Inovasi Bahan Bakar Nabati Bobibos Siap Diproduksi Massal di Timor Leste
Bobibos, sebuah inovasi bahan bakar nabati (BBN) hasil karya pemuda Indonesia, akan segera diproduksi secara massal di Timor Leste. Nama Bobibos sendiri merupakan akronim dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos! yang memiliki karakteristik beroktan tinggi dengan RON 98,1. Bahan bakar ini diklaim memiliki kualitas serupa dengan bahan bakar fosil, namun dengan dampak lingkungan yang lebih baik.
Bahan baku utama Bobibos adalah limbah pertanian jerami padi yang difermentasi. Proses produksinya melalui lima tahapan, yaitu pengeringan, ekstraksi, fermentasi, dan pemurnian menggunakan mesin khusus yang dirancang sendiri. Dengan teknologi biokimia dan serum khusus, Bobibos diharapkan menjadi solusi ramah lingkungan dalam dunia energi.
Bobibos ditemukan dan dikembangkan oleh M. Ikhlas Thamrin, seorang peneliti muda asal Jonggol Bogor, Jawa Barat. Proyek ini didukung oleh PT Inti Sinergi Formula. Kini, Bobibos telah memasuki tahap uji jalan resmi sesuai ketentuan pemerintah.
Peluncuran Resmi dan Persiapan Produksi Massal
Bobibos diluncurkan secara resmi pada November 2025. Sesuai rencana, produksi massal akan dimulai di Timor Leste pada April 2026. Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra sekaligus pembina BOBIBOS, Mulyadi, membenarkan bahwa logistik Bobibos telah tiba di Timor Leste.
“Betul (sudah ada di Timor Leste),” kata Mulyadi, seperti dikutip Minggu (19/4/2026). Menurutnya, waktu peluncuran Bobibos hanya menunggu kepastian dari Presiden Timor Leste José Ramos Horta dan Perdana Menteri Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmão.
“Menunggu PM dan Presiden agar sama-sama bisa hadir,” jelas Mulyadi. Ia berharap peluncuran Bobibos di Timor Leste dapat berjalan lancar sehingga bahan bakar nabati berbasis jerami karya anak bangsa bisa menjadi solusi penting bagi dunia.
Masuk Radar Kementerian ESDM
Bobibos kini telah masuk radar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai salah satu solusi potensial untuk mengurangi ketergantungan impor BBM. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas) ESDM memastikan Bobibos mendapat lampu hijau untuk melangkah ke tahap uji jalan resmi sesuai ketentuan pemerintah.
Mulyadi mengungkapkan bahwa pekan depan akan ada meeting teknis dengan Ditjen Migas ESDM. Ia berharap hasil uji jalan resmi sesuai ketentuan pemerintah dapat berjalan lancar sehingga Bobibos bisa mendapatkan izin niaga.
Proyek Kemitraan Strategis
Proyek yang digarap oleh PT Inti Sinergi Formula ini direncanakan akan diproduksi secara massal di Timor Leste melalui skema kemitraan strategis dengan entitas swasta lokal yang telah mendapatkan restu dari pemerintah setempat. Hal ini menunjukkan komitmen kuat dari pihak-pihak terkait untuk mendorong penggunaan energi alternatif yang berkelanjutan.
Bobibos tidak hanya menjadi inovasi teknologi, tetapi juga simbol perjuangan pemuda Indonesia dalam menciptakan solusi untuk tantangan global. Dengan keterlibatan pemerintah dan swasta, Bobibos siap menjadi bagian dari transformasi energi di Asia Tenggara dan dunia.
Dalam beberapa bulan ke depan, Bobibos akan menjadi fokus utama dalam diskusi nasional dan internasional tentang keberlanjutan energi. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, proyek ini memiliki potensi besar untuk mengubah wajah industri energi di kawasan ini.







