Berita Populer Sulawesi Utara Pada 3 Februari 2026
Pada hari Selasa, 3 Februari 2026, sejumlah kejadian menarik perhatian masyarakat di Sulawesi Utara. Beberapa berita yang menjadi sorotan antara lain terkait dengan buaya yang mengganggu kawasan Manado, serta dugaan pencemaran sungai akibat limbah pengelolaan emas. Berikut ini rangkuman lengkapnya.
Buaya Teror Manado, Diduga Sama Dengan Yang Gegerkan Kawasan Wisata Tahun Lalu
Buaya kembali muncul di perairan Manado. Sejak dua hari terakhir, satwa liar tersebut tiga kali terlihat di beberapa lokasi. Pertama, di perairan Marina Plaza. Kedua, di perairan pohon kasih dan depan Sun Bae.
Menurut saksi mata, buaya tersebut memiliki panjang hingga empat meter. Dugaan pun muncul bahwa buaya ini sama dengan yang sempat membuat geger kawasan Manado Bay pada November tahun lalu.
Kaban BPBD Manado, Donald Sambuaga, menyampaikan dugaan serupa. Ia mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pemburuan terhadap buaya tersebut. Meski demikian, ia memastikan bahwa masyarakat tetap aman dan tidak perlu khawatir.
Pembuatan Konten Provokatif Di Pasar Karombasan Manado
Polresta Manado melalui Polsek Wanea berhasil menangkap seorang pria berinisial O yang diduga menyebarkan konten provokasi yang dapat memicu keributan di Pasar Karombasan. Peristiwa ini sempat viral di media sosial dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Setelah video kejadian itu viral, personel Polsek Wanea langsung bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan terduga pelaku tanpa perlawanan. Selanjutnya, yang bersangkutan diserahkan ke Sat Reskrim Polresta Manado untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Elwin Kristanto, menjelaskan bahwa pihaknya sedang mendalami motif serta kronologi kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa Polresta Manado tidak akan mentolerir segala bentuk tindakan yang mengganggu ketertiban umum, terutama di fasilitas publik.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Manado mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi di media sosial. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Jika melihat atau mengalami gangguan kamtibmas, segera laporkan kepada pihak kepolisian.
Limbah Pengelolaan Emas Cemari Sungai Monsi, Warga Mopait Mengeluh
Aktivitas pengelolaan emas di hutan Patung, Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, diduga mencemari sungai Monsi. Menurut informasi yang diperoleh, limbah dari tong pengelolaan emas ini dibuang langsung ke sungai Monsi.
Berdasarkan penelusuran di lokasi, tempat pengelolaan emas ini diketahui milik seorang warga Kotamobagu bernama Ervan Tungkagi. Pembuangan limbah yang langsung ke sungai ini ikut dikeluhkan oleh warga.
Ismail, salah satu warga, mengatakan bahwa saat warga tahu ada limbah tong pengelolaan emas yang dibuang ke sungai, mereka langsung enggan meminum air di sekitar sungai Monsi. Hal ini menunjukkan bahwa dampak pencemaran telah dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat.
Penutup
Beberapa kejadian yang terjadi di Sulawesi Utara pada 3 Februari 2026 menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan keamanan. Dari buaya yang mengganggu kawasan wisata hingga dugaan pencemaran sungai akibat limbah pengelolaan emas, semua ini menjadi peringatan bagi pihak terkait untuk segera bertindak.







