Inul Daratista Merasa Prihatin dengan Kasus Nadiem Makarim
Inul Daratista, pedangdut ternama di Indonesia, menunjukkan rasa prihatinnya terhadap kasus hukum yang menimpa mantan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim. Ia mengungkapkan kekecewaannya setelah mendengar bahwa Nadiem dituntut 18 tahun penjara atas dugaan korupsi pengadaan Chromebook.
Dalam unggahan di Instagram Story-nya, Inul menyampaikan dukungan dan doa untuk Nadiem. Ia meminta Nadiem tetap sabar dan tegar dalam menghadapi tantangan ini. Meskipun situasi ini tidak mudah, Inul percaya bahwa Allah akan selalu bersamanya.
“Ini adalah hari yang sangat, sangat, sangat mengecewakan. Mungkin tidak ada kata-kata yang bisa menjelaskan perasaan saya. Jadi, saya bingung. Kenapa? Kenapa tuntutan saya lebih besar daripada pembunuh? Tuntutan saya lebih besar daripada teroris?” ujar Nadiem dalam persidangan.
Inul juga berharap agar Nadiem dapat segera melewati masa sulit ini dan kembali pada jalan yang benar. Ia menegaskan bahwa banyak pihak yang memberikan dukungan dan semangat kepada Nadiem.
Penolakan Inul untuk Masuk Dunia Politik
Di tengah perhatian terhadap kasus Nadiem, Inul juga membuka cerita lama tentang penawaran untuk masuk ke dunia politik. Ia mengaku pernah ditawari oleh beberapa pihak untuk terjun ke panggung politik, namun ia langsung menolak mentah-mentah.
Alasan utama Inul menolak adalah karena takut jika nantinya justru menyakiti hati masyarakat atau tergoda untuk menikmati uang rakyat. Ia juga khawatir akan risiko intrik politik yang bisa membuatnya terjebak dalam kasus hukum di masa depan.
- “R.I.P Makanya dari dulu aku dirayu masuk parlemen dan anggota dewan Ra Sudi-ga mau !”
- “Biar dijanjiin dikasih duit milyaran, sampe dimentorin kalo ga bisa akan diback up dari belakang dan sekolahku yang cuma tamatan SD-SMP bisa dipoles aku ra sudi.”
- “Haram hukume !!!! menyakiti hati rakyat, makan duit rakyat, nyiksa hatine rakyat, bahayanya apalagi kalo jadi tumbal alemooong,” ujarnya.
Inul juga sempat berandai-andai jika dirinya menjadi penegak hukum. Ia mengatakan akan menghukum orang-orang yang memakan uang rakyat. Bahkan, ia menyebut soal karma yang akan dialami oleh mereka yang tidak adil.
- “Nek aku jadi (penegak hukum)? tak babat habis kabeh (semua) tak sikat kabeh..tak kukuti (ambilin semua) kabeh tak entekno (habiskan semua) kabeh yang bikin rakyat nangis darah.”
Kasus Hukum Nadiem Makarim
Seperti yang diketahui, Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook. Jaksa Penuntut Umum meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara disertai denda dan uang pengganti bernilai triliunan rupiah.
Tuntutan ini dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Nadiem merasa kecewa dan sakit hati karena tuntutan yang diberikan padanya lebih berat dari tuntutan dalam kasus pembunuhan maupun terorisme.
“Dan yang lebih menyakiti hati saya, dan ini hal yang saya tidak mengerti karena saya sudah mengabdikan diri saya 9-10 tahun kepada negara ini, bahwa ada uang pengganti. Jadi, tidak cukup saya dimasukkan ke penjara, mereka menggunakan uang pengganti sebesar Rp 4 triliun plus Rp 809 miliar, jadi totalnya itu Rp 5 triliun,” ujar Nadiem.
Ia merasa tidak adil karena telah memberikan pengabdian selama bertahun-tahun, namun justru dihukum dengan tuntutan yang sangat berat. Nadiem berharap agar kasus ini dapat diselesaikan secara adil dan transparan.







