Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Wall balls: latihan kardio dan kekuatan yang menguji kemampuan

    26 April 2026

    Buka Rahasia Chat Teuku Rassya, Nurah Pasya Bocorkan Alasan Tamara Bleszynski Tidak Ingin Bertemu

    26 April 2026

    Masjid Jami Gresik, Saksi Perkembangan Islam di Pesisir Jawa Sejak 1458

    26 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 26 April 2026
    Trending
    • Wall balls: latihan kardio dan kekuatan yang menguji kemampuan
    • Buka Rahasia Chat Teuku Rassya, Nurah Pasya Bocorkan Alasan Tamara Bleszynski Tidak Ingin Bertemu
    • Masjid Jami Gresik, Saksi Perkembangan Islam di Pesisir Jawa Sejak 1458
    • Kinerja Jayamas Medica (OMED) Mengesankan, Cek Rekomendasi Sahamnya
    • Beredar sebagai pembeli, polisi tangkap pasangan pengedar sabu di Palembang, 96 gram disita
    • Pembelian Minyakita di Malang Dibatasi 2 Liter, Bulog Ajukan Tambahan Harga dan Stok
    • 5 cara menikmati makanan lezat dengan harga terjangkau
    • Itinerary 3 Hari 2 Malam di Ha Long Bay Mulai Rp5,5 Juta
    • Lim Ji Yeon Kembali di Mei 2026 dengan 3 Drama dan Film Fantasi!
    • Iran Melindungi Houthi, Ancaman ke Amerika: Selat Bab al-Mandeb Akan Ditutup!
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Tubuh manusia memancarkan cahaya, temuan ilmiah bukan mistis

    Tubuh manusia memancarkan cahaya, temuan ilmiah bukan mistis

    adm_imradm_imr11 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penemuan Menarik: Hidup Memancarkan Cahaya

    Sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa hidup memang memancarkan cahaya. Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Calgary dan National Research Council of Canada mengungkapkan bukti fisik langsung bahwa makhluk hidup menghasilkan pancaran cahaya sangat lemah yang dikenal sebagai biophoton. Pancaran cahaya ini berhenti saat kematian terjadi.

    Dalam eksperimen, para ilmuwan mengamati bahwa “cahaya kehidupan” tersebut lenyap seiring berhentinya proses biologis. Hal ini membuka kemungkinan bahwa tubuh manusia pun sebenarnya bercahaya selama masih hidup.

    Meski terdengar seperti sains fiksi, temuan ini justru berakar pada pengukuran fisika yang ketat dan dapat diverifikasi secara ilmiah. Penelitian ini diterbitkan dalam The Journal of Physical Chemistry Letters pada Mei 2025.

    Biophoton dan Proses Biologis

    Secara ilmiah, konsep biophoton masih tergolong kontroversial, tetapi tidak tanpa pijakan riset. Sejumlah proses biologis sudah lama diketahui mampu menghasilkan cahaya melalui mekanisme kimia tertentu, seperti kemiluminesensi.

    Selama beberapa dekade terakhir, para peneliti juga mencatat adanya pancaran cahaya spontan dari sel hidup dengan panjang gelombang sekitar 200 hingga 1.000 nanometer. Fenomena ini teramati pada berbagai sistem biologis yang sangat beragam, mulai dari jaringan jantung sapi hingga koloni bakteri, meskipun intensitasnya sangat lemah dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

    Salah satu kandidat terkuat sebagai sumber pancaran ini adalah aktivitas reactive oxygen species (ROS). Ini merupakan molekul reaktif yang secara alami diproduksi sel saat mengalami stres, seperti paparan panas, racun, patogen, atau kekurangan nutrisi.

    Ketika ROS bereaksi dengan lemak dan protein di dalam sel, elektron bisa terdorong ke tingkat energi yang lebih tinggi. Saat elektron tersebut kembali ke kondisi stabil, energi dilepaskan dalam bentuk foton. Kilatan cahaya mikroskopis inilah yang diduga menjadi jejak fisik dari proses metabolisme dan kehidupan di tingkat sel.

    Eksperimen pada Tikus dan Tumbuhan

    Untuk memastikan apakah fenomena biophoton tidak hanya terjadi pada jaringan atau sel terisolasi, tetapi juga pada organisme utuh, para peneliti melakukan eksperimen pada tikus hidup. Mereka menggunakan kamera sangat sensitif, yakni electron-multiplying charge-coupled device (EMCCD) dan charge-coupled device (CCD).

    Kamera ini mampu menangkap pancaran cahaya paling lemah sekalipun. Dengan teknologi ini, tim peneliti membandingkan emisi cahaya dari tubuh tikus secara utuh saat masih hidup dan setelah mati.

    Sebanyak empat ekor tikus ditempatkan satu per satu di dalam kotak gelap total dan direkam selama satu jam dalam kondisi hidup. Setelah itu, tikus-tikus tersebut dieutanasia dan kembali direkam selama satu jam berikutnya.

    Menariknya, tubuh tikus tetap dijaga pada suhu normal tubuh bahkan setelah kematian, untuk memastikan panas tidak memengaruhi hasil pengamatan. Hasil perbandingan inilah yang kemudian menjadi dasar kuat bahwa pancaran cahaya tersebut benar-benar terkait dengan proses biologis kehidupan.

    Cahaya Meredup Setelah Kematian

    Para peneliti berhasil menangkap foton individual dalam spektrum cahaya tampak yang dipancarkan oleh sel-sel tikus, baik sebelum maupun sesudah kematian. Namun jumlahnya berbeda drastis. Setelah tikus dieutanasia, tingkat ultraweak photon emission (UPE) turun signifikan, menunjukkan bahwa pancaran cahaya tersebut sangat terkait dengan proses biologis yang hanya aktif saat organisme masih hidup.

    Pola serupa juga terlihat pada eksperimen tanaman. Daun thale cress (Arabidopsis thaliana) dan dwarf umbrella tree (Heptapleurum arboricola) menunjukkan perubahan emisi cahaya yang jelas ketika diberi stres, baik berupa luka fisik maupun paparan bahan kimia.

    Respons ini memperkuat dugaan bahwa reactive oxygen species berperan besar dalam menghasilkan cahaya redup tersebut. Saat stres biologis meningkat, cahaya ikut berubah, dan ketika kehidupan berhenti, pancaran itu pun memudar.

    Temuan ini memberikan kemungkinan baru dalam memahami kondisi tubuh dari sudut pandang yang berbeda. Di masa depan, pancaran cahaya paling samar dari sel yang sedang mengalami stres mungkin bisa menjadi penanda objektif tentang seberapa sehat tubuh kita.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Wall balls: latihan kardio dan kekuatan yang menguji kemampuan

    By adm_imr26 April 20261 Views

    Ramalan Kesehatan Zodiak Besok Minggu 19 April: Leo Tersinggung, Sagitarius Makan Biji Labu

    By adm_imr26 April 20260 Views

    Pelajaran Kesembuhan Yulia Baltschun: Bangkit Setelah Dikhianati

    By adm_imr26 April 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Wall balls: latihan kardio dan kekuatan yang menguji kemampuan

    26 April 2026

    Buka Rahasia Chat Teuku Rassya, Nurah Pasya Bocorkan Alasan Tamara Bleszynski Tidak Ingin Bertemu

    26 April 2026

    Masjid Jami Gresik, Saksi Perkembangan Islam di Pesisir Jawa Sejak 1458

    26 April 2026

    Kinerja Jayamas Medica (OMED) Mengesankan, Cek Rekomendasi Sahamnya

    26 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?