Perayaan Muharram dan Pentingnya Ibadah di Hari Jumat
Memasuki pekan pertama bulan Muharram, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan mempersiapkan diri menyambut hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Pada bulan ini, terdapat beberapa peristiwa penting dalam sejarah para nabi yang menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam.
Pada hari Jumat, khususnya bagi laki-laki, diwajibkan untuk menunaikan Shalat Jumat. Hari ini juga menjadi kesempatan istimewa untuk meningkatkan amal ibadah, mengingat keutamaan yang dimiliki oleh hari Jumat. Bulan Muharram sendiri merupakan salah satu dari empat bulan mulia yang dimuliakan oleh Allah SWT. Tahun ini, umat Islam telah memasuki bulan Muharram 1448 Hijriah.
Peristiwa Penting di Hari Asyura
Hari Asyura memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Islam. Di antara peristiwa penting yang terjadi pada hari tersebut adalah keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun serta berlabuhnya kapal Nabi Nuh AS setelah peristiwa banjir besar. Peristiwa-peristiwa ini tidak hanya menjadi kenangan sejarah, tetapi juga menjadi sumber hikmah yang dapat diambil oleh umat Islam.
Berikut ini adalah contoh materi Khutbah Jumat Muharram 1448 H dengan tema “Pelajaran dari Peristiwa Penting di Hari Asyura”.
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ للهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ في مُحْكَمِ كِتَابِهِ:
تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Dari atas mimbar ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Beberapa hari lagi, umat Islam akan memasuki tanggal 10 Muharram yang dikenal sebagai hari Asyura. Hari tersebut merupakan momentum penting untuk mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa besar yang terjadi dalam sejarah para nabi dan orang-orang saleh.
Peristiwa-peristiwa tersebut tidak sekadar untuk dikenang, tetapi juga menjadi sumber hikmah agar kita mampu meningkatkan keimanan, memperkuat kesabaran, serta mempersiapkan bekal terbaik menuju kehidupan akhirat.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Abu Hurairah RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah menjumpai orang-orang Yahudi yang berpuasa pada hari Asyura. Ketika ditanya alasan mereka berpuasa, mereka menjelaskan bahwa hari itu merupakan hari diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari Fir’aun, serta hari berlabuhnya kapal Nabi Nuh AS setelah banjir besar. Rasulullah SAW kemudian bersabda bahwa beliau lebih berhak mengikuti Nabi Musa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa pada hari tersebut.
Jamaah rahimakumullah,
Kisah Nabi Nuh AS mengajarkan keteguhan dalam berdakwah. Selama 950 tahun beliau mengajak kaumnya kepada jalan Allah dengan penuh kesabaran. Meskipun menghadapi penolakan, hinaan, bahkan kekerasan, Nabi Nuh tidak pernah berhenti menyampaikan kebenaran.
Ketika kaumnya terus membangkang, Allah SWT menurunkan banjir besar yang menenggelamkan orang-orang kafir dan menyelamatkan Nabi Nuh bersama orang-orang beriman melalui kapal yang dibangun atas perintah-Nya.
Allah SWT berfirman:
وَقَالَ نُوحٌ رَبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْأَرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا
Artinya: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.” (QS Nuh: 26).
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Pelajaran berikutnya datang dari kisah Nabi Musa AS. Beliau diutus kepada Fir’aun, penguasa zalim yang mengaku sebagai tuhan. Meskipun telah diperlihatkan berbagai mukjizat, Fir’aun tetap menolak beriman dan terus menindas Bani Israil.
Ketika Nabi Musa bersama pengikutnya meninggalkan Mesir, Fir’aun dan bala tentaranya mengejar mereka. Atas izin Allah, laut terbelah sehingga Nabi Musa dan kaumnya dapat menyeberang dengan selamat. Sebaliknya, Fir’aun dan pasukannya ditenggelamkan.
Allah SWT berfirman:
فَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ
Artinya: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu, maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan seperti gunung yang besar.” (QS Asy-Syu’ara: 63).
Peristiwa ini mengajarkan bahwa pertolongan Allah akan datang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, meskipun menghadapi kesulitan yang tampaknya mustahil untuk diatasi.
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Sejarah para nabi dan orang-orang saleh juga mengajarkan keberanian dalam mempertahankan kebenaran. Salah satu teladan yang selalu dikenang pada hari Asyura adalah Sayyidina Husain bin Ali RA yang gugur syahid dalam mempertahankan prinsip dan menolak kebatilan.
Keteguhan beliau menjadi inspirasi bagi umat Islam agar selalu menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, dan amar makruf nahi mungkar.
Khutbah Kedua
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Di antara amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Muharram adalah puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Rasulullah SAW juga menganjurkan puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram sebagai bentuk penyempurnaan ibadah dan pembeda dari kebiasaan kaum Yahudi.
Rasulullah SAW bersabda:
لَئِنْ بَقِيْتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُوْمَنَّ التَّاسِعَ
Artinya: “Jika aku masih hidup tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada tanggal sembilan.” (HR Muslim).
Karena itu, umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa tanggal 9 dan 10 Muharram, atau menambah tanggal 11 Muharram sebagaimana pendapat sebagian ulama.
Semoga Allah SWT memberikan taufik kepada kita untuk mengambil pelajaran dari sejarah para nabi, meneladani orang-orang saleh, dan menghidupkan amalan-amalan sunnah di bulan Muharram.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ







