Bulan Purnama dan Pengaruhnya pada Perilaku Hewan
Bulan purnama telah menjadi sumber inspirasi bagi banyak mitos dan cerita rakyat dari berbagai budaya. Dari legenda serigala yang berubah menjadi siluman hingga fenomena aneh lainnya, bulan purnama sering kali dianggap sebagai penggerak utama kejadian-kejadian misterius. Meskipun ini semua hanya mitos, ternyata bulan purnama memiliki dampak nyata terhadap perilaku hewan di alam liar. Mulai dari cara mereka berburu hingga berkembang biak, banyak spesies telah menyesuaikan diri dengan perubahan cahaya di malam hari.
1. Terumbu Karang Mengadakan Pesta Reproduksi Massal
Setiap Desember, di malam bulan purnama, terumbu karang di sepanjang pantai Australia melepaskan telur dan sperma secara bersamaan dalam jumlah besar. Faktor lingkungan seperti suhu, salinitas, dan ketersediaan makanan memengaruhi proses ini. Namun, penelitian menunjukkan bahwa tingkat cahaya bulan juga berperan penting. Dengan menyinkronkan pelepasan telur dan sperma, terumbu karang meningkatkan peluang pembuahan. Fenomena ini terlihat di berbagai tempat di dunia, tetapi yang paling spektakuler adalah di Australia, di mana gumpalan merah muda yang bergelombang terlihat dari permukaan laut.
2. Lalat Capung di Afrika

Lalat capung di Danau Victoria, Afrika Timur, juga menyinkronkan perkawinannya dengan siklus bulan. Dua hari setelah bulan purnama, lalat ini keluar dari fase larva airnya untuk bereproduksi. Mereka hanya hidup selama satu hingga dua jam, sehingga harus segera kawin dan bertelur. Cahaya bulan membantu mereka menemukan pasangan dan menyelesaikan tugas ini dengan cepat.
3. Burung Nightjar Berburu Lebih Lama

Burung nightjar, yang biasanya berburu serangga di senja dan fajar, memperpanjang waktu berburu mereka saat bulan purnama karena ada lebih banyak cahaya. Setelah bulan purnama berlalu, burung ini memulai migrasi panjang ke Afrika Selatan. Mereka juga memastikan telurnya menetas saat bulan purnama untuk mendapatkan kondisi makan terbaik bagi anak-anaknya.
4. Doodlebug Menggali Lubang Lebih Besar
Doodlebug, serangga yang membuat perangkap dengan menggali lubang, diketahui menggali lubang yang lebih besar selama bulan purnama. Para peneliti menduga hal ini disebabkan oleh mangsanya yang menjadi lebih aktif di bawah cahaya bulan. Usaha ekstra untuk menggali lubang lebih besar menjadi lebih menguntungkan. Namun, diperkirakan ada faktor lain dari siklus bulan yang berperan.
5. Kalajengking Bersinar Biru di Bawah Cahaya Bulan

Kalajengking mengeluarkan cahaya biru di bawah sinar ultraviolet dari cahaya bulan, yang terjadi karena reaksi antara sinar UV dengan protein di tubuh kalajengking. Semakin terang cahayanya, semakin mereka berusaha bersembunyi. Kalajengking lebih aktif saat bulan baru, dan cenderung mencari tempat berlindung di fase bulan lainnya. Peneliti masih belum yakin alasan pasti di balik ini, tetapi ada hipotesis bahwa mangsa mereka lebih banyak tersedia di malam yang lebih gelap.
6. Satwa Liar dan Pasang Surut

Dampak paling nyata dari bulan purnama terhadap Bumi adalah perannya dalam terjadinya pasang surut. Hewan dan tumbuhan yang hidup di habitat pesisir, terutama di tempat-tempat dengan rentang pasang surut yang tinggi, telah beradaptasi untuk hidup di beberapa tempat yang paling bervariasi dan ekstrem di Bumi. Limpet telah beradaptasi untuk hidup di lingkungan intertidal ini dengan menggunakan cangkangnya yang keras untuk melindungi diri dari gelombang dan kekeringan saat air surut. Mereka juga memanfaatkan siklus pasang surut untuk mencari makan.
7. Musang Jadi Jarang Buang Air Kecil

Musang Eropa cenderung lebih sering mengangkat kakinya saat buang air kecil selama bulan baru dibandingkan saat bulan purnama. Buang air dilakukan untuk menandai wilayah, terutama saat hendak kawin. Proses kawin musang bisa berlangsung hingga 90 menit, membuat mereka rentan diserang. Bulan baru memberikan perlindungan lebih dari predator, karena kegelapan yang meningkat. Sebaliknya, selama bulan purnama, mereka lebih berhati-hati karena malam yang lebih terang membuat mereka lebih terlihat oleh predator. Mereka cenderung mengurangi aktivitas mereka selama periode ini, menghindari paparan cahaya yang lebih terang yang dapat membuat mereka rentan terhadap ancaman.
Meskipun masih banyak yang belum dipahami tentang hubungan antara fase bulan dan perilaku hewan, bukti yang ada menunjukkan bahwa bulan purnama memang memiliki pengaruh yang signifikan pada berbagai spesies. Dari burung hingga serangga, hewan-hewan ini telah berevolusi untuk memanfaatkan atau menghindari cahaya bulan demi bertahan hidup.







