Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Siswa SDN 166 Bontorita Takalar jual bunga maulid dan tusuk telur, raup Rp780 ribu

    3 September 2026

    Kebakaran permukiman padat Batu Ceper, 880 warga terdampak dan 114 rumah ludes

    3 September 2026

    Bukan cuma perawatan, Wulan Guritno rajin olahraga agar awet muda, rutin tenis hingga angkat beban

    3 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 3 September 2026
    Trending
    • Siswa SDN 166 Bontorita Takalar jual bunga maulid dan tusuk telur, raup Rp780 ribu
    • Kebakaran permukiman padat Batu Ceper, 880 warga terdampak dan 114 rumah ludes
    • Bukan cuma perawatan, Wulan Guritno rajin olahraga agar awet muda, rutin tenis hingga angkat beban
    • Buka Bimtek Smart Science Indonesia, Safaruddin: Guru harus hadirkan metode pembelajaran kreatif
    • Peduli PAUD, Bupati Pasuruan Mas Rusdi raih Anugerah Adhi Bhakti HIMPAUDI
    • Igor Tolic Isyaratkan Persib Tak Akan Belanja Pemain Baru Meski Ramon Tanque and Dion Markx Pergi
    • Panduan Praktis Menjaga Privasi Data Pribadi dan Mengamankan Identitas Digital Anda
    • Fakta Santri Kerancunan MBG di Ponpes Sidoarjo,Pihak Pondok Sebut Murni Kesalahan SPPG
    • Warga Balangan Kalsel waswas, lahan bekas tambang batu bara di Desa Minduin keluarkan asap dan api
    • Perawatan Diri Efektif Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Sering Lapar Saat Melihat Orang Makan? Ini 5 Penyebabnya!

    Sering Lapar Saat Melihat Orang Makan? Ini 5 Penyebabnya!

    adm_imradm_imr4 Agustus 20265 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Mengapa Melihat Orang Lain Makan Bisa Membuat Kita Tiba-Tiba Lapar?

    Pernahkah kamu baru saja selesai makan dan merasa kenyang, tapi tiba-tiba lapar lagi hanya karena melihat teman di sebelahmu menyantap makanannya dengan lahap? Atau sedang asyik bekerja tanpa memikirkan makanan sama sekali, tapi begitu rekan kantormu membuka bekal makan siangnya, perutmu langsung berbunyi seolah belum makan seharian? Ternyata ini bukan sekadar “lapar mata”, melainkan respons biologis dan psikologis yang sudah tertanam kuat dalam diri manusia sejak lama.

    Para ilmuwan dan psikolog membuktikan bahwa rasa lapar tidak selalu datang dari perut yang kosong, melainkan bisa dipicu oleh berbagai rangsangan eksternal termasuk melihat orang lain makan. Ada mekanisme hormonal, insting purba, hingga kondisi sosial yang bekerja secara bersamaan di balik fenomena yang sangat relatable ini. Lalu, apa sebenarnya yang terjadi di dalam tubuh dan otak kita saat melihat orang lain makan membuat kita tiba-tiba merasa lapar?

    Hormon Ghrelin Langsung Melonjak Saat Melihat Makanan



    Sebuah studi dari Max Planck Institute of Psychiatry mengungkapkan bahwa melihat visual makanan yang lezat terbukti mampu memicu lonjakan hormon ghrelin dalam tubuh. Hormon ini diproduksi oleh lambung yang mempunyai tugas, yakni mengirimkan sinyal rasa lapar ke otak, sehingga kita merasa ingin makan walau perut sebenarnya sudah kenyang. Akibatnya, saat kita melihat orang lain makan secara langsung, kombinasi visual, aroma, dan suara hidangan tersebut akan menciptakan rangsangan lapar yang terasa nyata serta mendesak.

    Terkait fenomena ini, ilmuwan Petra Schüssler menyarankan agar orang yang sedang menjaga berat badan sebaiknya mulai membatasi diri dari melihat gambar-gambar makanan yang menggugah selera. Secara historis, mekanisme tubuh yang sensitif terhadap makanan ini dulunya sangat membantu manusia purba untuk bertahan hidup di alam liar saat persediaan pangan belum pasti. Namun di era modern di mana akses kuliner sangat mudah ditemukan, dorongan alami tersebut justru sering kali menjadi penyebab utama mengapa kita makan secara berlebihan.

    Efek Pavlov: Otak yang Sudah Terlatih Sejak Kecil



    Menurut Richard Stevenson, profesor psikologi dari Macquarie University, rasa lapar merupakan kondisi psikologis yang sangat dipengaruhi oleh isyarat lingkungan sekitar. Sejak kecil, otak kita terbiasa mengasosiasikan momen melihat orang lain makan dengan pengalaman menyenangkan seperti rasa nikmat dan kebersamaan. Respons otomatis ini mirip dengan teori efek Pavlov, di mana tubuh mempersiapkan diri untuk makan hanya karena melihat situasi yang sudah familier tersebut.

