Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Persipura dan Adhyaksa FC Berebut Tiket Promosi Liga Super

    8 Mei 2026

    Perang Iran vs Amerika Hari ke-66: Ancaman Serangan Efek Selat Hormuz Mengancam Pasukan Trump

    8 Mei 2026

    Kompolnas Dukung Larangan Live Streaming Media Sosial bagi Personel Polri saat Bertugas

    8 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 8 Mei 2026
    Trending
    • Persipura dan Adhyaksa FC Berebut Tiket Promosi Liga Super
    • Perang Iran vs Amerika Hari ke-66: Ancaman Serangan Efek Selat Hormuz Mengancam Pasukan Trump
    • Kompolnas Dukung Larangan Live Streaming Media Sosial bagi Personel Polri saat Bertugas
    • Kinerja emiten batubara bervariasi di kuartal I-2026, ini yang paling menguntungkan
    • 9 Doa Singkat Penghapus Dosa Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahan
    • Menteri Purbaya Kurus, Sering Sakit Pinggang dan Disuntik 8 Kali
    • Di Balik Kesuksesan Resto Jejamuran Jogja, Cinta dan Perhatian yang Tulus pada Jamur
    • Allegri Ubah Strategi Serangan, Striker AC Milan Kehcewakan di Liga Italia
    • 10 destinasi malam Surabaya yang wajib dikunjungi
    • 8 Lagu Klasik yang Menggemparkan, Tanda Selera Musik Anda Masih Hebat
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Trump: Prioritas Utama Negosiasi dengan Iran adalah Buka Selat Hormuz

    Trump: Prioritas Utama Negosiasi dengan Iran adalah Buka Selat Hormuz

    adm_imradm_imr12 April 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Presiden AS Donald Trump Beri Waktu 48 Jam untuk Iran

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (6/4/2026) menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi prioritas utama Washington dalam negosiasi dengan Iran. Ia mengatakan, “Saya akan katakan itu adalah prioritas yang sangat besar,” saat ditanya apakah pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut masuk dalam daftar konsesi yang diharapkan Washington dari Teheran sebagai bagian dari kesepakatan.

    Sebelumnya, pada Sabtu (4/4/2026), Trump menegaskan bahwa Iran memiliki waktu 48 jam untuk mencapai kesepakatan nuklir atau membuka kembali Selat Hormuz. “Ingat ketika saya memberi Iran sepuluh hari untuk membuat kesepakatan atau membuka Selat Hormuz,” ujarnya di platform media sosial miliknya, Truth Social. Ia menambahkan, “Waktu hampir habis, 48 jam sebelum neraka menimpa mereka.”

    Pada 26 Maret, Trump memperpanjang tenggat negosiasi nuklir menjadi 10 hari setelah Iran mengizinkan 10 kapal tanker minyak berbendera Pakistan melewati Selat Hormuz.

    Iran: Hormuz Dibuka Jika Kerugian Perang Diganti

    Sementara itu, Kantor Presiden Iran pada Ahad (5/4/2026) menyatakan bahwa Selat Hormuz hanya akan dibuka kembali untuk pelayaran jika pendapatan transit digunakan untuk mengganti kerugian akibat perang. Wakil Bidang Komunikasi dan Informasi Kantor Presiden Iran, Mehdi Tabatabai, dalam pernyataan di platform media sosial X, mengatakan, “Selat Hormuz akan dibuka kembali hanya jika sebagian pendapatan transit digunakan untuk mengompensasi seluruh kerusakan akibat perang yang dipaksakan.”

    Tabatabai juga mengkritik tajam Presiden AS Donald Trump. Ia mengatakan Trump “melontarkan hinaan dan pernyataan tidak masuk akal karena putus asa dan marah,” serta menuduhnya “memulai perang skala penuh di kawasan dan tetap membanggakannya.”



    Warga Korea Selatan berunjuk rasa menolak kerja sama pengamanan Selat Hormuz yang diminta Presiden AS Donald Trump di luar kedutaan AS di Seoul, Korea Selatan, 16 Maret 2026. – (EPA/JEON HEON-KYUN)

    Kondisi Kawasan Selat Hormuz

    Kawasan tersebut berada dalam kondisi siaga sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu Ali Khamenei. Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS sebagai bentuk pertahanan diri. Iran kemudian juga membatasi pergerakan kapal melalui Selat Hormuz.



    Tiga Kapal Tanker Turki Berhasil Melintas

    Terbaru, tiga kapal pengangkut minyak mentah milik perusahaan Turki berhasil melintasi Selat Hormuz dengan selamat sejak konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari, kata Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki, Abdulkadir Uraloglu. “Sebagai hasil dari upaya yang kami lakukan bersama Kementerian Luar Negeri, kapal milik Turki bernama Ocean Thunder, yang sedang dalam perjalanan membawa minyak mentah dari Irak ke Malaysia, telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman sejak tadi malam dan menyelesaikan perjalanannya keluar dari Teluk,” katanya, dikutip harian Daily Sabah, Senin.

    Uraloglu menambahkan otoritas Turki terus memantau situasi di kawasan tersebut sepanjang waktu serta berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan lembaga terkait lainnya. Ia juga mengatakan bahwa kapal lain milik perusahaan Turki masih berada di sekitar wilayah selat. Upaya terus dilakukan untuk memastikan evakuasi mereka dapat berlangsung dengan aman.

    Sejumlah kapal masih menunggu kesempatan untuk meninggalkan kawasan tersebut, sementara komunikasi dengan awak kapal dilakukan secara terus-menerus. Sebelumnya, otoritas Turki mengatakan sebanyak 15 kapal milik perusahaan Turki berada di kawasan Selat Hormuz, dengan berbagai langkah diambil untuk meminimalkan risiko terhadap pelayaran.



    Kapal kargo berbendera Thailand Mayuree Naree terbakar setelah terkena rudal Iran di Selat Hormuz, Iran, 11 Maret 2026 . – (EPA/ROYAL THAI NAVY)

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Perang Iran vs Amerika Hari ke-66: Ancaman Serangan Efek Selat Hormuz Mengancam Pasukan Trump

    By adm_imr8 Mei 20261 Views

    14 Poin Proposal Iran ke AS Akhiri Perang dan Atur Selat Hormuz

    By adm_imr7 Mei 20262 Views

    Menteri Pertahanan Jepang Kunjungi Kemhan, Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan

    By adm_imr7 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Persipura dan Adhyaksa FC Berebut Tiket Promosi Liga Super

    8 Mei 2026

    Perang Iran vs Amerika Hari ke-66: Ancaman Serangan Efek Selat Hormuz Mengancam Pasukan Trump

    8 Mei 2026

    Kompolnas Dukung Larangan Live Streaming Media Sosial bagi Personel Polri saat Bertugas

    8 Mei 2026

    Kinerja emiten batubara bervariasi di kuartal I-2026, ini yang paling menguntungkan

    8 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?