Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Hyundai IONIQ 9 RWD Hadir di GIIAS 2026, Ideal untuk Keluarga

    4 Agustus 2026

    Tim Dokter Tifa Siapkan Kejutan Hadapi Dakwaan Baru Kasus Ijazah Jokowi

    4 Agustus 2026

    Tak Adil Persebaya Harus Bermain Jauh! Tavares Ingin Semifinal Piala Presiden 2026 di GBT

    4 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 5 Agustus 2026
    Trending
    • Hyundai IONIQ 9 RWD Hadir di GIIAS 2026, Ideal untuk Keluarga
    • Tim Dokter Tifa Siapkan Kejutan Hadapi Dakwaan Baru Kasus Ijazah Jokowi
    • Tak Adil Persebaya Harus Bermain Jauh! Tavares Ingin Semifinal Piala Presiden 2026 di GBT
    • 6 Bantuan Sosial Cair Agustus 2026: Jadwal dan Cara Cek
    • Uji urine mendadak di tempat hiburan Cirebon, ratusan orang diperiksa, polisi temukan ini
    • Opini: Bisakah Islam Jadi Agama Masa Depan?
    • Pemkot Yogya Perluas Imunisasi HPV, Kini Sasar Anak Laki-Laki
    • Promo Indomaret Agustus 2026: Nasi Kebuli Ayam Saikoro Rp25.500
    • 10 Destinasi Wisata Menarik di Cameron Highlands Malaysia
    • Festival Bunga dan Buah Tanah Karo: Pawai Kendaraan Hias yang Memukau
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Uncategorized»Wali Murid Dibebani Rp 400 Ribu Saat Anak Pindah Sekolah, Operator Akui Bagi-bagi ke Dispora

    Wali Murid Dibebani Rp 400 Ribu Saat Anak Pindah Sekolah, Operator Akui Bagi-bagi ke Dispora

    adm_imradm_imr16 Februari 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kasus Dugaan Pungli di SD Negeri 1 Banyumas

    Sebuah kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh petugas operator sekolah terungkap di SD Negeri 1 Banyumas, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, Banten. Peristiwa ini menimpa seorang siswa yang pindah dari madrasah di Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, ke SD Negeri 1 Banyumas. Orangtua siswa tersebut, yang dikenal dengan inisial E, mengaku dimintai uang sebesar Rp500 ribu oleh oknum operator sekolah berinisial O.

    Kronologi Pungli Versi Wali Murid

    Anak E pindah ke SD Negeri 1 Banyumas saat duduk di kelas V dan sudah mengikuti pembelajaran selama satu semester hingga naik ke kelas VI. Namun, sebelum lulus, muncul masalah administrasi yang disebut belum lengkap dari pihak madrasah asal. Menurut E, anaknya sudah mengikuti proses belajar dan nilai rapornya telah diberikan.

    Setelah mendapatkan informasi tersebut, E mencari tahu cara agar data anaknya bisa diperbaiki. Namun, oknum operator sekolah justru meminta uang sebesar Rp500 ribu. Uang tersebut dibagi menjadi tiga bagian: Rp100 ribu untuk Kecamatan, Rp200 ribu untuk Dinas, dan Rp100 ribu untuk operator sekolah.

    E merasa khawatir karena kondisi ini bisa memengaruhi mental anaknya. Ia juga menyatakan bahwa keluarganya termasuk dalam kategori kurang mampu. Dalam rekaman voice note pesan WhatsApp, oknum operator tersebut menyebut bahwa biaya perpindahan sekolah adalah hal biasa dan hanya dimaksudkan untuk biaya operasional seperti bensin, kopi, dan rokok.

    Tanggapan Kepala Sekolah

    Kepala Sekolah Madrasah Cileles, Otong Syafei, menegaskan bahwa pihaknya telah mengeluarkan data siswa anak dari orangtua E saat mengajukan kepindahan. “Kalau dari kami sudah mengeluarkan data siswa itu saat masih kelas V,” katanya.

    Ia juga menyatakan bahwa data EMIS dari Kementerian Agama telah dikirimkan kepada SD Negeri 1 Banyumas. Namun, ia heran karena orangtua siswa justru diminta uang. “Saya tidak tahu kenapa mereka diminta uang,” ujarnya.

    Penjelasan dari Kormin Wilayah

    Ketua Koordinator Administrasi (Kormin) Pendidikan wilayah Kecamatan Bojong, Topan Subhi, buka suara setelah namanya terseret dalam dugaan penerimaan uang hasil pungli. Ia menegaskan bahwa selama menjabat sebagai Kormin, dirinya tidak pernah meminta atau menyarankan adanya jatah atau setor kepada sekolah.

    “Saya tidak pernah menyarankan yang berkaitan dengan pungli di sekolah. Karena kita tugas harus memberikan pelayanan yang baik, bukan meminta imbalan,” ujarnya.

    Topan juga membantah jika dirinya menerima uang setoran dari oknum operator SD Negeri 1 Banyumas tersebut. “Justru nama baik saya dicemarkan oleh orang yang bersangkutan,” katanya.

    Ia menyebut bahwa oknum operator tersebut adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain itu, ia menduga bahwa persoalan ini sering terjadi di lingkungan sekolah saat mengurus perpindahan siswa.

    Berita Lain: SMKN 1 Ponorogo

    Selain kasus di SD Negeri 1 Banyumas, terdapat pula dugaan pungli di SMKN 1 Ponorogo. Pihak sekolah dan komite menyatakan bahwa sumbangan partisipasi bukanlah kewajiban. Sumbangan tersebut bersifat sukarela dan tidak ada paksaan.

    Wakasek Humas SMKN 1 Ponorogo, Ribowo Abdul Latif, menjelaskan bahwa sumbangan ini muncul dari rapat pleno antara komite sekolah dan wali murid kelas X. Nominal yang disepakati adalah Rp1,4 juta, tetapi tidak semua wali murid harus membayar sesuai kemampuan.

    Anggota Komite SMKN 1 Ponorogo, Sumani, menyatakan bahwa komite telah melakukan rapat pleno dan menanyakan kepada wali murid tentang program pembangunan sekolah. Ia menegaskan bahwa tidak ada ketentuan pasti mengenai jumlah sumbangan.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kecelakaan maut antara mahasiswa KKN dan truk BBM di Batulicin, 7 tewas

    By adm_imr3 Agustus 20261 Views

    Kekayaan staf KPK tersangka pemerasan bupati Pemalang jauh dari uang panas yang diminta

    By adm_imr3 Agustus 20261 Views

    Berita Arema FC Terkini: Fisik Memuaskan Jelang Piala Presiden 2026, Profil Abyan-Azmiy

    By adm_imr9 Juli 20266 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Hyundai IONIQ 9 RWD Hadir di GIIAS 2026, Ideal untuk Keluarga

    4 Agustus 2026

    Tim Dokter Tifa Siapkan Kejutan Hadapi Dakwaan Baru Kasus Ijazah Jokowi

    4 Agustus 2026

    Tak Adil Persebaya Harus Bermain Jauh! Tavares Ingin Semifinal Piala Presiden 2026 di GBT

    4 Agustus 2026

    6 Bantuan Sosial Cair Agustus 2026: Jadwal dan Cara Cek

    4 Agustus 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?