Program Mudik Gratis Pemprov Sulsel untuk Masyarakat
Momen mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinantikan oleh para perantau untuk kembali berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Untuk memudahkan masyarakat dalam perjalanan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyediakan program mudik gratis. Program ini bertujuan untuk memberikan akses transportasi yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi arus mudik yang biasanya sangat padat.
Program mudik gratis ini menawarkan 10 rute perjalanan dari Kota Makassar menuju sejumlah daerah di Sulsel. Pendaftaran untuk program ini dibuka pada Selasa (10/3/2026) mulai pukul 09.00 hingga 14.00 Wita di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 15 (depan KIMA), Kota Makassar. Keberangkatan peserta dijadwalkan pada 16 Maret 2026 pukul 10.00 Wita dengan titik kumpul di Jembatan Toraja CPI Makassar. Peserta diimbau sudah berada di lokasi keberangkatan sejak pukul 08.00 Wita untuk proses pengecekan dan persiapan sebelum perjalanan dimulai.
Rute yang Tersedia dalam Program Mudik Gratis
Berikut adalah rute yang disediakan dalam program mudik gratis Pemprov Sulsel:
- Makassar – Parepare
- Makassar – Sidrap
- Makassar – Wajo
- Makassar – Palopo
- Makassar – Masamba (Luwu Utara) – Malili (Luwu Timur)
- Makassar – Bantaeng
- Makassar – Bulukumba
- Makassar – Selayar
- Makassar – Sinjai
- Makassar – Watampone (Bone)
Syarat Pendaftaran
Masyarakat yang ingin mengikuti program ini diwajibkan membawa beberapa dokumen, antara lain:
- Fotokopi KTP atau SIM
- Fotokopi Kartu Keluarga
- Fotokopi dokumen kendaraan roda dua bagi peserta yang ingin mengirimkan motor
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP) Sulsel, Muhammad Salim Basmin, mengimbau masyarakat segera mendaftar karena kuota terbatas. “Kami mengimbau masyarakat yang berminat segera melakukan pendaftaran karena kuota terbatas. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat menikmati perjalanan mudik yang lebih aman, tertib, dan nyaman,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Target Pemudik dan Armada yang Disiapkan
Dalam program ini, Pemprov Sulsel menyiapkan 13 unit bus besar berkapasitas 35–40 kursi dengan target sekitar 500 penumpang. Selain itu, tambahan armada juga berasal dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Jasa Raharja yang menyediakan 10 unit bus berkapasitas 23 kursi. Bus dari Jasa Raharja diproyeksikan menambah kapasitas sekitar 230 penumpang, terutama untuk rute Makassar–Palopo. Secara keseluruhan, potensi peserta mudik gratis melalui jalur darat diperkirakan mencapai 700 hingga 750 orang.
Peserta mudik juga akan mendapatkan paket sembako gratis. Program ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh yang memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi.
Sulsel sebagai Daerah Mudik Terbesar
Pergerakan mudik di Sulawesi Selatan pada tahun 2026 diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar secara nasional. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), potensi pergerakan pemudik baik yang berangkat dari maupun menuju Sulsel tergolong tinggi dibanding provinsi lain di Indonesia. “Sulsel merupakan daerah yang cukup padat dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran, khususnya transportasi udara dan laut,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi usai Rapat Koordinasi Persiapan Mudik Lebaran 2026 di Kantor Gubernur Sulsel.
Sulsel tercatat berada di peringkat keenam nasional sebagai provinsi asal pemudik. Lima besar ditempati Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten. Dengan posisi tersebut, Sulsel menjadi provinsi asal pemudik terbesar di luar Pulau Jawa. Diperkirakan sekitar 3,92 juta orang atau 2,7 persen dari total pergerakan nasional akan melakukan perjalanan mudik dari Sulsel. Sementara dari sisi provinsi tujuan mudik, Sulsel berada di peringkat kelima nasional setelah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta. Jumlah pergerakan orang dengan tujuan ke Sulsel diperkirakan mencapai 5,36 juta orang atau sekitar 3,40 persen dari total nasional.
Data tersebut menunjukkan Sulsel bukan hanya daerah pengirim pemudik dalam jumlah besar, tetapi juga menjadi salah satu tujuan utama arus mudik di Indonesia.






