Film Baru Indonesia “Pelangi di Mars” Siap Tayang Lebaran 2026
Film Indonesia terbaru yang berjudul Pelangi di Mars kini telah siap untuk tayang pada momen Lebaran 2026. Proyek film ini dibawakan oleh sutradara ternama, Upie Guava, dan produser Dendi Reynando. Keduanya memilih waktu yang tepat agar film ini bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Kekhawatiran terhadap Kurangnya Film Anak Lokal di Bioskop
Dendi Reynando mengungkapkan alasan utama ia tertarik menjadi produser film Pelangi di Mars. Ia melihat bahwa saat ini masih sedikit sekali film anak produksi lokal yang tayang di bioskop Indonesia. Hal ini membuatnya merasa perlu untuk menciptakan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi generasi muda.
“Film ini kita sudah inisiasi dari 2020. Kita berangkat dari kegelisahan secara personal bahwa kids and family movie itu under supply di Indonesia. Setiap kita ajak anak-anak ke bioskop, pilihannya gak selalu ada. Kalau pun ada biasanya Hollywood, (film) Indonesia itu mungkin jarang,” ujar Dendi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Upie Guava dan Kekhawatiran Literasi Anak Indonesia
Selain Dendi, Upie Guava juga merasakan kekhawatiran serupa. Sebagai seorang orangtua dan aktif di industri hiburan, ia melihat bahwa literasi untuk anak Indonesia sangat minim. Selain itu, ia juga khawatir dengan banyaknya anak zaman sekarang yang salah memahami konsep menjadi dewasa.
Dari situ, Upie akhirnya terdorong untuk menciptakan film live-action dan animasi Pelangi di Mars. Tujuannya adalah untuk menghidupkan kembali kisah kepahlawanan yang bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia.
“Mungkin pendapat saya sangat subjektif, ya. Saya punya anak, dan melihat sepertinya Indonesia kurang banget literasi yang memantik seorang anak tuh pengin berguna, pengin bermanfaat. Buat mereka (anak-anak) menjadi dewasa itu artinya duit banyak, gak banyak kerja. Mereka gak paham konsep menjadi dewasa itu soal mengabdi, fungsi, bermanfaat. Nah, itu yang saya pribadi sebagai orangtua, sangat saya khawatirkan,” jelas Upie.

Proses Pengerjaan yang Memakan Waktu Hingga Lima Tahun
Proses pembuatan film Pelangi di Mars tidak terjadi dalam waktu singkat. Upie dan Dendi membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk menyelesaikan proyek ini. Upie menjelaskan, mereka menghabiskan tiga tahun pertama untuk membangun studio dan teknologi canggih.
“Bisa dibilang ini film dibuat cukup lama, 5 tahun. Tiga tahunnya kita habiskan untuk membuat pabriknya karena kami merasa teknologi CGI, animation, dan lain-lain, ya kami bikin dulu. Tiga tahun kami R&D, kami melakukan banyak hal yang mungkin tidak semua orang mau melakukannya, dan dua tahun terakhir kita buat film ini,” ungkap Upie.

Selama proses pembuatan, Upie dan Dendi juga didukung oleh sekitar 300 animator dari berbagai animation house. Mereka bekerja sama untuk menciptakan karya yang berkualitas dan menarik.
Persiapan film Pelangi di Mars kini hampir rampung dan siap tayang di bioskop Indonesia pada Lebaran 2026. Bagi yang ingin melihat film ini, harus bersabar hingga tanggal tayang resmi.







