Hasil Imbang AC Milan dan Como dalam Pertandingan Serie A
AC Milan harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Como dalam lanjutan Serie A musim 2025/2026. Pertandingan yang digelar di San Siro pada Rabu (19/2) berakhir dengan skor sama kuat, meskipun Rossoneri sempat tertinggal sebelum akhirnya menyamakan kedudukan lewat gol Rafael Leao.
Sejak awal pertandingan, AC Milan mencoba mengambil inisiatif serangan lebih dulu, tetapi Como tampil solid dan mampu menahan tekanan tuan rumah. Beberapa peluang yang coba diciptakan oleh tim asuhan Massimiliano Allegri berhasil digagalkan kiper Como Jean Butez yang tampil tangguh di bawah mistar gawang.
Como justru berhasil mencuri keunggulan pada menit ke-32 melalui aksi Nico Paz. Gelandang berusia 21 tahun itu melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang mengarah ke tengah gawang dan gagal diantisipasi dengan sempurna oleh kiper AC Milan Mike Maignan. Gol itu membuat tim tamu unggul 1-0 hingga akhir babak pertama.
Memasuki babak kedua, AC Milan meningkatkan intensitas permainan dan mulai lebih agresif dalam menyerang. Pergantian pemain yang dilakukan oleh pelatih Milan Massimiliano Allegri memberikan energi baru di lini depan. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-64 melalui Rafael Leao. Penyerang asal Portugal itu mencetak gol penyeimbang lewat tembakan dari luar kotak penalti setelah memanfaatkan serangan balik cepat. Bola meluncur deras ke sudut atas gawang dan tidak mampu dijangkau Jean Butez.
Setelah gol itu, Milan semakin percaya diri dan terus menekan demi membalikkan keadaan. Beberapa peluang emas tercipta, termasuk tembakan Christian Pulisic yang berhasil diselamatkan kiper Como. Como juga sempat mengancam pada menit-menit akhir melalui percobaan Jesus Rodriguez dan Alex Valle, tetapi Mike Maignan tampil sigap untuk menjaga gawangnya dari kebobolan kedua.
Meski kedua tim saling serang hingga memasuki masa tambahan waktu, tidak ada gol tambahan yang tercipta dan laga pun berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil imbang itu membuat AC Milan tertahan di posisi kedua klasemen dengan 54 poin, selisih 7 poin dengan Inter Milan di Puncak Klasemen. Sementara itu, Como masih berada diposisi keenam dengan 42 poin.
Ketegangan di Akhir Pertandingan
Sebelumnya, ketegangan sebenarnya sempat mewarnai akhir pertandingan yang melibatkan staf Como dan pelatih AC Milan Massimiliano Allegri. Situasi itu bahkan berujung kartu merah bagi kedua pihak setelah terjadi adu argumen.
Pelatih Como Cesc Fabregas kemudian secara terbuka menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang terjadi.
“Saya ingin meminta maaf terlebih dahulu, saya melakukan sesuatu yang tidak saya banggakan dan itu tidak sportif. Kami harus menjaga sikap kami, seperti yang dikatakan Chivu beberapa hari lalu, terutama para pelatih,” ujar Fabregas kepada DAZN Italia.
Menanggapi insiden di pinggir lapangan yang membuatnya dan staf Como sama-sama diusir wasit, Allegri menganggap situasi itu sebagai hal biasa dan berharap tidak berkembang menjadi konflik serius.
“Saelemaekers bereaksi dengan marah, saya mendekat untuk membela pemain saya, lalu seseorang menghampiri saya, tetapi tidak terjadi apa-apa,” jelas Massimiliano Allegri.
Allegri juga menilai hasil imbang yang didapat tidak lepas dari kesalahan timnya sendiri di babak pertama yang berhasil dimanfaatkan Como untuk mencetak gol pembuka. Meskipun demikian, Allegri mengapresiasi respons para pemain AC Milan yang mampu menghindari kekalahan di kandang sendiri.
“Ini bukan pertandingan yang mudah melawan Como, pada babak pertama Como memanfaatkan kesalahan dalam pertandingan yang sebenarnya seimbang. Kesalahan bisa terjadi, tetapi tim kami bereaksi dengan baik dan seharusnya bisa memaksimalkan peluang lain yang kami ciptakan,” ujar Allegri.
Pujian untuk Performa Tim Como
Sementara itu, Fabregas tetap mengapresiasi performa timnya yang mampu tampil disiplin dan tenang menghadapi tekanan di San Siro meski belum berhasil membawa poin penuh. Sang Pelatih menilai Como menunjukkan kualitas permainan yang solid, terutama dalam bertahan menghadapi pemain-pemain kelas dunia AC Milan.
“Ini merupakan pertandingan di mana kiper kami baru benar-benar diuji pada menit ke-70 dan itu menunjukkan betapa baiknya kami bermain. Kami menunjukkan ketenangan dan fokus yang luar biasa dalam atmosfer seperti ini, terutama untuk skuad yang masih muda dan kurang pengalaman,” kata Fabregas.
Fabregas juga memberikan pujian khusus kepada gelandang veteran AC Milan Luka Modric yang dinilai masih tampil luar biasa meski telah berusia 41 tahun.
“Merupakan sebuah kehormatan melihatnya (Luka Modric) bermain. Apa yang bisa Anda katakan? Di usia 41 tahun dan masih bermain di level seperti ini. Anda mencoba menekannya dengan tiga atau empat pemain, dia tidak peduli, dia tetap mengontrol bola dengan sempurna,” ujar Fabregas.







