Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Harita Nickel tingkatkan SDM Pulau Obi Halmahera Selatan melalui pendidikan berkualitas

    6 April 2026

    Update Terkini: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Trump Kirim Pasukan Penerjun AS

    6 April 2026

    Kapan UTBK SNBT 2026 Dimulai? Ini Skor yang Harus Dicapai Calon Maba!

    6 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 6 April 2026
    Trending
    • Harita Nickel tingkatkan SDM Pulau Obi Halmahera Selatan melalui pendidikan berkualitas
    • Update Terkini: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Trump Kirim Pasukan Penerjun AS
    • Kapan UTBK SNBT 2026 Dimulai? Ini Skor yang Harus Dicapai Calon Maba!
    • Semua Kendaraan Harus Listrik: Dua Tantangan Besar Mewujudkan Ide Prabowo
    • Amsal Sitepu Bocorkan Rencana dengan Istri untuk Promil yang Gagal karena Kasus Korupsi, Menangis
    • Harap Tradisi Rioyo Ketupat di Pekauman Gresik Jadi Cagar Budaya WBTBI
    • Kepentingan Penetapan Ulang Batas Wilayah PascaBencana
    • Gus Ipul Dorong Kades Malang Bangun Puskesos dan Perbarui DTSEN
    • Apakah stres memengaruhi kecepatan ejakulasi?
    • 12 Makanan Superfood dalam Al-Qur’an
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Wisata»Sejarah Lontong: Makanan Pengganti Nasi yang Populer di Solo dan Alat Penyebaran Islam Sunan Kalijaga

    Sejarah Lontong: Makanan Pengganti Nasi yang Populer di Solo dan Alat Penyebaran Islam Sunan Kalijaga

    adm_imradm_imr18 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Lontong, Makanan Tradisional yang Memiliki Makna Mendalam

    Lontong adalah salah satu makanan khas Indonesia yang sangat populer, terutama di Solo sebagai pelengkap berbagai hidangan. Makanan ini terbuat dari beras yang dibungkus daun pisang dan direbus hingga matang. Di Solo Raya, Jawa Tengah, lontong sering digunakan sebagai alternatif nasi dan biasanya disajikan bersama sate ayam, soto, opor, gado-gado, lotek, atau bakso.

    Lontong tidak hanya sekadar pengganti nasi, tetapi juga menjadi bagian penting dari tradisi kuliner di berbagai daerah, termasuk Solo. Bahkan, lontong menjadi sajian wajib menjelang Hari Raya Idul Fitri, melengkapi hidangan lebaran di setiap rumah.

    Asal-Usul Lontong dan Adaptasi Lokal

    Lontong berkembang di masyarakat Jawa sebagai makanan yang sederhana namun memiliki makna mendalam. Ada teori yang menyebut bahwa lontong versi isian sayuran dan ayam, yang dikenal sebagai arem-arem, merupakan adaptasi lokal dari bakcang Tionghoa. Bentuknya dimodifikasi agar halal dan silindris panjang, menyesuaikan selera masyarakat Jawa pasca masuknya Islam ke Nusantara.



    Di Solo, lontong menjadi pendamping utama berbagai hidangan khas seperti sate, opor ayam, rendang, tahu masak, dan gulai kambing. Versi arem-arem juga menjadi bagian dari tradisi makanan lokal yang menggabungkan unsur budaya Tionghoa dengan nilai-nilai keislaman.

    Penyebaran Lontong sebagai Syiar Islam

    Sejarah lontong tak lepas dari penyebaran Islam di Jawa. Catatan sejarah mencatat bahwa pada abad ke-15 dan 16, Sunan Kalijaga, salah satu Wali Songo, menggunakan lontong sebagai sarana syiar Islam. Melalui kuliner ini, nilai-nilai Islam diperkenalkan secara halus kepada masyarakat Jawa.

    Sejak itu, lontong bersama ketupat menyebar ke berbagai daerah di Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura, melalui perantau asal Indonesia. Namun, versi lontong di negara-negara tersebut mengalami modifikasi tersendiri, berbeda dari lontong asli Indonesia.

    Proses Pembuatan Lontong Tradisional

    Membuat lontong terbilang sederhana, namun memerlukan ketelitian. Proses tradisional dimulai dengan mencuci dan merendam beras selama 2–3 jam agar lebih padat setelah dimasak. Daun pisang dipotong, dilayukan di atas api kecil agar lentur, lalu digulung membentuk tabung silinder dan disemat ujungnya dengan lidi.

    Beras kemudian dimasukkan hingga ⅔ bagian tabung, ujung ditutup, dan lontong direbus selama 4–5 jam dengan air yang selalu dijaga agar cukup. Setelah matang, lontong ditiriskan dan didinginkan agar padat. Lontong siap disajikan dengan sayur lodeh, gulai, opor ayam, atau sate, tergantung selera.

    Versi modern di rumah bisa menggunakan pressure cooker untuk mempercepat proses, namun teknik gulung dan perebusan tetap penting untuk mendapatkan tekstur padat dan aroma khas daun pisang.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    7 Tempat Wisata Malang Paling Ikonik 2026 untuk Keluarga dan Pasangan

    By adm_imr6 April 20261 Views

    Jadwal Kapal Pelni Surabaya-Makassar 2026, Tiket Mulai Rp264 Ribu

    By adm_imr6 April 202616 Views

    Kunjungan Wisata Jateng Naik, Dampak Singkat

    By adm_imr6 April 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Harita Nickel tingkatkan SDM Pulau Obi Halmahera Selatan melalui pendidikan berkualitas

    6 April 2026

    Update Terkini: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Trump Kirim Pasukan Penerjun AS

    6 April 2026

    Kapan UTBK SNBT 2026 Dimulai? Ini Skor yang Harus Dicapai Calon Maba!

    6 April 2026

    Semua Kendaraan Harus Listrik: Dua Tantangan Besar Mewujudkan Ide Prabowo

    6 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?