Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Berita Arema FC Terkini: Kekalahan Dramatis di Kanjuruhan dan Debut Pahit Pandeynuwu

    14 Maret 2026

    Taj Yasin Jelajah SPBU Cek Ketersediaan BBM Jelang Lebaran

    13 Maret 2026

    Berkah Ramadan: Peci Tuban Ludes Pesanan hingga Luar Daerah

    13 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 14 Maret 2026
    Trending
    • Berita Arema FC Terkini: Kekalahan Dramatis di Kanjuruhan dan Debut Pahit Pandeynuwu
    • Taj Yasin Jelajah SPBU Cek Ketersediaan BBM Jelang Lebaran
    • Berkah Ramadan: Peci Tuban Ludes Pesanan hingga Luar Daerah
    • Sopir Truk ODOL Tewaskan Pengendara di Tol Cipularang Jadi Tersangka, Pemilik Kendaraan Terancam?
    • 5 Tips Pilih Toko Online untuk Belanja Aman dan Menyenangkan
    • Pertandingan Panjang 103 Menit, PSM Berhasil Imbangi Malut United 3-3
    • Cuaca Surabaya Hari Ini: Hujan dan Angin, Warga Diimbau Waspada
    • Kolaborasi Pemerintah dan Warga Jadi Kunci Sukses Program MBG Turunkan Stunting
    • Tips minum obat asam lambung saat puasa Ramadan
    • Harga Tiket Pesawat dan Kapal Laut Menjelang Lebaran 2026, Batik Air Palangka Raya-Jakarta Rp6.546.730
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Anies Baswedan Minta Indonesia Mundur dari BoP: Kebebasan Aktif Bukan Artinya Ikut Semua Meja

    Anies Baswedan Minta Indonesia Mundur dari BoP: Kebebasan Aktif Bukan Artinya Ikut Semua Meja

    adm_imradm_imr13 Maret 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peran Indonesia dalam Board of Peace dan Kritik dari Anies Baswedan

    Indonesia, sebagai negara yang lahir dari perjuangan melawan penjajahan, memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga prinsip perdamaian dan kemerdekaan di panggung internasional. Namun, keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), sebuah organisasi internasional yang didirikan oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kini menjadi sorotan.

    Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta dan tokoh politik yang dikenal dengan pendiriannya yang jelas, memberikan komentar terkait hal ini. Ia menilai bahwa keikutsertaan Indonesia dalam BoP dapat mengurangi kredibilitas negara kita dalam menjunjung prinsip perdamaian dan hukum internasional.

    Prinsip Politik Bebas Aktif

    Anies menekankan bahwa politik bebas aktif bukan berarti Indonesia harus ikut serta dalam semua forum atau organisasi internasional. Sebaliknya, ia menilai bahwa politik bebas aktif adalah tentang memilih posisi yang selaras dengan nilai-nilai bangsa, seperti membela kedaulatan, menegakkan hukum internasional, dan melindungi korban penjajahan.

    “Kita tidak bisa hanya mengikuti semua meja tanpa mempertimbangkan prinsip-prinsip dasar yang telah kita janjikan,” ujarnya.

    Menurut Anies, keikutsertaan Indonesia dalam BoP yang dipimpin oleh Trump menimbulkan pertanyaan serius. Jika organisasi tersebut benar-benar bertujuan untuk perdamaian, mengapa pendirinya justru melakukan tindakan yang bertentangan dengan prinsip perdamaian itu sendiri?

    Tindakan Trump yang Mengkhawatirkan

    Trump, yang baru saja memerintahkan serangan udara ke Iran, dianggap oleh Anies sebagai contoh nyata ketidaksejajaran antara tujuan BoP dan tindakan nyata pemimpinnya. Serangan tersebut dilakukan tanpa mandat PBB dan di tengah proses negosiasi yang sedang berlangsung, bahkan menyebabkan korban dari tingkat kepala negara.

    “Bagaimana mungkin sebuah dewan perdamaian bisa tetap berjalan seolah tak terjadi apa-apa, sementara pelopornya sendiri melanggar hukum internasional di depan mata dunia?” tanya Anies.

    Ini menunjukkan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam BoP mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan prinsip yang ingin diwujudkan.

    Keputusan untuk Keluar dari BoP

    Anies menyarankan agar Indonesia segera keluar dari BoP. Ia menilai bahwa langkah ini bukan berarti anti-perdamaian, melainkan bentuk kesetiaan pada prinsip-prinsip bangsa.

    “Keluar dari BoP adalah cara kita menunjukkan bahwa kita tidak ingin menukar warisan The Spirit of Bandung dengan simbol keikutsertaan di sebuah dewan yang bahkan tidak sanggup menyandang namanya sendiri,” ujarnya.

    Ia menekankan bahwa Indonesia harus lebih bijak dalam memilih forum internasional yang diikuti. Dalam situasi seperti ini, penting bagi negara untuk tetap menjaga kredibilitasnya dan tidak terjebak dalam posisi yang tidak sejalan dengan nilai-nilai yang telah diperjuangkan.

    Prabowo dan Peran sebagai Juru Damai

    Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto juga menunjukkan sikap yang berbeda. Ia menyatakan siap menjadi mediator dalam konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Bahkan, ia bersedia melakukan kunjungan langsung ke Teheran untuk menjalankan peran tersebut.

    Namun, pendapat ini tidak sepenuhnya disetujui oleh semua pihak. Salah satu tokoh yang menyampaikan kritik adalah Dian Wirengjurit, mantan Duta Besar RI untuk Iran. Menurut Dian, keterlibatan Indonesia dalam BoP dapat memengaruhi pandangan Iran terhadap netralitas Indonesia.

    Dian menilai bahwa Iran mungkin tidak akan sepenuhnya menerima Indonesia sebagai mediator, karena posisinya yang tergabung dalam organisasi yang dipimpin oleh AS. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan Indonesia dalam mengambil posisi di panggung internasional sangat penting, baik untuk menjaga reputasi maupun hubungan diplomatik dengan negara-negara lain.

    Kesimpulan

    Peran Indonesia dalam Board of Peace dan reaksi dari tokoh-tokoh seperti Anies Baswedan menunjukkan bahwa negara harus lebih hati-hati dalam memilih forum internasional yang diikuti. Kredibilitas dan prinsip bangsa harus tetap dijaga, terlepas dari tekanan atau dorongan dari pihak luar.

    Dengan demikian, langkah keluar dari BoP mungkin menjadi pilihan yang lebih tepat, jika memang tidak sejalan dengan nilai-nilai yang ingin dijunjung Indonesia.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Komisi VIII DPR: Tidak Ada Jemaah Umrah Tertahan di Saudi

    By adm_imr13 Maret 20263 Views

    Indonesia Bergabung dengan BoP Trump, Anies Baswedan: Jalan Damai atau Pembenaran Ketidakadilan?

    By adm_imr13 Maret 202610 Views

    Bahlil: Ragu Prabowo Damai Iran-AS Wajar, Aksi Nyata Segera Dimulai

    By adm_imr12 Maret 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Berita Arema FC Terkini: Kekalahan Dramatis di Kanjuruhan dan Debut Pahit Pandeynuwu

    14 Maret 2026

    Taj Yasin Jelajah SPBU Cek Ketersediaan BBM Jelang Lebaran

    13 Maret 2026

    Berkah Ramadan: Peci Tuban Ludes Pesanan hingga Luar Daerah

    13 Maret 2026

    Sopir Truk ODOL Tewaskan Pengendara di Tol Cipularang Jadi Tersangka, Pemilik Kendaraan Terancam?

    13 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?