Janice Tjen, petenis asal Indonesia, telah menyelesaikan rangkaian turnamen yang diadakan di kawasan Timur Tengah sepanjang bulan Februari 2026. Pengalaman ini memberinya wawasan berharga tentang kompetisi internasional dan memperluas jaringan pengalamannya dalam dunia tenis.
Rangkaian Turnamen di Timur Tengah
Janice mengikuti tiga turnamen dalam Middle East Swing, yaitu Abu Dhabi Open (WTA 500), Qatar Open (WTA 1000), dan Dubai Championships (WTA 1000). Perjalanan ini dilakoninya dalam satu kali perjalanan, memberikan kesempatan bagi Janice untuk menantang lawan-lawan terbaik dunia.
- Di Abu Dhabi Open, Janice berhasil meraih hadiah uang sebesar 28.095 dolar AS atau sekitar 475 juta rupiah. Ia mencapai babak kedua tunggal putri dan semifinal ganda putri bersama Alexandra Eala dari Filipina.
- Di Qatar Open, Janice mencapai babak kedua tunggal putri dan mendapatkan hadiah uang sebesar 26 ribu dolar AS (sekitar 440 juta rupiah).
- Di Dubai Championships, Janice tampil hingga babak ketiga tunggal putri dan babak kedua ganda putri. Dari sini, ia mendapat total hadiah sebesar 57.850 dolar AS atau sekitar 979 juta rupiah.
Jika dijumlahkan, total hadiah yang diraih Janice dari tiga turnamen tersebut mencapai 111.945 dolar AS atau sekitar 1,8 miliar rupiah. Namun, pengalaman yang didapatnya lebih berharga daripada sekadar pemasukan finansial.
Menghadapi Petenis Top Dunia
Sejak awal Februari, Janice memiliki kesempatan untuk bertemu dengan petenis-petenis peringkat 10 besar WTA. Salah satu nama terkenal yang ia hadapi adalah Iga Swiatek, petenis peringkat 2 dunia dan mantan nomor satu. Swiatek merupakan pemain yang telah memenangkan enam gelar Grand Slam, kecuali Australian Open.
Pertandingan antara Janice dan Swiatek terjadi di babak kedua Qatar Open. Meskipun kalah 0-6, 3-6, Janice sempat bangkit dan nyaris menyamakan skor menjadi 4-4. Namun, momentum hilang dan akhirnya kalah.
Swiatek memberikan pujian atas gaya permainan Janice, menyebut bahwa pukulan forehand dan backhand slice-nya mirip dengan Ash Barty, mantan ratu tenis. Hal ini membuat banyak orang membandingkan Janice dengan Barty.
Di Dubai Championships, Janice juga menghadapi Amanda Anisimova, petenis peringkat 6 dunia. Meski sempat unggul 2-0 dalam set kedua, Janice gagal mempertahankan keunggulannya karena kesalahan sendiri. Akhirnya, ia kalah 1-6, 3-6.
Anisimova mengakui bahwa Janice memiliki permainan yang hebat musim ini. “Saya senang bisa melewatinya,” katanya setelah pertandingan.
Pelatih: Setiap Pertandingan adalah Kesempatan Belajar
Christopher Bint, pelatih Janice, menekankan bahwa setiap pertandingan adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang. Ia ingin Janice lebih kuat saat menghadapi lawan-lawan yang bisa memukul secara keras dan konsisten.
“Setiap hari dan setiap pertandingan adalah kesempatan bagi Janice untuk belajar dan mengembangkan permainannya serta dirinya sendiri,” kata Bint. “Setiap lawan berbeda dengan gaya bermain, kekuatan, dan kelemahan masing-masing.”
Bint berharap Janice dapat terus berkompetisi melawan pemain terbaik dunia. Dengan gaya permainan agresifnya, Janice diharapkan mampu meningkatkan performanya di masa depan.
Jadwal Berikutnya
Janice akan kembali berlaga di WTA 500 Merida Open 2026 di Meksiko pada 23 Februari hingga 1 Maret. Dua turnamen WTA 1000 lainnya, yaitu Indian Wells dan Miami Open, akan mengikuti rangkaian Sunshine Swing di Benua Amerika.
Turnamen WTA 1000 wajib diikuti oleh petenis top dunia, dengan nama mereka otomatis masuk dalam daftar peserta hingga batas ranking tertentu. Janice akan terus menjajaki kompetisi internasional untuk meningkatkan posisinya di dunia tenis.







