Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Alisya Naifa Juara Ladies Pool League Sumut 2026, Kalahkan Liza 5-1 di Final

    25 Mei 2026

    Khutbah Jumat 22 Mei 2026: Makna dan Tiga Nilai Kurban

    25 Mei 2026

    Makanan tinggi karbohidrat untuk bahan bakar lari

    25 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 25 Mei 2026
    Trending
    • Alisya Naifa Juara Ladies Pool League Sumut 2026, Kalahkan Liza 5-1 di Final
    • Khutbah Jumat 22 Mei 2026: Makna dan Tiga Nilai Kurban
    • Makanan tinggi karbohidrat untuk bahan bakar lari
    • Kepala SDN 11 Telaga Biru Minta Penilaian Kebersihan MBG Pasca Keracunan 27 Siswa
    • MAXI Tour Boemi Nusantara Jelajahi Keindahan dan Budaya Pasundan
    • Ditonton Online, Dokumen ‘Pesta Babi’ Akhirnya Dirilis, Ini Linknya
    • Ketika Dunia Berlari Menuju ‘Hukum Rimba’
    • Survei Deloitte: Gen Z & Milenial Indonesia Ungguli Rata-rata Global dengan AI
    • Siaran Langsung Moto3 MotoGP Italia 2026 di Trans7 dan SPOTV
    • Jatim Terpopuler: Pembunuhan Kerabat di Lumajang dan Pemadaman Listrik Tuban
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»Terpinggirkan dari Program Presiden: Ribuan Siswa Hantara Tak Pernah Merasakan MBG

    Terpinggirkan dari Program Presiden: Ribuan Siswa Hantara Tak Pernah Merasakan MBG

    adm_imradm_imr28 Januari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kondisi Program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Hantara

    Di tengah gencarnya penerapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah perkotaan, ribuan siswa di Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan, masih belum merasakan manfaat dari program tersebut. Hingga akhir Januari 2026, anak-anak sekolah di wilayah ini belum sekalipun mendapatkan makanan bergizi yang dijanjikan oleh pemerintah.

    Kondisi ini menimbulkan kegelisahan di kalangan masyarakat dan wali murid. Mereka mempertanyakan bagaimana distribusi program nasional yang seharusnya menjamin pemenuhan gizi bagi seluruh anak bangsa bisa terjadi secara merata. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa seluruh jenjang pendidikan di Kecamatan Hantara, mulai dari PAUD, SD hingga SMP, belum tersentuh MBG sama sekali.

    Beberapa sekolah dasar yang tercatat belum menerima program MBG antara lain:

    • SDN Bunigeulis 1
    • SDN Bunigeulis 2
    • SDN Bunigeulis 3
    • SDN Tundagan
    • SDN Cikondang
    • SDN Hantara 1
    • SDN Hantara 2
    • SDN Pakapasan Hilir
    • SDN Pakapasan Girang
    • SDN Citapen
    • SDN Pasiragung

    Seorang guru di Kecamatan Hantara yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Jumlah siswa SD saja di Kecamatan Hantara mencapai ribuan. Semuanya belum pernah kebagian Program MBG. Belum lagi siswa PAUD dan SMP.”

    Menurut tenaga pendidik tersebut, beredar informasi bahwa ketiadaan investor menjadi alasan utama mandeknya program di wilayah tersebut. Padahal, sebelumnya telah dibuat surat pernyataan komitmen bermaterai Rp10 ribu pada 8 September 2025. Namun hingga kini, janji tersebut belum juga terealisasi.

    Camat Hantara, M. Reza, membenarkan bahwa Program MBG di wilayahnya belum berjalan. Ia menyebut masih ada sejumlah persyaratan administratif yang belum terpenuhi. Salah satunya, belum adanya penempatan SPPI yang merupakan kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).

    “Program MBG di Kecamatan Hantara memang belum berjalan karena masih ada persyaratan yang harus dilengkapi,” ujarnya saat dikonfirmasi.

    Persoalan Serius di Wilayah Lain

    Ironisnya, di saat sebagian wilayah belum tersentuh MBG, pelaksanaan program di kecamatan lain di Kabupaten Kuningan justru diwarnai persoalan serius. Sejumlah kasus dugaan keracunan massal mencuat ke permukaan. Investigasi lapangan mengungkap kualitas makanan yang memprihatinkan, mulai dari buah busuk, sayuran berulat, hingga kue brownies berjamur.

    Hasil uji laboratorium Labkesda Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan bahkan menemukan indikasi makanan mengandung formalin. Dampaknya, beberapa dapur SPPG MBG terpaksa ditutup oleh pihak berwenang. Persoalan lain pun muncul, mulai dari kekurangan tenaga ahli gizi hingga keluhan SPPI yang disampaikan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).

    Ketimpangan dalam Penetapan Wilayah 3T

    Ketimpangan juga terlihat dalam penetapan dapur SPPG MBG kategori 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Wilayah dengan medan berat dan rawan longsor seperti Kecamatan Selajambe dan Cilebak hingga kini belum ditetapkan sebagai wilayah 3T, meski memiliki tantangan geografis yang signifikan.

    Polemik Kebijakan Baru

    Di tengah carut-marut persoalan gizi siswa, kebijakan baru pemerintah kembali memantik polemik. Rencana pengangkatan pegawai dapur SPPG menjadi PPPK Penuh Waktu dengan gaji yang relatif tinggi memunculkan kecemburuan sosial. Pasalnya, ribuan Tenaga Harian Lepas (THL), termasuk guru dan pegawai dinas di Kabupaten Kuningan, hingga kini masih berstatus PPPK Paruh Waktu meski telah mengabdi selama bertahun-tahun.

    Tantangan Program MBG

    Kondisi ini menegaskan bahwa tantangan Program MBG bukan hanya soal distribusi makanan, tetapi juga menyangkut keadilan kebijakan, pengawasan mutu, dan konsistensi pemerintah dalam menjamin hak gizi seluruh siswa, tanpa terkecuali.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Ramalan Zodiak Gemini Hari Ini: Rezeki Mengalir, Karier Dipuji, Asmara Romantis

    By adm_imr24 Mei 20261 Views

    40 Soal Ujian Agama Islam Kelas 4 SD MI Semester 2026/2027

    By adm_imr24 Mei 20261 Views

    Dugaan Pungutan di SMPN 4 Kepanjen Dilaporkan ke Penegak Hukum, Pelapor Minta Audit Aliran Dana Komite dan SPP

    By redaksi24 Mei 20266,045 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Alisya Naifa Juara Ladies Pool League Sumut 2026, Kalahkan Liza 5-1 di Final

    25 Mei 2026

    Khutbah Jumat 22 Mei 2026: Makna dan Tiga Nilai Kurban

    25 Mei 2026

    Makanan tinggi karbohidrat untuk bahan bakar lari

    25 Mei 2026

    Kepala SDN 11 Telaga Biru Minta Penilaian Kebersihan MBG Pasca Keracunan 27 Siswa

    25 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?