Kematian Satpam di Malang Akibat Duel dengan Pencuri
Seorang petugas keamanan bernama Mat Suhadi alias Pak Min (52) meninggal dunia setelah terlibat duel dengan pencuri material bangunan di kawasan Perumahan Cemorokandang, Kota Malang, Jawa Timur. Kejadian tragis ini terjadi pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 18.30 WIB, saat korban berupaya menggagalkan aksi pencurian material bangunan di perumahan.
Korban yang sehari-hari bekerja sebagai satpam dan juga buruh bangunan itu sempat melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga membawa hasil curian berupa kusen dan material bangunan lainnya. Namun, upaya tersebut berujung tragis ketika korban berhadapan langsung dengan pelaku di bawah jembatan tol yang berada di Jalan Raya Cemorokandang.
Anak korban, Harianto (32), menceritakan bahwa peristiwa bermula ketika ayahnya mendapat informasi dari warga terkait adanya orang mencurigakan yang membawa barang material bangunan di malam hari. “Yang saya tahu itu kan ada orang bawa kayak seperti kusen jendela dari selatan ke utara. Tetangga bilang ke bapak kalau ada orang bawa kusen, takut perumahan belakang kebobolan,” ujar Harianto.
Setelah mendapat laporan tersebut, korban langsung mengecek lokasi menggunakan senter. Namun, tanpa diduga, korban justru menemukan pelaku tengah berusaha menyembunyikan barang curian di bawah jembatan. “Bapak sempat menegur pelaku, lalu terjadi adu mulut dan pengejaran. Di situ akhirnya terjadi perkelahian,” lanjut Harianto.
Menurut keterangan keluarga, korban sempat berusaha melawan menggunakan senter yang dibawanya. Namun pelaku diduga membawa senjata tajam dan langsung menusuk korban. “Bapak hanya bawa senter, tidak ada alat lain. Tapi pelaku membawa pisau dan langsung menusuk,” ungkapnya.
Korban sempat berteriak meminta tolong, namun kondisi sekitar yang sepi membuat bantuan terlambat datang. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis.
Harianto menyebut, ayahnya dikenal sebagai sosok pendiam dan pekerja keras. Selain menjadi satpam, korban juga bekerja serabutan sebagai buruh bangunan. “Sehari-hari bapak orangnya pendiam, kerja bangunan, malam jaga satpam sendirian,” katanya.
Harianto berharap pelaku segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Harapan keluarga, pelaku segera tertangkap,” tegasnya.
Penjelasan Polisi
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rakhmad Aji Prabowo, membenarkan adanya insiden penusukan yang menewaskan seorang satpam tersebut. Ia menjelaskan, kejadian bermula dari laporan warga yang mencurigai aktivitas pelaku membawa barang bangunan pada malam hari.
“Warga melihat pelaku membawa barang curian kemudian melapor ke korban yang saat itu berjaga,” ujar AKP Rakhmad. Setelah menerima laporan, korban mendatangi lokasi dan menemukan pelaku di bawah jembatan. Di lokasi itu, terjadi cekcok hingga berujung penusukan.
“Korban sempat menegur, kemudian terjadi adu mulut dan berujung penusukan,” jelasnya. AKP Rakhmad menambahkan, pelaku diduga tidak beraksi sendirian. Namun hingga saat ini, identitas serta keberadaan para pelaku masih dalam penyelidikan.
“Pelaku saat ini sudah tidak ada di lokasi. Kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran,” tegasnya. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, termasuk dugaan hasil curian berupa material bangunan seperti kusen.
Selain itu, rekaman CCTV di sekitar lokasi juga sedang dianalisis untuk mengidentifikasi pelaku. “Kami masih kumpulkan bukti dan memeriksa CCTV dari warga sekitar,” tambahnya. Jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan saat aksi pencurian di kawasan permukiman yang meresahkan warga. Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pencurian dan penusukan tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan serta segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.







