Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 175–176 Kurikulum Merdeka
Buku teks Bahasa Indonesia kelas 10 kurikulum merdeka menyajikan berbagai soal yang menguji pemahaman siswa terhadap berbagai jenis teks. Salah satu topik yang dibahas adalah teks tentang polemik kemunculan puisi esai yang memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat sastra. Berikut ini adalah jawaban lengkap untuk soal-soal yang terdapat di halaman 175–176.
Soal-soal yang Diberikan
Siswa diminta menyelesaikan tujuh soal yang berkaitan dengan teks bacaan. Soal-soal tersebut mencakup berbagai aspek seperti jenis teks, pokok persoalan, alasan pro dan kontra, serta ide pokok dari tiap paragraf dalam teks. Selain itu, siswa juga diminta untuk membuat ringkasan berdasarkan isi teks tersebut.
Jenis Teks dan Alasannya
Soal pertama menanyakan jenis teks yang digunakan dalam teks tersebut. Jawabannya adalah bahwa teks tersebut termasuk ke dalam jenis teks diskusi. Alasannya adalah karena isinya membahas suatu persoalan yang menjadi perdebatan atau mengundang pro/kontradi masyarakat dan diakhiri oleh penutup atau simpulan.
Pokok Persoalan yang Dibahas
Pokok persoalan utama dalam teks tersebut adalah munculnya jenis puisi baru, yaitu puisi esai. Puisi esai dianggap memiliki konsep yang menyalahi dalam ranah puisi Indonesia. Hal ini menjadi dasar perdebatan antara para pendukung dan penentang.
Alasan Polemik atau Kontroversi
Polemik muncul karena penyebutan puisi esai dianggap tidak lazim dan tidak dikenal sebelumnya. Puisi pada dasarnya identik dengan tulisan fiksi dan bersifat imajinatif, sedangkan esai merupakan teks yang bersifat faktual dan realistis. Keduanya dianggap tidak bisa digabungkan, sehingga menimbulkan kontroversi.
Alasan Pendukung Pro
Beberapa pihak mendukung munculnya puisi esai karena mereka melihat kesamaan dengan kondisi puisi di Amerika Serikat sekitar tahun 2006. Saat itu, puisi sulit dipahami dan seakan berada di wilayah yang lain. Munculnya puisi esai dianggap sebagai upaya menjadikan puisi dekat dan mudah dipahami masyarakat umum. Keberadaan catatan kaki juga dianggap sebagai upaya menjelaskan dan mengaitkan isi puisi dengan konteks sosial di luar puisi.
Alasan Penentang Kontra
Pihak yang menentang berargumen bahwa puisi pada dasarnya identik dengan tulisan fiksi dan bersifat imajinatif, sedangkan esai bersifat faktual dan realistis. Keduanya dianggap tidak bisa digabungkan. Selain itu, klaim beberapa pihak sebagai pencipta pertama puisi esai dinilai menyesatkan karena puisi semacam itu sudah ada sejak masa Alexander Pope. Beberapa penyair Indonesia juga pernah menulis puisi dengan tema sosial berbentuk transparan dan memiliki catatan kaki sejenis puisi esai. Masifnya gerakan puisi esai juga dikaitkan dengan adanya pihak tertentu yang menjadi sponsor dan mendanai dengan maksud dan tujuan tertentu seperti popularitas dan elektabilitas.
Ide Pokok Masing-masing Paragraf
Ide pokok dari masing-masing paragraf dalam teks tersebut adalah sebagai berikut:
- Kemunculan puisi esai sebagai puisi jenis baru.
- Pendukung beranggapan bahwa perpuisian Indonesia saat ini mirip dengan kondisi Amerika Serikat sekitar tahun 2006.
- Pendukung bahkan tergerak untuk memunculkan angkatan baru puisi esai selain angkatan yang sudah ada sebelumnya.
- Penentang berargumen bahwa puisi pada dasarnya tulisan fiksi dan imajinatif berbeda dengan esai yang bersifat faktual dan realistis.
- Pro kontra kemunculan puisi esai saat ini memang tak terhindarkan.
Ringkasan Teks
Beberapa tahun lalu muncul puisi esai sebagai puisi jenis baru yang mengundang pro dan kontra. Para pendukung yang pro beranggapan bahwa perpuisian Indonesia saat ini mirip dengan kondisi Amerika Serikat sekitar tahun 2006. Mereka bahkan tergerak untuk memunculkan angkatan baru puisi esai selain angkatan yang sudah ada sebelumnya. Adapun para penentang berargumen bahwa puisi pada dasarnya tulisan fiksi dan imajinatif berbeda dengan esai yang bersifat faktual dan realistis. Pro kontra kemunculan puisi esai saat ini memang tak terhindarkan.







