NANGA BULIK, Infomalangraya.com.CO – Pengadilan Negeri Nanga Bulik menggelar sidang perdana terkait kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lamandau, Anwar Salis Ma’sum, membacakan dakwaan terhadap tiga terdakwa yang dianggap terlibat dalam aksi kejahatan ini.
Sidang yang digelar secara virtual melalui Zoom ini menunjukkan bahwa ketiga terdakwa memiliki peran masing-masing dalam menjalankan aksi pencurian. Mereka adalah Heru Murbani, Ariyanto, dan Ujang Romadon. Setiap dari mereka memainkan peran penting dalam proses pencurian yang dilakukan.
Menurut JPU Anwar Salis Ma’sum, Heru Murbani bertindak sebagai pelaku utama. Ia melihat sepeda motor Yamaha Jupiter MX King milik korban, Nimrot, yang terparkir di depan rumah tanpa kunci. Pada Sabtu, 13 September 2025, sekitar pukul 03.30 WIB, Heru memanfaatkan situasi tersebut untuk mendorong motor tersebut sejauh satu kilometer.
Setelah itu, ia menjemput Ujang Romadon untuk membantu mendorong motor hasil curian menggunakan motor Honda Supra. Motor tersebut diketahui juga merupakan hasil curian sebelumnya oleh Heru. Selanjutnya, motor tersebut dibawa ke tempat tinggal Ariyanto untuk dimodifikasi. Ariyanto bertugas membongkar kabel kontak agar mesin bisa menyala tanpa kunci asli.
Untuk menghilangkan jejak, komplotan ini sempat mengganti rumah kunci dan memasang stiker hitam pada bodi motor. Aksi mereka akhirnya terungkap saat kepolisian berhasil menangkap ketiganya pada 19 November 2025. Menurut keterangan JPU, motor tersebut belum sempat dijual dan masih digunakan oleh Heru saat penangkapan.
Dampak dari kejadian ini membuat saksi korban, Nimrot, mengalami kerugian materiil sebesar Rp 27.360.000. Ketiga terdakwa didakwa dengan pasal alternatif sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, khususnya Pasal 477 Ayat (1) huruf e, f, dan g.
Para terdakwa terancam hukuman pidana karena melakukan pencurian secara bersama-sama dan merusak atau membongkar barang pada waktu malam hari. Sidang ini menjadi langkah awal dalam proses hukum yang akan dijalani oleh ketiga terdakwa.
- Dalam persidangan, JPU menjelaskan detail kejadian serta peran masing-masing terdakwa.
- Aksi pencurian terjadi pada malam hari, sehingga memperkuat tuduhan terhadap para pelaku.
- Motor yang dicuri tidak sempat dijual dan masih digunakan oleh salah satu terdakwa saat penangkapan.
- Kerugian materiil yang dialami korban mencapai puluhan juta rupiah.
- Para terdakwa dijerat dengan undang-undang yang mengatur tindakan pidana pencurian.