    Lebih lanjut, Stevenson menegaskan bahwa munculnya nafsu makan sama sekali tidak selalu menunjukkan bahwa tubuh kita benar-benar sedang kekurangan energi atau kalori. Otak yang sudah terprogram sejak lama akan terus mengirimkan sinyal lapar secara otomatis meskipun kondisi fisik lambung sebenarnya masih sangat penuh. Fenomena psikologis inilah yang memicu alasan mengapa seseorang yang baru saja selesai makan bisa mendadak merasa lapar kembali hanya karena melihat temannya sedang menyantap hidangan.

    Makan Bersama Sudah Jadi Tradisi Sejak Dulu



    Sebagai makhluk sosial, manusia itu dari zaman purba sudah terbiasa makan bersama-sama, lho. Menurut penelitian di jurnal Culture, Medicine, and Psychiatry, momen makan bersama ini bisa bikin kita merasa aman, nyaman, dan merasa punya teman. Makanya, saat kita melihat orang lain sedang asyik makan, otak kita otomatis ikut kepancing untuk ikutan makan juga supaya tidak merasa ditinggal sendirian.

    Uniknya lagi, efek ini juga menjelaskan kenapa banyak orang suka nonton video mukbang pas lagi kesepian. Otak kita ternyata menganggap tontonan itu seperti sedang makan bareng teman di satu meja. Jadi, melihat orang lain makan itu bukan cuma soal perut yang mendadak keroncongan, tapi juga karena kita punya keinginan alami untuk merasakan kehangatan bersama orang lain.

    Mata, Hidung, dan Telinga Bisa Bikin Perut Keroncongan



    Menurut Medical News Today, otak kita itu punya insting alami untuk selalu peka terhadap makanan tinggi kalori di sekitar kita. Nah, pas kamu melihat orang lain lagi makan, otak langsung menerima serangan informasi dari berbagai indra sekaligus. Mata melihat tampilan makanannya yang lezat, hidung mencium aromanya yang wangi, bahkan telinga mendengar suara kunyahannya. Gabungan semua sensasi ini efeknya jauh lebih dahsyat memicu rasa lapar dibanding kalau kamu cuma membayangkan makanan sendirian.

    Begitu menerima semua sinyal itu, otak bakal langsung menyuruh tubuh untuk bersiap-siap makan. Efeknya nyata banget, mulai dari air liur yang mendadak menetes, enzim pencernaan yang aktif, sampai perut yang rasanya kosong. Proses biologis inilah yang membuat kita merasa lapar tiba-tiba, padahal itu cuma reaksi tubuh terhadap pancingan dari luar. Jadi kalau kamu tergoda ikut makan, itu bukan karena kamu lemah iman ya, tapi karena kamu lagi melawan respons alami tubuh yang sudah terlatih sejak dulu!

    Melihat Orang Makan Bisa Memancing Memori Indah Masa Lalu



    Menurut Center for Nutritional Psychology, kita itu diam-diam punya hubungan emosional yang kuat dengan visual makanan. Jadi, saat kamu melihat orang lain lagi asyik makan, otak kamu tidak cuma melihatnya sebagai pemandangan biasa. Otak bakal langsung menghubungkan momen itu dengan kenangan indah masa lalu, seperti serunya makan malam bareng keluarga, nongkrong sama teman, atau pas kamu lagi makan menu favoritmu. Memori manis inilah yang memicu keinginan kita untuk merasakan kebahagiaan yang sama, yang akhirnya diterjemahkan oleh otak menjadi rasa lapar.

    Efek psikologis ini juga yang bikin kita betah banget mantengin video food vlog atau mukbang di media sosial meskipun perut kita tidak benar-benar kosong. Saat melihat influencer makan dengan lahap, otak kita otomatis mengaktifkan sistem reward alias pusat kesenangan yang sama seolah-olah kita sendiri yang sedang mengunyah makanan tersebut. Antisipasi rasa nikmat ini rasanya nyata banget dan bikin kita pengen ikutan makan saat itu juga. Jadi, kalau kamu mendadak lapar setelah berselancar di feed makanan, itu bukan karena kamu tidak bisa menahan diri ya, tapi karena otakmu memang sedang bekerja mendeteksi kebahagiaan!

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Rahasia Kebugaran Alami dari Rak Bumbu Dapur Tradisional Nusantara

    Rahasia Kebugaran Alami dari Rak Bumbu Dapur Tradisional Nusantara

    By adm_imr3 September 20261 Views
    Revolusi Piring Muda: Saat Pangan Lokal dan Nutrisi Berpadu di Meja Makan

    Revolusi Piring Muda: Saat Pangan Lokal dan Nutrisi Berpadu di Meja Makan

    By adm_imr2 September 20261 Views

    Bunga Wijaya Kusuma, Legenda Cantik Budaya Indonesia

    By adm_imr21 Agustus 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Siswa SDN 166 Bontorita Takalar jual bunga maulid dan tusuk telur, raup Rp780 ribu

    3 September 2026

    Kebakaran permukiman padat Batu Ceper, 880 warga terdampak dan 114 rumah ludes

    3 September 2026

    Bukan cuma perawatan, Wulan Guritno rajin olahraga agar awet muda, rutin tenis hingga angkat beban

    3 September 2026

    Buka Bimtek Smart Science Indonesia, Safaruddin: Guru harus hadirkan metode pembelajaran kreatif

    3 September 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?