Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Aturan Baru SD hingga Pengantin Kabur, Viral Terpopuler

    25 Mei 2026

    Jumat, Hari Paling Mulia dalam Islam: Mengapa Disebut Raja Hari?

    25 Mei 2026

    Mengapa Beberapa Orang Berlari Cepat, Sedangkan Lainnya Tidak?

    25 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 25 Mei 2026
    Trending
    • Aturan Baru SD hingga Pengantin Kabur, Viral Terpopuler
    • Jumat, Hari Paling Mulia dalam Islam: Mengapa Disebut Raja Hari?
    • Mengapa Beberapa Orang Berlari Cepat, Sedangkan Lainnya Tidak?
    • Menjelang Idul Adha, Harga Sayuran Sumbar Melonjak di Bengkalis
    • Mega Wisata Umrah Juli-Desember 2026: Aman, Nyaman, dan Pasti 5 Kali
    • 4 Bintang Film Colony Pemenang Baeksang, Akting Mencengangkan!
    • Putin dan Xi: Kekuatan Bersama Menghadapi AS dan Ukraina
    • Ketika Pengajian Berhadapan dengan Dunia Digital
    • MPV atau SUV untuk Mobil Keluarga? Ini Alasannya
    • Setelah Presiden Prabowo ke Miangas, Wapres Gibran Jelajahi Rote
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Mengapa Beberapa Orang Berlari Cepat, Sedangkan Lainnya Tidak?

    Mengapa Beberapa Orang Berlari Cepat, Sedangkan Lainnya Tidak?

    adm_imradm_imr25 Mei 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perbedaan Progres dalam Olahraga Endurance

    Buat pelari, ada satu hal yang mungkin diam-diam bikin membandingkan diri sendiri. Ada orang yang baru mulai lari beberapa bulan, tetapi pace-nya cepat membaik, long run makin jauh, dan tubuhnya terlihat cepat beradaptasi. Di sisi lain, ada juga yang sudah lari rutin, bahkan mengikuti program latihan dengan disiplin, tetapi progresnya terasa lambat dan tidak banyak berubah. Dalam kasus ini, tak jarang seseorang merasa kurang berbakat untuk lari.

    Faktanya, tubuh manusia tidak berkembang dengan kecepatan yang sama. Dalam olahraga endurance seperti lari, progres dipengaruhi banyak hal, mulai dari faktor biologis, riwayat aktivitas fisik, kualitas tidur dan recovery, tingkat stres sehari-hari, pola makan, hingga bagaimana tubuh masing-masing merespons latihan.

    Tubuh Tidak Beradaptasi dengan Kecepatan yang Sama

    Saat kamu mulai rutin berlari, tubuh sebenarnya sedang melakukan banyak penyesuaian. Jantung mulai bekerja lebih efisien. Otot belajar menggunakan oksigen lebih baik. Pembuluh darah bertambah. Mitokondria (“pembangkit energi” dalam sel) meningkat jumlahnya. Namun proses adaptasi ini tidak identik pada setiap orang.

    Menurut penelitian, respons tubuh terhadap latihan endurance sangat bervariasi antar individu. Bahkan ketika program latihannya sama, peningkatan kapasitas aerobik atau VO₂ max bisa berbeda jauh. Ada orang yang tergolong high responder, ada juga yang low responder. Artinya, dua orang bisa menjalani latihan serupa tetapi hasil fisiologisnya berbeda.

    Pengaruh Faktor Genetik

    Genetik punya peran dalam kapasitas aerobik, komposisi serat otot, efisiensi metabolisme, hingga kemampuan pemulihan. Sebagian orang secara alami memiliki VO₂ max lebih tinggi, running economy (seberapa efisien tubuh menggunakan oksigen saat berlari pada kecepatan tertentu) yang lebih baik, atau dominasi serat otot tertentu yang lebih mendukung olahraga endurance.

    Penelitian menunjukkan faktor genetik memengaruhi respons seseorang terhadap latihan aerobik. Namun, penting dipahami bahwa genetik bukan vonis. Genetik mungkin menentukan titik awal dan potensi tertentu, tetapi konsistensi, latihan, tidur, nutrisi, dan pemulihan tetap sangat menentukan perkembangan jangka panjang.

    Riwayat Olahraga Sebelumnya



    Kadang seseorang memang baru mulai lari, tetapi tubuhnya sudah punya modal fondasi fisik dari aktivitas fisik lain. Beberapa orang mungkin dulunya atlet, rutin gym, main sepak bola, bersepeda, atau aktif secara fisik selama bertahun-tahun. Tubuh seperti ini biasanya lebih cepat beradaptasi, lebih kuat menahan beban latihan, dan recovery lebih efisien. Karena itu, progres yang tampak lebih cepat sebenarnya sering dibangun oleh riwayat aktivitas fisik yang panjang.

