Bruno Moreira: Peluang Jadi Top Skor Abadi Persebaya Surabaya
Bruno Moreira, kapten Persebaya Surabaya, kembali menunjukkan potensi besar dalam pertandingan terbaru. Dengan lima gol tambahan, peluangnya untuk menjadi top skor abadi di era Super League semakin terbuka. Ia kini hanya terpaut lima gol dari rekor David da Silva yang masih memegang status tertinggi.
Saat ini, Bruno telah mengoleksi 34 gol di era Super League bersama Persebaya Surabaya. Sementara itu, David da Silva mencatatkan 39 gol dalam 43 pertandingan dengan rasio 0,91 gol per laga dan satu gol setiap 86 menit. Meskipun angka tersebut terlihat jauh, Bruno masih memiliki banyak kesempatan untuk mengejar selisih tersebut.
Pertandingan berikutnya akan menjadi momen penting bagi Bruno. Persebaya Surabaya akan menjalani laga melawan Persijap Jepara pada pekan ke-22 Super League 2025/2026. Laga tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini pada 21 Februari mendatang.
Kondisi Tim dan Reaksi Bruno
Persebaya Surabaya datang dengan kondisi kurang ideal setelah kalah dari Bhayangkara FC di pekan sebelumnya. Kekalahan tersebut terasa lebih menyakitkan karena terjadi di hadapan publik sendiri. Bruno ditarik keluar pada menit ke-66 saat Persebaya Surabaya tertinggal 2-1. Ia digantikan oleh Pedro Matos dan tampak kesal hingga melempar botol minuman sebelum duduk di bench.
Reaksi Bruno memicu sorotan, apalagi ia sebagai kapten tim. Sepanjang musim ini, ia selalu tampil penuh dalam 17 laga sebelum momen pergantian tersebut. Namun, pelatih Bernardo Tavares menilai respons sang pemain masih dalam batas wajar.
“Tidak ada pemain yang suka diganti. Kalau dia (Bruno) senang saat ditarik keluar, saya malah tidak suka. Saya akan memarahinya,” ujar Tavares dalam sesi konferensi pers usai laga melawan Bhayangkara FC.
Menurutnya, keputusan mengganti Bruno harus dilakukan demi kebutuhan taktik. “Karena performa Bruno di laga kali ini memang tidak sesuai dengan ekspektasi saya,” tambah mantan pelatih PSM Makassar tersebut.
Statistik Performa Bruno
Secara statistik, kontribusi Bruno musim ini tetap signifikan. Dari 19 pertandingan sebagai starter, ia mengemas tujuh gol dan empat assist dengan total 1.684 menit bermain. Frekuensi golnya tercatat satu setiap 241 menit.
Ia melepaskan rata-rata 1,3 tembakan per laga dengan 0,7 di antaranya tepat sasaran. Peran kreatifnya juga terlihat dari 1,1 operan kunci per pertandingan. Akurasi operannya mencapai 78 persen dengan rata-rata 22,1 umpan sukses per laga.
Di sisi bola panjang, akurasinya menyentuh 61 persen dengan 1,7 umpan sukses. Sementara akurasi umpan silang berada di angka 42 persen dengan rata-rata 0,8 sukses per laga.
Di Sisi Bertahan
Di sisi bertahan, Bruno mencatat 5,7 pemulihan bola per pertandingan. Ia juga membukukan 0,2 sapuan dan 1,7 kali dilewati lawan per laga. Catatan dribelnya jadi salah satu yang paling mencolok. Rata-rata 4,2 dribel sukses per laga dengan efektivitas 81 persen menunjukkan dominasi di sisi kiri lapangan.
Namun, ada catatan yang perlu diperhatikan. Bruno sudah mengoleksi tujuh kartu kuning dari 19 pertandingan musim ini. Jumlah itu membuatnya harus lebih bijak dalam duel dan tekanan emosional. Persebaya Surabaya tentu tak ingin kehilangan kaptennya di momen penting hanya karena akumulasi kartu.
Tantangan Berikutnya
Kini, tantangan berikutnya menanti di Jepara. Laga kontra Persijap bisa menjadi panggung pembuktian sekaligus titik balik performa Bruno. Jika mampu mencetak gol, jarak menuju rekor David da Silva akan semakin tipis.
Lima gol bukan angka mustahil bagi pemain yang masih berusia 26 tahun dan jadi tumpuan tim. Bagi Bonek, Bruno bukan sekadar winger asing. Ia adalah simbol kepemimpinan, determinasi, dan harapan untuk menorehkan sejarah baru.
Andai rekor itu terlampaui, namanya akan tercatat sebagai top skor abadi Persebaya Surabaya era Super League. Dari momen lempar botol hingga peluang memecahkan rekor, kisah Bruno musim ini terasa dramatis dan penuh emosi.







