Penyebab Tubuh Terasa Lemas Saat Puasa Meski Sudah Sahur Banyak
Banyak orang merasa bingung mengapa tubuh sering terasa lemas saat berpuasa. Padahal, ketika tiba waktu sahur, mereka merasa sudah makan cukup banyak dan bahkan sampai kenyang dengan harapan makanan tersebut bisa menjadi bekal energi untuk aktivitas sehari penuh. Namun, pada kenyataannya, tubuh tetap terasa lesu, ngantuk, atau kurang bertenaga saat menjalankan ibadah puasa.
Kondisi ini sering membuat orang bertanya-tanya, apakah ada yang salah dengan makanan yang dikonsumsi saat sahur atau cara kerja tubuh kita sendiri? Berikut beberapa alasan mengapa kita masih terasa lemas saat puasa meski sudah sahur banyak:
- Tubuh Beralih Memanfaatkan Cadangan Internal Secara Bertahap
Ketika seseorang sedang menjalani ibadah puasa, tubuh tidak menggunakan energi dari makanan sahur secara langsung sepanjang hari. Hal ini karena sebagian besar glukosa dari makanan yang dikonsumsi saat sahur hanya bertahan beberapa jam di dalam darah. Setelah itu, kadar glukosa akan menurun dan tubuh mulai memanfaatkan cadangan glikogen yang tersimpan dalam hati dan otot sebagai sumber energi.
Ketika cadangan glikogen mulai menipis, tubuh mengaktifkan proses gluconeogenesis, yaitu mekanisme pembentukan glukosa baru dari protein dan lemak. Proses ini lebih lambat dibandingkan saat menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Oleh karena itu, tubuh mengalami fase adaptasi selama puasa yang ditandai dengan rasa lemas, lesu, atau kurang bertenaga.
- Penurunan Kadar Gula Darah Membuat Tubuh Kekurangan Energi

Selama puasa, kadar glukosa darah secara alami mengalami penurunan. Ini disebabkan oleh tidak adanya asupan makanan baru ke dalam tubuh, sehingga tubuh harus mengandalkan cadangan energi yang terbatas. Kondisi ini lebih terasa jika makanan sahur didominasi oleh karbohidrat sederhana seperti nasi putih, roti tawar, gula, atau makanan manis lainnya.
Jenis makanan ini mudah diserap oleh tubuh, tetapi juga cepat habis dalam beberapa jam. Penurunan yang cepat ini dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai “energy crash” dan menyebabkan gejala seperti lemas, pusing, sulit berkonsentrasi, dan mengantuk karena otak dan otot tidak mendapatkan pasokan energi yang stabil.
- Dehidrasi Ringan Menyebabkan Kurangnya Volume Darah dan Oksigen

Karena tubuh tidak menerima asupan air selama berpuasa, maka sudah pasti tubuh dalam kondisi dehidrasi. Kondisi ini bisa menjadi penyebab tubuh terasa lemas saat berpuasa meskipun sudah makan banyak saat sahur. Cairan adalah komponen terbesar dan terpenting dalam tubuh untuk menjaga volume darah dan distribusi oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
Ketika tubuh kekurangan cairan, volume plasma darah menurun sehingga aliran oksigen dan nutrisi ke otot dan otak menjadi kurang optimal. Hal ini membuat tubuh bekerja lebih keras untuk mempertahankan fungsi organ vital, yang bisa memicu rasa lelah meskipun asupan makanan saat sahur sudah cukup atau terpenuhi.
- Perubahan Ritme Jam Tidur Mengganggu Produksi Energi

Selama Ramadhan, pola tidur cenderung berubah karena harus bangun lebih awal untuk makan sahur dan tidur lebih larut setelah melakukan ibadah malam seperti tarawih atau tadarus. Perubahan aktivitas di malam hari ini bisa memengaruhi ritme biologis tubuh yang mengatur siklus tidur, produksi hormon, metabolisme, dan total energi untuk keesokan harinya.
Ketika ritme ini terganggu, tubuh tidak dapat mengatur produksi hormon penting seperti kortisol dan melatonin secara optimal. Hormon-hormon ini berperan krusial dalam menjaga energi. Hal ini bisa menyebabkan tubuh terasa lebih lelah meskipun kebutuhan kalori telah terpenuhi dengan baik saat sahur. Selain itu, kondisi ini juga dapat memperlambat metabolisme energi dan menurunkan efisiensi kerja sel dalam menghasilkan energi.
Dengan memahami alasan-alasan di atas, kamu bisa lebih memahami bahwa rasa lemas saat puasa merupakan respons fisiologis yang normal saat tubuh beradaptasi dengan perubahan sumber energi, jumlah cairan, dan ritme biologis dalam tubuh. Dengan strategi yang tepat, puasa tidak hanya bisa dijalani dengan nyaman, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang baik bagi tubuh.










