Close Menu
Info Malang Raya
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Berita *Terbaru*
Seni Merawat Silaturahmi di Tengah Menumpuknya Kesibukan Kerja Tanpa Harus Mengorbankan Waktu Istirahat

Seni Merawat Silaturahmi di Tengah Menumpuknya Kesibukan Kerja Tanpa Harus Mengorbankan Waktu Istirahat

31 October 2026
Menjaga Kehangatan Keluarga dengan Menjalin Kedekatan Emosional Bersama Anak di Tengah Kepungan Gawai

Menjaga Kehangatan Keluarga dengan Menjalin Kedekatan Emosional Bersama Anak di Tengah Kepungan Gawai

31 October 2026
Strategi Taktis Membangun Dana Darurat dari Nol Tanpa Mengganggu Kebutuhan Bulanan

Strategi Taktis Membangun Dana Darurat dari Nol Tanpa Mengganggu Kebutuhan Bulanan

31 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
Saturday, 31 October 2026
Trending
  • Seni Merawat Silaturahmi di Tengah Menumpuknya Kesibukan Kerja Tanpa Harus Mengorbankan Waktu Istirahat
  • Menjaga Kehangatan Keluarga dengan Menjalin Kedekatan Emosional Bersama Anak di Tengah Kepungan Gawai
  • Strategi Taktis Membangun Dana Darurat dari Nol Tanpa Mengganggu Kebutuhan Bulanan
  • Panduan Cerdas Memilih Bahan Makanan Segar di Pasar Tradisional untuk Masakan Lezat
  • Strategi Mengelola Stres Kerja Modern Tanpa Mengorbankan Profesionalisme dan Produktivitas Harian
  • Menimbang Kesejahteraan Guru Honorer dan Pertaruhan Kualitas Pendidikan di Sekolah Negeri
  • Rahasia Ketahanan Raksasa Eropa Menjaga Konsistensi Juara di Tengah Himpitan Jadwal Padat
  • Panduan Starter Pack Hobi Populer: Fotografi Analog, Kopi Manual, dan Home Baking Pemula
  • Menepi Sejenak dari Riuh Notifikasi demi Menemukan Kembali Kedamaian Pikiran yang Hilang
  • Seni Mengatur Waktu untuk Pekerja Sibuk Agar Tetap Produktif Tanpa Merasa Kewalahan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
Info Malang RayaInfo Malang Raya
Login
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Info Malang Raya
  • Malang Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Kajian Islam
  • Login
Home»Hiburan»Alasan Dendi Reynando Kurangnya Film Anak Di Mars

Alasan Dendi Reynando Kurangnya Film Anak Di Mars

adm_imradm_imr23 February 20263 Views
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Film Baru Indonesia “Pelangi di Mars” Siap Tayang Lebaran 2026

Film Indonesia terbaru yang berjudul Pelangi di Mars kini telah siap untuk tayang pada momen Lebaran 2026. Proyek film ini dibawakan oleh sutradara ternama, Upie Guava, dan produser Dendi Reynando. Keduanya memilih waktu yang tepat agar film ini bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Kekhawatiran terhadap Kurangnya Film Anak Lokal di Bioskop

Dendi Reynando mengungkapkan alasan utama ia tertarik menjadi produser film Pelangi di Mars. Ia melihat bahwa saat ini masih sedikit sekali film anak produksi lokal yang tayang di bioskop Indonesia. Hal ini membuatnya merasa perlu untuk menciptakan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi generasi muda.

“Film ini kita sudah inisiasi dari 2020. Kita berangkat dari kegelisahan secara personal bahwa kids and family movie itu under supply di Indonesia. Setiap kita ajak anak-anak ke bioskop, pilihannya gak selalu ada. Kalau pun ada biasanya Hollywood, (film) Indonesia itu mungkin jarang,” ujar Dendi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Upie Guava dan Kekhawatiran Literasi Anak Indonesia

Selain Dendi, Upie Guava juga merasakan kekhawatiran serupa. Sebagai seorang orangtua dan aktif di industri hiburan, ia melihat bahwa literasi untuk anak Indonesia sangat minim. Selain itu, ia juga khawatir dengan banyaknya anak zaman sekarang yang salah memahami konsep menjadi dewasa.

