Penghargaan berupa bonus dari pemerintah akhirnya diterima oleh para atlet paralimpiade Indonesia setelah meraih prestasi luar biasa di ASEAN Para Games 2025. Kontingen Indonesia berhasil mengumpulkan total 135 medali emas, 143 medali perak, dan 114 medali perunggu, yang jauh melampaui target awal yang ditetapkan.
Meskipun terdapat beberapa tantangan dalam kompetisi ini, seperti adanya sejumlah nomor andalan yang tidak dipertandingkan, Indonesia mampu menempati posisi kedua dalam klasemen medali. Thailand, sebagai tuan rumah, menjadi satu-satunya negara yang unggul dalam perolehan medali.
Kepuasan atas prestasi ini juga disampaikan oleh NPC Indonesia. Wakil Sekretaris Jenderal NPC, Rima Ferdianto, menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi kejutan yang luar biasa bagi para atlet dan pelatih menjelang hari raya Idul Fitri. Bonus yang diberikan kepada atlet dan pelatih ASEAN Para Games 2025 setara dengan bonus yang diberikan pemerintah untuk SEA Games 2025.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Presiden Prabowo Subianto dan bapak Menpora Erick Thohir karena ini merupakan kejutan yang luar biasa,” ujar Rima melalui keterangan resmi NPC Indonesia. “Sebelum lebaran, penghargaan untuk para atlet maupun pelatih berprestasi sudah bisa turun. Ini kejutan yang luar biasa dan kami benar-benar mengapresiasi pemerintah.”
Pemerintah juga berharap bonus tersebut dapat digunakan dengan bijak. Rima menekankan pentingnya pengelolaan kebutuhan hidup setelah para atlet pensiun. “Kami berharap para atlet bisa memanage dengan seksama, sehingga bonus ini benar-benar bermanfaat ketika masih jaya sebagai atlet dan ketika nanti sudah pensiun,” tuturnya.
Apresiasi dari pemerintah ini diharapkan mampu memotivasi para atlet dan pelatih untuk terus berprestasi di ajang ASIAN Para Games 2026. Saat ini, kontingen Indonesia sedang menjalani pemusatan latihan menuju pertandingan di Nagoya, Jepang, pada Oktober mendatang.
“Penghargaan yang luar biasa dari pemerintah ini tentunya akan menambah semangat atlet-atlet yang nantinya memperkuat kontingen Indonesia di ASIAN Para Games Nagoya,” ucap Rima.
Para atlet pun merasa senang dengan penghargaan yang diberikan menjelang Lebaran. Atlet Boccia, Gischa Zayana, mengungkapkan rencananya menggunakan bonus tersebut untuk investasi jangka panjang. “Alhamdulillah senang, pas di momen Lebaran. Bonus ini mau dipakai buat investasi jangka panjang, buat masa depan. Terima kasih atas apresiasinya,” katanya.
Atlet para atletik, Taufik Abdul Karim, juga merasa kaget dan senang dengan cairnya bonus. Ia berencana menggunakan uang tersebut untuk kepentingan anak-anak. “Kaget sih, tiba-tiba bonus cair. Alhamdulillah senang sekali. Insya Allah akan digunakan untuk investasi dan masa depan anak-anak,” ujarnya.
Penghargaan ini memberinya semangat tambahan untuk meraih prestasi lebih baik di ASIAN Para Games 2026. Ia akan datang sebagai debutan, seperti saat bertanding di ASEAN Para Games 2025. “Tentunya menambah semangat untuk berprestasi lebih baik lagi. Saya akan berlatih lebih maksimal dan mengikuti arahan dari pelatih,” kata Taufik.
Di sisi lain, Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyampaikan selamat atas prestasi luar biasa yang dicapai para atlet di Thailand. Kontingen Indonesia berhasil melampaui target yang diberikan di ajang ASEAN Para Games 2025. Erick juga menegaskan dukungan pemerintah kepada para atlet yang mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah internasional.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi negara atas perjuangan para atlet sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh insan olahraga di Indonesia untuk terus berprestasi,” kata Erick.







