Sistem Penerimaan Murid Baru di MTsN 1 Malang Tahun Ajaran 2026/2027
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Malang, yang berada di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, telah berlangsung. Dari total pendaftar sebanyak 480 calon siswa, hanya 320 orang yang diterima. Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia SPMB MTsN 1 Malang, Handik Kusmanto.
Jalur Pendaftaran yang Tersedia
MTsN 1 Malang menawarkan tiga jalur pendaftaran untuk siswa baru. Pertama, jalur prestasi dan undangan yang dibuka pada periode 19–28 Januari 2026. Kedua, jalur reguler yang mulai dibuka pada tanggal 6–16 April 2026. Setiap jalur memiliki kriteria khusus yang harus dipenuhi oleh para calon pendaftar.
Handik menjelaskan bahwa untuk jalur prestasi, kriterianya meliputi prestasi akademik atau non-akademik minimal juara harapan 3 tingkat kabupaten/kota dari lomba yang diselenggarakan Kementerian Agama atau Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Selain itu, peringkat kelas di masing-masing sekolah juga menjadi pertimbangan. Misalnya, jika jumlah siswa di kelas kurang dari 10 anak, hanya siswa dengan peringkat 1 yang bisa mendaftar. Jika jumlah siswa di kelas VI mencapai 20 anak, maka hanya siswa peringkat 1 dan 2 yang berhak mendaftar.
Kriteria Jalur Undangan
Untuk jalur undangan, kriterianya lebih ketat. Calon pendaftar harus memiliki prestasi akademik atau non-akademik seperti juara 1 tingkat kabupaten/kota atau juara 1, 2, dan 3 tingkat provinsi. Selain itu, madrasah juga memberikan kesempatan bagi siswa yang hafal minimal 5 juz Al Quran.
“Kita juga memiliki jalur undangan khusus, misalnya anak berprestasi namun yatim piatu. Mereka akan diberi undangan secara langsung,” ujarnya. Jalur undangan ini tidak memerlukan biaya apapun hingga siswa lulus.
Jumlah Pendaftar dan Kuota yang Diterima
Dari total pendaftar di ketiga jalur tersebut, sebanyak 161 siswa mengikuti jalur prestasi dan undangan. Sementara itu, jalur reguler dibuka pada 6–16 April 2026. Total pendaftar di ketiga jalur mencapai 487 anak. Namun, hanya 320 siswa yang diterima sesuai kuota yang ditentukan. Mereka terbagi ke dalam sepuluh rombongan belajar (rombel).
Perkembangan Jumlah Pendaftar
Jumlah pendaftar di MTsN 1 Malang setiap tahun ajaran baru biasanya berkisar antara 450–500 orang. Namun, selama masa pandemi Covid-19 pada tahun 2020–2021, jumlah pendaftar mengalami penurunan sebesar 20 persen. “Dulu sebelum pandemi, rata-rata 450–500 pendaftar. Pas pandemi menurun karena proses pembelajaran daring membuat orang ragu memilih sekolah,” jelas Handik.
Setelah situasi membaik, jumlah pendaftar kembali meningkat dan dua tahun terakhir sudah kembali normal.
Faktor yang Membuat MTsN 1 Malang Disukai
Menurut Handik, salah satu alasan mengapa banyak orang tua memilih MTsN 1 Malang adalah kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan. Sekolah ini mengutamakan pelayanan bagi siswa, baik dari segi akademik maupun non-akademik serta keagamaan.
“Standar pelayanan minimal harus terpenuhi dulu, karena kita memberikan kurikulum sesuai standar Madrasah Tsanawiyah. Kami juga memiliki pembiasaan ubudiyah, seperti mengaji, salat dhuha, dan salat jamaah,” tambahnya.
Program Unggulan dan Ekstrakurikuler
MTsN 1 Malang menawarkan tiga program unggulan, yaitu Kelas Olimpiade untuk siswa berpotensi di bidang Matematika, IPA, dan IPS; Kelas Bilingual untuk siswa berpotensi di bidang Bahasa Inggris dan Arab; serta Kelas Agama untuk siswa berpotensi di bidang Tahfiz Al Quran dan membaca kitab.
Selain itu, terdapat 30 cabang ekstrakurikuler yang mencakup seni, olahraga, olimpiade, dan riset. “Ini yang membuat siswa tidak hanya menerima standar layanan minimal, tapi juga mendapatkan tambahan-tambahan yang bermanfaat,” ujarnya.
Rencana Penambahan Rombel
Meskipun antusiasme tinggi, pihak sekolah belum berencana menambah rombel dalam waktu dekat. Hal ini dikarenakan harus memperhatikan kondisi sarana dan prasarana yang memadai. “Kami masih fokus pada pelayanan yang diberikan. Jika kondisi memungkinkan, penambahan rombel bisa dilakukan dalam 1–2 tahun ke depan,” imbuhnya.







