Daftar Negara yang Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Iran akhirnya merilis daftar negara-negara yang diizinkan melintasi Selat Hormuz. Sebelumnya, selat ini sempat ditutup total oleh Iran sebagai respons terhadap ketegangan geopolitik global. Kini, Iran mulai membuka kembali jalur tersebut secara selektif, hanya kepada negara-negara tertentu.
Selat Hormuz, yang menjadi jalur distribusi energi internasional, kini menjadi panggung tarik-menarik kepentingan antara kekuatan besar. Dampak dari kebijakan ini tidak hanya terasa di tingkat regional, tetapi juga mengguncang stabilitas pasar global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur ini, sehingga gangguan sekecil apa pun langsung memicu lonjakan harga energi.
Iran menyatakan bahwa selat ini tetap terbuka bagi semua negara, kecuali Amerika Serikat dan sekutunya. Dalam surat kepada 176 anggota Organisasi Maritim Internasional, Iran menegaskan bahwa kapal-kapal non-musuh dapat melintas dengan aman, asalkan memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan.
Negara-negara yang telah mendapatkan izin melintasi Selat Hormuz antara lain:
* China
* Rusia
* India
* Pakistan
* Mesir
* Korea Selatan
* Malaysia
* Thailand
China mendapatkan prioritas karena hubungan eratnya dengan Iran serta ketergantungannya terhadap pasokan minyak melalui Selat Hormuz. Bahkan, beberapa kapal yang melintasi jalur ini melakukan pembayaran menggunakan yuan, dengan bantuan perusahaan jasa maritim China sebagai perantara.
India juga berhasil melintasi jalur tersebut setelah melakukan upaya diplomasi. Sementara itu, Pakistan sempat mengalami kendala satu kapal berhasil melintas, sementara kapal lain ditolak karena tidak memenuhi prosedur meskipun kini tetap diakui sebagai negara “sahabat”.
Thailand berhasil mengirim kapal tanker setelah melalui proses negosiasi, bahkan tanpa dikenakan biaya transit. Pada awal konflik, kapal berbendera Thailand sempat mengalami serangan. Namun beberapa minggu kemudian, kapal yang sama berhasil melintasi Selat Hormuz setelah tercapai kesepakatan diplomatik.
Nasib Indonesia dan Kapal Pertamina
Situasi Indonesia masih dalam tahap perkembangan, namun menunjukkan sinyal positif. Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menyatakan bahwa otoritas Iran memberikan respons positif terkait kapal Pertamina yang sempat tertahan di Selat Hormuz. Proses sudah masuk ke tahap teknis dan operasional agar kapal-kapal Indonesia dapat segera melintas dengan aman.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mawengkang, menyampaikan bahwa pembahasan teknis dan operasional antara Indonesia dan Iran tengah berlangsung. Hal ini menyangkut kepentingan nasional yang lebih luas, khususnya dalam menjaga ketahanan energi dan stabilitas pasokan bagi masyarakat.
Daftar Pejabat Baru dalam Reshuffle Kabinet Prabowo
Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet dengan melantik sejumlah menteri dan kepala lembaga baru di Istana Negara, Jakarta. Langkah ini diambil sebagai upaya penguatan konsolidasi politik dan efektivitas kinerja birokrasi di tengah tantangan pemerintahan yang kian dinamis.
Daftar pejabat menteri dan pejabat setingkat menteri yang dilantik antara lain:
* Jumhur Hidayat menjadi Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
* Hanif Faisol menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan
* Dudung Abdurachman menjadi Kepala Staf Kepresidenan
* Muhammad Qodari menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
* Hasan Nasbi menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi
* Abdul Kadir Karding menjadi Kepala Badan Karantina Indonesia
Kecelakaan KRL dengan Kereta Api Argo Bromo
Kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB. Kecelakaan melibatkan Commuter Line dan Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek. Akibat kejadian tersebut, 4 korban meninggal dan puluhan luka-luka.
Petugas gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, Damkar, dan Satpol PP melakukan evakuasi para penumpang yang masih terjebak di gerbong. Beberapa penumpang di dalam gerbong kesulitan mengevakuasi diri karena akses tertutup bangku dan gerbong yang hancur.
VP Public Relations PT KAI (Persero) Anne Purba menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Saat ini, fokus utama adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin.







