Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Guru SD di Kartasura Jadi Tersangka Intip Rok SPG Sami Luwes

    27 Juni 2026

    Kalender Liturgi Katolik 26 Juni 2026, Pekan XII Tahun A

    27 Juni 2026

    Hasil Piala Dunia 2026: Jerman Kalah, Apa Selanjutnya?

    27 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 27 Juni 2026
    Trending
    • Guru SD di Kartasura Jadi Tersangka Intip Rok SPG Sami Luwes
    • Kalender Liturgi Katolik 26 Juni 2026, Pekan XII Tahun A
    • Hasil Piala Dunia 2026: Jerman Kalah, Apa Selanjutnya?
    • Pilkades Kota Batu 2027, Komisi A DPRD Mulai Persiapkan Regulasi dan Anggaran
    • Libur Sekolah Tiba, Ajak Anak Eksplorasi Tanpa Khawatir dengan Cara Ini
    • Belanja APBD Tojo Una Una 2026 Capai 57 Persen, Melebihi Batas Ideal Pemerintah
    • Jadwal Padat PSMS Medan: Fokus Promosi ke Liga 1
    • Pemkab Empat Lawang Lantik Pejabat, Bupati Joncik Pimpin Sumpah
    • Jatim Terpopuler: Kantor Bea Cukai Juanda Digeledah Polisi, Isu Kursi SPMB Hilang
    • Dugaan Suap dalam Kasus Nikita Mirzani, Rieke Diah Pitaloka Sebut Ada Paket Kilat, Minta Penyelidikan Dilanjutkan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Rupiah Tembus Rp17.800, Apakah Kembali ke Krisis 1998?

    Rupiah Tembus Rp17.800, Apakah Kembali ke Krisis 1998?

    adm_imradm_imr7 Juni 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perbandingan Pelemahan Rupiah Saat Ini dengan Krisis 1997–1998

    Nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir terus mengalami pelemahan, bahkan sempat menyentuh level terendah sekitar Rp17.885 per dolar AS. Pelemahan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Berdasarkan data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, rupiah berada di level Rp17.839 per dolar AS, melemah 34 poin dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya.

    Lalu, apakah pelemahan rupiah saat ini memiliki kemiripan dengan krisis nilai tukar rupiah pada periode 1997–1998?

    1. Rupiah Tertekan, Tapi Jauh dari Kondisi Krisis 1998

    Berdasarkan bahan paparan berjudul “Depresiasi Rupiah dengan Implikasi Moneter, Fiskal, dan Kesejahteraan Masyarakat” yang ditulis oleh Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, disebutkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini sangat berbeda dibandingkan periode krisis hampir tiga dekade lalu.

    Meskipun rupiah terus berada di bawah tekanan, skala pelemahan yang terjadi saat ini masih jauh dari kondisi krisis 1998. Pada awal 1997, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp2.400 per dolar AS, kemudian melemah menjadi Rp10.000 per dolar AS pada Mei 1998, dan mencapai Rp16.800 per dolar AS pada Juni 1998. Kondisi tersebut membuat rupiah kehilangan sekitar 76 persen nilainya.

    Sebaliknya, rupiah saat ini melemah dari sekitar Rp16.100 per dolar AS pada awal 2025 menjadi sekitar Rp17.700 per dolar AS pada Mei 2026, atau terdepresiasi sekitar 9 persen. Jika kurs Rp10.000 per dolar AS pada Mei 1998 disesuaikan dengan selisih inflasi Indonesia dan Amerika Serikat hingga 2026, nilainya setara sekitar Rp33.000 per dolar AS. Dengan demikian, posisi rupiah saat ini masih jauh dari level krisis.

    2. Dari Sisi Perbankan, Rasio Kecukupan Modal Saat Ini Memadai

    Lebih lanjut, ada perbedaan terbesar terletak pada kekuatan sektor perbankan. Saat krisis 1997/1998, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) industri perbankan rata-rata hanya sekitar 4 persen, jauh di bawah standar Basel I sebesar 8 persen. Selain itu, terjadi ketidaksesuaian mata uang (currency mismatch) yang lebar antara sumber pendanaan dan penyaluran kredit.

    Kini, kondisi perbankan jauh lebih sehat. CAR industri perbankan nasional mencapai sekitar 25,87 persen, jauh di atas ketentuan Basel III. Risiko currency mismatch juga jauh lebih terkendali dibandingkan masa krisis.

    Dari sisi kelembagaan, Indonesia juga memiliki sistem pengawasan yang lebih kuat. Jika pada 1998 Bank Indonesia menjadi satu-satunya institusi yang mengawasi stabilitas moneter dan sektor keuangan, kini terdapat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang memperkuat koordinasi penanganan risiko.

    3. Utang Swasta Lebih Sehat, Tapi Fiskal Jadi Tantangan di Tengah Pelemahan Rupiah

    Lebih lanjut, dalam bahan paparan tersebut juga dijelaskan secara struktur utang luar negeri swasta yang kini lebih sehat. Pada 1997/1998, utang luar negeri swasta mencapai sekitar 68 miliar dolar AS atau setara 32 persen produk domestik bruto (PDB), mayoritas tidak dilindungi nilai (unhedged) dan berjangka pendek.

    Sementara itu, pada 2026 utang luar negeri swasta mencapai sekitar 191 miliar dolar AS atau 44 persen dari total utang luar negeri. Namun, porsinya terhadap PDB hanya sekitar 13 persen dan sekitar 85 persen merupakan utang jangka panjang yang telah dilengkapi instrumen lindung nilai (hedging).

    Namun ada beberapa tantangan yang perlu dicermati. Salah satunya adalah kondisi fiskal pemerintah yang berbeda dibandingkan periode krisis 1998. Rasio utang pemerintah terhadap PDB saat ini mencapai sekitar 41 persen dengan debt service ratio (DSR) sekitar 49 persen.

    Selain itu, porsi utang luar negeri dalam total utang pemerintah saat ini sekitar 25 persen. Berbeda dengan 1998 ketika sebagian besar utang luar negeri merupakan pinjaman program yang dapat direstrukturisasi, saat ini sekitar 87 persen utang pemerintah berbentuk surat berharga negara (SBN), sehingga ruang restrukturisasi lebih terbatas.

    Menurut Wijayanto, tekanan yang dihadapi Indonesia saat ini juga berasal dari kondisi global yang berbeda. Jika krisis 1998 lebih banyak dipicu persoalan regional di Asia, tekanan saat ini terjadi hampir di seluruh dunia akibat ketidakpastian ekonomi global, tingginya suku bunga internasional, dan tensi geopolitik. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pelemahan rupiah saat ini belum mencerminkan kondisi krisis seperti 1997/1998.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    6 Zodiak yang Diprediksi Bisa Lunasi Utang di Juni dengan Kerja Keras dan Peluang Rezeki

    By adm_imr25 Juni 20263 Views

    6 shio beruntung ini bisa dapatkan kekayaan mendadak di tahun kuda api 2026, apa saja?

    By adm_imr25 Juni 20260 Views

    13 Sekolah Swasta Gratis di Priangan Timur, Ada Beasiswa Pancawaluya

    By adm_imr25 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Guru SD di Kartasura Jadi Tersangka Intip Rok SPG Sami Luwes

    27 Juni 2026

    Kalender Liturgi Katolik 26 Juni 2026, Pekan XII Tahun A

    27 Juni 2026

    Hasil Piala Dunia 2026: Jerman Kalah, Apa Selanjutnya?

    27 Juni 2026

    Pilkades Kota Batu 2027, Komisi A DPRD Mulai Persiapkan Regulasi dan Anggaran

    27 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?