    Pentingnya Recovery

    Banyak pelari berpikir progres hanya terjadi dari latihan keras, padahal adaptasi justru terjadi saat tubuh beristirahat. Saat kamu tidur cukup dan pemulihan baik otot memperbaiki diri, hormon bekerja optimal, dan tubuh membangun kapasitas baru. Sebaliknya, kurang tidur dan stres kronis dapat mengganggu pemulihan, produksi hormon, performa, bahkan risiko cedera. Tdur memainkan peran penting dalam pemulihan fisik, fungsi metabolisme, dan performa atletik. Itulah sebabnya dua orang dengan volume latihan sama bisa mendapat hasil berbeda jika kualitas recovery mereka berbeda.

    Progres yang Terlalu Cepat Kadang Justru Berisiko

    Di media sosial, progres cepat sering terlihat mengesankan. Ini bisa terlihat dari pace yang turun drastis, mileage melonjak, dan sering ikut race atau race makin panjang. Namun, tubuh punya batas adaptasi. Jika peningkatan volume dan intensitas terlalu cepat, risiko overtraining, cedera, gangguan hormon, dan burnout meningkat. Peningkatan beban latihan yang terlalu agresif dapat meningkatkan risiko cedera overuse pada pelari. Kadang progres yang lebih lambat justru lebih berkelanjutan.

    Konsistensi Jangka Panjang Lebih Penting Daripada Progres Cepat

    Dalam lari endurance, tubuh berkembang lewat akumulasi kecil yang terjadi terus-menerus. Latihan tiga kali seminggu selama setahun sering memberi hasil lebih baik dibanding latihan ekstrem selama satu bulan lalu berhenti. Masalahnya, banyak orang membandingkan dirinya dengan orang lain, tetapi tidak melihat konteks di baliknya. Padahal progres bisa dipengaruhi oleh:

    • Usia.
    • Pekerjaan.
    • Stres.
    • Pola tidur.
    • Nutrisi.
    • Kondisi hormonal.
    • Kesehatan secara keseluruhan.

    Perempuan dan laki-laki juga bisa mengalami adaptasi yang berbeda. Hormon ikut memengaruhi performa dan recovery. Pada perempuan, misalnya siklus menstruasi, kadar estrogen, dan ketersediaan energi, dapat memengaruhi pemulihan, rasa lelah, dan respons latihan. Sementara pada laki-laki, faktor seperti massa otot, testosteron, dan komposisi tubuh, juga memberi pengaruh berbeda. Jadi, membandingkan progres antar individu tidak sepenuhnya adil.

    Progres Kadang Tidak Langsung Terlihat

    Salah satu hal paling bikin frustrasi dalam lari adalah tubuh sering berkembang diam-diam. Kadang pace belum berubah, tetapi sebenarnya detak jantung lebih stabil, recovery lebih cepat, napas lebih terkontrol, dan tubuh tidak cepat lelah. Adaptasi aerobik sering butuh waktu sebelum akhirnya terlihat jelas pada performa. Penelitian olahraga menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas endurance terjadi bertahap dan dipengaruhi oleh konsistensi latihan jangka panjang.

    Jangan Selalu Percaya Media Sosial

    Kalau dilihat-dilihat, media sosial cenderung menampilkan personal best, pace terbaik, medali, dan transformasi cepat. Sementara yang jarang terlihat adalah cedera, latihan buruk, inkonsistensi, rasa lelah, atau progres yang mandek selama berbulan-bulan. Akibatnya, banyak pelari merasa tertinggal. Ada fase naik, stagnan, mundur sebentar, lalu berkembang lagi, dan ini normal. Tubuh manusia punya ritme lari masing-masing. Ada orang yang berkembang cepat, ada juga yang pelan tetapi stabil, dan ada yang perlu waktu lama sebelum tubuhnya beradaptasi dengan latihan endurance. Progres yang lambat bukan berarti gagal. Tubuh mungkin butuh waktu lebih panjang, recovery lebih baik, atau pendekatan latihan yang berbeda. Karena pada akhirnya, dalam olahraga endurance, kemampuan untuk tetap konsisten jauh lebih menentukan dibanding progres cepat dalam waktu singkat.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Penyebaran HIV/AIDS di Kupang, IRT Jadi Penderita Terbanyak Kedua

    By adm_imr25 Mei 20263 Views

    Makanan tinggi karbohidrat untuk bahan bakar lari

    By adm_imr25 Mei 20261 Views

    40 Soal Ujian PJOK Kelas 4 SD Terbaru 2026/2027

    By adm_imr24 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Aturan Baru SD hingga Pengantin Kabur, Viral Terpopuler

    25 Mei 2026

    Jumat, Hari Paling Mulia dalam Islam: Mengapa Disebut Raja Hari?

    25 Mei 2026

    Mengapa Beberapa Orang Berlari Cepat, Sedangkan Lainnya Tidak?

    25 Mei 2026

    Menjelang Idul Adha, Harga Sayuran Sumbar Melonjak di Bengkalis

    25 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?