Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Daftar saham paling terkonsentrasi di BEI: BREN, RLCO, DSSA, AGII

    6 April 2026

    Niat Sholat Tabah: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya Lengkap

    6 April 2026

    Mengintip Prospek Saham Kendaraan Listrik ASII, VKTR, dan IMAS di Tengah Isu BBM

    6 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 6 April 2026
    Trending
    • Daftar saham paling terkonsentrasi di BEI: BREN, RLCO, DSSA, AGII
    • Niat Sholat Tabah: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya Lengkap
    • Mengintip Prospek Saham Kendaraan Listrik ASII, VKTR, dan IMAS di Tengah Isu BBM
    • Kru Kapal Nazila 05 yang Tenggelam di Perairan Utara Taliabu
    • Tekan BBM Tanpa WFH, DPRD Sidoarjo Dorong Transportasi Umum untuk ASN
    • Pencarian Bocah Hilang di DAM Colo Karanganyar, Relawan Sisir 4 Titik Air
    • Mensos Sosialisasi Digitalisasi Bansos di Kabupaten Malang untuk Data yang Lebih Akurat
    • 7 cara meningkatkan kesehatan usus, jangan lewatkan
    • Drama Ikan Lele Mentah MBG
    • Klasemen dan Top Skor Final Empat Proliga: Petrokimia dan Popsivo Incar JEP, Voronkova Meledak
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Ekspor Anggur Prancis Merosot ke Level Terendah dalam 25 Tahun

    Ekspor Anggur Prancis Merosot ke Level Terendah dalam 25 Tahun

    adm_imradm_imr18 Februari 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penurunan Ekspor Minuman Beralkohol Prancis

    Federasi Eksportir Wine dan Spirits Prancis (FEVS) melaporkan bahwa volume ekspor minuman beralkohol asal Prancis mengalami penurunan tajam hingga mencapai level terendah dalam 25 tahun terakhir. Data tahunan menunjukkan bahwa hambatan perdagangan global dan kondisi ekonomi yang buruk telah memicu penurunan permintaan di pasar internasional sepanjang 2025.

    Laporan tersebut menyoroti dampak buruk dari kebijakan tarif baru di Amerika Serikat (AS) dan bea masuk anti-dumping di China. Kondisi ini secara langsung menekan margin keuntungan serta volume pengiriman para produsen. Selain itu, penguatan nilai tukar euro membuat harga produk menjadi lebih mahal bagi konsumen global, sehingga menghambat proses pemulihan industri.

    Ekspor Wine Prancis ke AS dan China Anjlok Akibat Perang Tarif

    Penurunan tajam pada pasar Amerika Serikat dipicu oleh penerapan tarif tinggi dan ketidakpastian politik yang membuat volume pengiriman jatuh di bawah 30 juta peti. Nilai transaksi anjlok sebesar 21 persen menjadi 3 miliar euro (Rp59,8 triliun) akibat ancaman kenaikan tarif hingga 200 persen dari kepemimpinan Donald Trump. Situasi ini diperparah oleh penguatan euro yang membuat harga produk Prancis kurang kompetitif, serta perilaku konsumen yang menahan diri setelah melakukan penimbunan stok pada akhir 2024.

    Ketua FEVS, Gabriel Picard memperingatkan adanya risiko koreksi pasar yang berkepanjangan bagi para eksportir.

    “Terdapat penurunan nyata di Amerika Serikat dan koreksi volume mungkin belum cukup. Mungkin kita akan melihat koreksi volume lainnya pada tahun 2026,” kata Picard, dilansir Business Times.

    Sementara itu, pasar China juga memberikan tekanan berat dengan penurunan nilai ekspor sebesar 20 persen menjadi 767 juta euro (Rp15,3 triliun). Hal ini terjadi setelah Beijing menerapkan bea masuk anti-dumping sebagai balasan atas sengketa dagang dengan Uni Eropa. Kebijakan tersebut menyasar produk unggulan seperti cognac dan armagnac, yang menyebabkan penghentian momentum pertumbuhan sektor minuman mewah Prancis di wilayah tersebut. Picard menegaskan konflik politik ini telah mengubah peta perdagangan secara permanen.

    “Ketegangan geopolitik antara Prancis dan China menandai berakhirnya cognac di Tiongkok. Sekarang, menghentikan sesuatu tidak memakan waktu lama, tetapi membangunnya kembali membutuhkan waktu yang sangat lama,” katanya, dilansir The Independent.

