Berita Internasional Terkini yang Menghebohkan
Dalam sehari terakhir, berbagai peristiwa penting di dunia menarik perhatian publik. Mulai dari konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran hingga kasus kematian WNI di Jepang, serta isu pemilu lokal di Korea Selatan. Berikut adalah rangkuman lengkapnya.
1. Militer AS Menembak Jatuh Dua Drone Iran di Selat Hormuz
Militer Amerika Serikat (AS) mengklaim telah menembak jatuh dua drone serangan Iran di Selat Hormuz pada Minggu (7/6/2026). Hal ini dilakukan karena dinilai mengancam lalu lintas pelayaran internasional. Pernyataan tersebut disampaikan oleh CENTCOM melalui akun media sosial resmi mereka.
Sebelumnya, pasukan AS juga menembak jatuh empat pesawat tak berawak Iran yang dilepaskan ke arah selat tersebut. Mereka kemudian menyerang situs radar pengawasan pantai Iran. Baku tembak antara AS dan Iran memicu pertanyaan tentang masa depan pembicaraan gencatan senjata. Meskipun Presiden Donald Trump baru-baru ini menyiratkan bahwa kesepakatan bisa dicapai dalam beberapa hari.
Pada Sabtu, Iran dilaporkan meluncurkan tujuh rudal balistik dan drone ke arah Bahrain serta Kuwait, yang memicu respons pertahanan udara di kawasan Teluk. CENTCOM mengonfirmasi telah mencegat proyektil tersebut dan menyerang sejumlah situs pengawasan serta radar Iran, termasuk fasilitas di Selat Hormuz.
2. WNI Sri Rahayu Tewas Ditikam di Hokkaido, Jepang
Kepolisian Jepang sedang menyelidiki kasus kematian seorang warga negara Indonesia (WNI), Sri Rahayu (21), yang menjadi korban penikaman di Kota Chitose, Prefektur Hokkaido. Hasil autopsi menunjukkan bahwa penyebab kematian korban adalah syok hemoragik akibat luka tusukan di bagian perut, dada, dan tubuh lainnya.
Polisi telah menangkap Mahamdi Agung Laksana Aji (27), juga warga negara Indonesia, atas dugaan percobaan pembunuhan. Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 21.00 pada 4 Juni 2026 di trotoar kawasan Shinano 1-chome. Seorang pria diduga membawa pisau dan menyerang korban. Petugas polisi dan saksi mencoba menghentikan penusukan, tetapi korban tidak berhasil diselamatkan.
3. Indonesia Diberi Kapal Perusak Kelas Asagiri, Filipina Mendapat Kelas Abukuma
Jepang mulai memperluas kerja sama pertahanan dengan negara-negara Asia Tenggara melalui rencana transfer kapal perang bekas. Indonesia menjadi kandidat penerima kapal pengawal kelas Asagiri, sedangkan Filipina akan menerima kapal kelas Abukuma.
Meski sama-sama merupakan kapal pengawal (destroyer escort), kelas Abukuma dan Asagiri memiliki perbedaan kemampuan signifikan. Kapal kelas Abukuma memiliki bobot sekitar 2.000 ton dan dirancang untuk patroli serta peperangan anti-kapal selam. Sementara itu, kapal kelas Asagiri memiliki bobot sekitar 3.500 ton dan lebih serbaguna dengan kemampuan pertahanan udara yang lebih baik.
4. Pilkada Korea Selatan Kacau Akibat Surat Suara Kurang
Ketua Komisi Pemilihan Nasional Korea Selatan (NEC), Roh Tae-ak, mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas kekurangan surat suara di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) dalam pemilihan lokal. Kejadian ini memicu protes publik dan meningkatkan ketidakpercayaan terhadap proses pemilu.
Di sekitar 50 TPS, surat suara habis dan harus dipasok ulang. Sementara itu, pemungutan suara di 22 TPS lainnya terganggu akibat keterlambatan pengiriman surat suara. Para pemilih harus menunggu berjam-jam hingga larut malam di sejumlah lokasi setelah pemungutan suara resmi ditutup pada pukul 18.00 waktu setempat.
5. Timnas Iran Berangkat ke Meksiko Jelang Piala Dunia
Tim sepak bola Iran untuk Piala Dunia berangkat dari Turki menuju markas latihan mereka di Meksiko. Namun, beberapa anggota rombongan masih belum memiliki visa Amerika Serikat. Tiga pertandingan fase grup yang akan mereka jalani di AS akan digelar akhir bulan ini.
Beberapa staf dan pejabat Iran, termasuk Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Hedayat Mombeini, dan wakil presidennya, Mehdi Mohammad Nabi, masih belum memiliki visa. FFIRI menuduh AS melakukan tindakan balas dendam dengan menolak visa bagi anggota manajerial dan administratif utama tim.