Dari situ, Upie akhirnya terdorong untuk menciptakan film live-action dan animasi Pelangi di Mars. Tujuannya adalah untuk menghidupkan kembali kisah kepahlawanan yang bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia.

“Mungkin pendapat saya sangat subjektif, ya. Saya punya anak, dan melihat sepertinya Indonesia kurang banget literasi yang memantik seorang anak tuh pengin berguna, pengin bermanfaat. Buat mereka (anak-anak) menjadi dewasa itu artinya duit banyak, gak banyak kerja. Mereka gak paham konsep menjadi dewasa itu soal mengabdi, fungsi, bermanfaat. Nah, itu yang saya pribadi sebagai orangtua, sangat saya khawatirkan,” jelas Upie.

Proses Pengerjaan yang Memakan Waktu Hingga Lima Tahun

Proses pembuatan film Pelangi di Mars tidak terjadi dalam waktu singkat. Upie dan Dendi membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk menyelesaikan proyek ini. Upie menjelaskan, mereka menghabiskan tiga tahun pertama untuk membangun studio dan teknologi canggih.

“Bisa dibilang ini film dibuat cukup lama, 5 tahun. Tiga tahunnya kita habiskan untuk membuat pabriknya karena kami merasa teknologi CGI, animation, dan lain-lain, ya kami bikin dulu. Tiga tahun kami R&D, kami melakukan banyak hal yang mungkin tidak semua orang mau melakukannya, dan dua tahun terakhir kita buat film ini,” ungkap Upie.

Selama proses pembuatan, Upie dan Dendi juga didukung oleh sekitar 300 animator dari berbagai animation house. Mereka bekerja sama untuk menciptakan karya yang berkualitas dan menarik.

Persiapan film Pelangi di Mars kini hampir rampung dan siap tayang di bioskop Indonesia pada Lebaran 2026. Bagi yang ingin melihat film ini, harus bersabar hingga tanggal tayang resmi.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Berita Terkait

Pernah Berjerawat, Ini 12 Cara Artis Hollywood Mengatasinya

By adm_imr25 August 20262 Views

Sinopsis Film Free Guy 2021: Kehidupan di Dunia Game

By adm_imr25 August 20262 Views

Iran ingatkan negara Teluk: Bantuan ke AS dianggap keterlibatan bersama

By adm_imr24 August 20261 Views
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
Seni Merawat Silaturahmi di Tengah Menumpuknya Kesibukan Kerja Tanpa Harus Mengorbankan Waktu Istirahat

Seni Merawat Silaturahmi di Tengah Menumpuknya Kesibukan Kerja Tanpa Harus Mengorbankan Waktu Istirahat

31 October 2026
Menjaga Kehangatan Keluarga dengan Menjalin Kedekatan Emosional Bersama Anak di Tengah Kepungan Gawai

Menjaga Kehangatan Keluarga dengan Menjalin Kedekatan Emosional Bersama Anak di Tengah Kepungan Gawai

31 October 2026
Strategi Taktis Membangun Dana Darurat dari Nol Tanpa Mengganggu Kebutuhan Bulanan

Strategi Taktis Membangun Dana Darurat dari Nol Tanpa Mengganggu Kebutuhan Bulanan

31 October 2026
Panduan Cerdas Memilih Bahan Makanan Segar di Pasar Tradisional untuk Masakan Lezat

Panduan Cerdas Memilih Bahan Makanan Segar di Pasar Tradisional untuk Masakan Lezat

31 October 2026
Berita Populer

HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

Kota Malang 1 April 2026

Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

29 April 2026

Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

28 February 2026

Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

4 June 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
© 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?