    Ekspor Wine dan Spirits Prancis Merosot ke Level Terendah Sejak Awal Abad ke-21

    Total volume ekspor wine dan spirits Prancis pada tahun 2025 merosot sebesar 3 persen menjadi 168 juta peti, yang merupakan angka terendah sejak awal abad ke-21. Nilai total ekspor juga jatuh 8 persen menjadi 14,3 miliar euro (Rp285,5 triliun). Penurunan nilai yang lebih tajam dibandingkan volume ini menunjukkan adanya tekanan harga yang kuat serta pergeseran konsumen global ke produk yang lebih murah akibat hilangnya pangsa pasar produk premium di wilayah konflik perdagangan.

    Kondisi tersebut sangat kontras dengan rekor tahun 2022, saat nilai ekspor sempat menyentuh 17,2 miliar euro (Rp343,4 triliun). Presiden FEVS, Gabriel Picard, menjelaskan bahwa akumulasi tantangan eksternal telah membebani performa keuangan sektor ini di pasar dunia.

    “Ketegangan geopolitik, konflik perdagangan, fluktuasi nilai tukar, dan juga hilangnya kepercayaan rumah tangga telah membebani ekspor kami,” ujar Picard, dilansir Investing.

    Kemerosotan ini menyebabkan industri wine dan spirits turun peringkat menjadi penyumbang surplus perdagangan terbesar ketiga bagi Prancis, di bawah industri kedirgantaraan dan kosmetik. Penurunan selama tiga tahun berturut-turut ini memperlihatkan kerentanan sektor agribisnis terhadap kebijakan proteksionisme global. Meskipun menghadapi hambatan besar dari tarif perdagangan Amerika Serikat dan China, sektor ini tetap dianggap memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi nasional.

    Industri Wine Prancis Lirik Pasar Asia Tenggara dan India di Tengah Ketidakpastian Global

    Di tengah lesunya pasar tradisional, industri wine dan spirits Prancis mulai melihat peluang di pasar berkembang seperti Asia Tenggara dan Afrika. Vietnam mencatatkan pertumbuhan nilai sebesar 5 persen, sementara Filipina melonjak signifikan hingga 20 persen. Pertumbuhan ini, ditambah dengan ketahanan pasar Britania Raya yang mengalami kenaikan volume 3 persen, memberikan harapan bahwa diversifikasi pasar dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat dan China.

    Ketua FEVS, Gabriel Picard mencatat sektor ini kemungkinan besar akan mendapatkan keuntungan dari inisiatif perdagangan baru yang sedang dirintis oleh Uni Eropa. Mengenai peluang tersebut, Picard menyatakan, industri ini diperkirakan akan memetik manfaat dari perjanjian perdagangan baru Uni Eropa dengan India dan blok Mercosur di Amerika Selatan, meskipun ia tetap memperingatkan 2026 akan tetap menjadi periode yang sulit bagi para produsen.

    Namun, proyeksi untuk 2026 masih diselimuti ketidakpastian tinggi karena belum ada tanda-tanda pencabutan tarif dari Amerika Serikat maupun penyelesaian sengketa dengan China. Para pemimpin industri menyadari bahwa pemulihan kemungkinan besar akan bersifat terbatas dan sangat bergantung pada stabilitas nilai tukar serta kebijakan perdagangan internasional. Selain itu, ketersediaan stok dari hasil panen yang bervariasi juga menjadi faktor penentu kemampuan eksportir dalam memenuhi permintaan global.




    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Drama Ikan Lele Mentah MBG

    By adm_imr6 April 20261 Views

    Kronologi Siswa SMK Bangka Pusing dan Mual Usai Makan Burger MBG, Roti Berjamur

    By adm_imr5 April 20263 Views

    7 Makanan yang Membantu Embrio Menempel di Rahim

    By adm_imr5 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Daftar saham paling terkonsentrasi di BEI: BREN, RLCO, DSSA, AGII

    6 April 2026

    Niat Sholat Tabah: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya Lengkap

    6 April 2026

    Mengintip Prospek Saham Kendaraan Listrik ASII, VKTR, dan IMAS di Tengah Isu BBM

    6 April 2026

    Kru Kapal Nazila 05 yang Tenggelam di Perairan Utara Taliabu

    6 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?