Ramadan 1447 Hijriah dan Keistimewaan Malam Lailatul Qadar
Ramadan 1447 Hijriah kini hampir memasuki separuh perjalanan. Hingga hari ini, Minggu (8/3/2026), bulan suci ini telah memasuki hari ke-18. Artinya, hanya beberapa hari lagi akan tiba malam-malam terakhir dari bulan Ramadhan. Di antara 10 malam terakhir tersebut, Allah SWT menjanjikan satu malam yang paling mulia, yaitu Malam Lailatul Qadar.
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh berkah dan kemuliaan. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa orang yang beribadah pada malam tersebut akan mendapatkan pahala setara dengan ibadah selama seribu bulan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan dan ibadah agar bisa meraih kebaikan dan keutamaan dari malam tersebut.
Allah SWT menjelaskan kemuliaan Malam Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an surat Al-Qadr:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadr [97]: 1-5)
Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, disebutkan bahwa barangsiapa melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Keistimewaan Malam Lailatul Qadar
Berdasarkan berbagai sumber, berikut beberapa keistimewaan Malam Lailatul Qadar:
Lebih Baik dari Seribu Bulan
Para ulama sepakat bahwa setiap muslim yang beramal saleh pada malam Lailatul Qadar akan memperoleh pahala setara dengan melakukannya selama seribu bulan. Seribu bulan setara dengan 83 tahun 4 bulan, yang merupakan usia rata-rata manusia.Malam Diturunkannya Al-Quran
Di malam Lailatul Qadar, Allah SWT menurunkan wahyunya berupa Al-Quran untuk pertama kalinya. Nabi Muhammad SAW pertama kali menerima wahyu saat sedang berdiam diri di Gua Hira.Malam yang Dipadati Malaikat
Pada malam tersebut, malaikat dan malaikat Jibril turun ke bumi dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Menurut Al-Imam Al-Qurthubi, para malaikat turun untuk mengaminkan doa-doa setiap muslim yang dilafalkan pada malam itu.Keselamatan dari Allah
Allah SWT memberikan keselamatan di malam Lailatul Qadar hingga terbit fajar atau waktu subuh.Hanya Berlaku bagi Umat Rasulullah
Keistimewaan Malam Lailatul Qadar hanya berlaku bagi pengikut Rasulullah SAW. Hal ini disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Al-Imam Malik.
Ciri-Ciri Orang yang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar
Selain keistimewaan, terdapat juga tanda-tanda atau ciri-ciri orang yang mendapatkan Malam Lailatul Qadar. Berikut penjelasan dari Ustad Abdul Somad dan Buya Yahya:
Ciri-Ciri Orang yang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar Menurut Ustad Abdul Somad
Ustad Abdul Somad menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi bukanlah perubahan fisik, tetapi perubahan perilaku. Contohnya, seorang wanita yang sebelumnya tidak memakai jilbab, setelah melakukan iktikaf, ia tidak pernah melepaskan jilbab dari kepalanya. Atau seorang bapak yang dulunya pelit, namun setelah mendapatkan Malam Lailatul Qadar, ia selalu menyumbangkan sedekahnya setiap lewat di kotak amal.
Ciri-Ciri Orang yang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar Menurut Buya Yahya
Buya Yahya dalam ceramahnya mengungkap beberapa ciri, antara lain:
Perubahan pada Diri
Perubahan tersebut akan terlihat jelas setelah bulan Ramadhan usai. Misalnya, seseorang yang sebelumnya sering bermaksiat, setelah Ramadhan berakhir, maksiat tersebut berkurang.Ibadah Meningkat
Ibadah meningkat, perbuatan dosa dan dzalim berkurang. Jika Anda merasakan perubahan tersebut, itu tandanya Anda mendapat Lailatul Qadar dan ibadah Ramadhan diterima Allah SWT.Penuh Kasih Sayang dan Tidak Mudah Emosi
Perubahan sikap suami terhadap istri menjadi lebih lembut dan penuh kasih sayang, serta tidak mudah emosi.Semakin Dekat kepada Allah dan Manusia
Semakin baik dari segi sifat dan sikap, semakin dekat kepada Allah dan sesama manusia.








