Wajib Cek 5 Bagian Ini Jika Ingin Pakai Mobil Tua Untuk Mudik Lebaran
Mudik lebaran adalah tradisi yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Namun, menggunakan mobil tua untuk perjalanan jauh membutuhkan persiapan ekstra agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Berikut adalah lima bagian penting yang harus diperiksa sebelum mudik.
1. Sistem Radiator
Sering ditemui pada mobil tua adalah gejala overheat, untuk itu sistem radiator di mobil-mobil perlu diperhatikan. Sebab jika sistem radiator tidak berfungsi dengan baik, mesin akan mengalami overheat saat mudik. Mesin yang mengalami overheat bisa sampai turun mesin akibat piston yang melengkung dan bisa merusak blok silinder.
Menurut Andi, Owner bengkel Spesialis Toyota Adi karya di BSD Tangerang Selatan, ada lima penyebab mobil mengalami overheat, diantaranya:
* kebocoran air radiato.
* saluran air radiator terhambat.
* thermostat yang sudah rusak.
* water pump yang sudah rusak.
* motor fan radiator lemah atau mati.
2. Selang Power Steering Hidraulis
Bagi mobil tua yang masih memakai sistem power steering jenis hidraulis, perlu untuk mengecek kondisi selang power hidraulis, jika sudah getas atau retak, disarankan langsung ganti saja. Mobil tua yang masih menggunakan sistem power steering hidraulis periksa bagian selang-selangnya, overheat mesin biasanya selang atau penguncinya sudah mulai getas atau retak-retak. Oli di power steering itu ada tekanan jika setir dibelokkan, kalau selangnya sudah jelek, dikhawatirkan bocor.

3. Fuel Pump
Fuel pump atau pompa bensin yang sudah mati atau lemah karena usia, biasanya banyak terjadi di mobil-mobil yang sudah berumur. Fuel pump memiliki fungsi untuk memompa bahan bakar dari tangki ke injektor atau karburator, yang kemudian ke mesin. Gejala fuel pump bermasalah bisa ditandai dengan lampu indikator injeksi berkedip di panel instrumen, atau gejala lain mobil susah dinyalakan bahkan mati mendadak saat dikendarai.

4. Timing Belt
Berbeda dengan mobil sekarang yang sudah menggunakan timing chain, mobil-mobil keluaran lama kebanyakan masih menggunakan timing belt. Kalau mobil yang sudah timing chain sih aman-aman saja, karena usianya sangat panjang, tapi kalau timing belt itu kan pakai karet, ada masa pakainya. Ciri timing belt sudah aus itu sudah ada retakan-retakan di area pinggir timing belt, kalau gitu lebih baik ganti aja. Kalau timing belt sudah putus, mesin mati mendadak, bukan hanya mogok saja, dampak terparahnya kalau timing belt putus tiba-tiba bisa merusak komponen dalam mesin sehingga mesin perlu di-overhaul atau turun mesin.

5. Alternator dan Kelistrikan
Alternator berfungsi atau dynamo ampere merupakan komponen pembangkit listrik, untuk semua komponen yang membutuhkan tenaga listrik, jadi harus berfungsi dengan baik. Cek kondisi alternator, pengisian yang normal kalau mesin mobil kondisi hidup (tegangannya) berkisar di 13 volt. Pastikan juga aki masih dalam kondisi bagus di angka 12 volt saat kondisi mesin mati, dan 13 volt saat kondisi mesin hidup, dan fungsi-fungsi kelistrikan seperti lampu, wiper dan sebagainya berfungsi normal.

Dengan melakukan pemeriksaan pada lima bagian ini, perjalanan mudik lebaran menggunakan mobil tua akan lebih aman dan nyaman. Pastikan semua komponen dalam kondisi baik sebelum memulai perjalanan.








