Jadwal Imsakiyah dan Doa Puasa Ramadan 1447 H
Berikut adalah informasi lengkap mengenai jadwal imsakiyah untuk hari Selasa, 24 Februari 2026 di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, dan sekitarnya. Informasi ini dirancang sebagai panduan bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan.
Jadwal Imsakiyah Kabupaten Halmahera Selatan
Tanggal: 24 Februari 2026 (6 Ramadan 1447 H)
- Imsak: 05.12 WIT
- Subuh: 05.24 WIT
- Terbit: 06.36 WIT
- Duha: 07.03 WIT
- Zuhur: 12.47 WIT
- Asar: 16.00 WIT
- Magrib (Buka Puasa): 18.50 WIT
- Isya: 19.59 WIT
Jadwal ini sangat penting untuk memastikan kegiatan beribadah dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dengan mengikuti jadwal ini, masyarakat dapat menjalankan puasa secara teratur dan tepat waktu.
Doa Buka Puasa Ramadan
Rasulullah SAW menekankan pentingnya menyegerakan berbuka puasa ketika waktunya tiba. Beliau biasanya berbuka sebelum menunaikan salat magrib, bukan menunggu hingga salat selesai. Dalam buku Panduan Ramadhan (2007) terbitan Tim Pustaka Muslim, disebutkan bahwa umat Muslim dianjurkan untuk berbuka dengan kurma dan air. Jika tidak tersedia, bisa digantikan dengan makanan manis untuk memulihkan energi.
Doa yang sering dibaca saat berbuka puasa adalah:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
(Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah)
Artinya: “Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah.”
Selain doa tersebut, ada juga doa berbuka puasa yang tersebar di kalangan umat Muslim, yaitu:
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
(Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu)
Namun, doa ini berasal dari hadits yang dianggap lemah. Oleh karena itu, lebih baik menggunakan doa yang shahih seperti yang telah disebutkan di atas.
Doa Niat Puasa Ramadan
Niat merupakan salah satu rukun penting dalam menjalankan puasa. Ada dua jenis bacaan niat, yaitu untuk puasa harian dan puasa sebulan penuh. Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa dalam mazhab Syafi’i, niat puasa harus dibaca setiap hari. Contoh bacaannya adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذَا الْسَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
(Nawaitu shouma ghodin an adha’i fardhi syahri romadhona hadihisshanati lillahi ta’alaa)
Sementara itu, dalam mazhab Maliki, niat puasa bisa dibaca sekali untuk seluruh bulan Ramadan. Contohnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كله ِللهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma syahri ramadhaana kullihi lillaahi ta’aalaa)
Artinya: “Aku niat berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa hal ini diperbolehkan dalam mazhab Maliki, tetapi perlu disesuaikan dengan mazhab yang dianut masing-masing individu.







