. Bila konsistensi terjaga, bukan tidak mungkin 17 poin itu akan terus bertambah dan membuat Bonek makin santai setiap kali timnya bermain away.







