Fokus Utama Manchester City pada Laga Liga Inggris
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan bahwa fokus utama timnya saat ini adalah pertandingan Liga Inggris melawan West Ham United. Ia belum berpikir tentang cara membalikkan defisit 0-3 dari Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions.
City sebelumnya kalah 0-3 dari Real Madrid pada leg pertama yang berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu. The Citizens akan menjamu klub raksasa Spanyol tersebut pada leg kedua di Stadion Etihad pekan depan. Namun, Guardiola mengatakan laga Liga Inggris melawan West Ham menjadi prioritas utama bagi timnya. “Anda harus memainkan pertandingan yang ada di depan. Setelah itu baru terlihat apakah kami masih punya peluang atau tidak. Memang sulit,” kata Guardiola seperti dikutip dari laman resmi Manchester City pada Jumat, 13 Maret 2026.
Menurut pelatih asal Spanyol itu, persaingan di Liga Inggris sangat ketat sehingga setiap pertandingan menjadi sangat penting. “Liga Inggris adalah kompetisi paling sulit untuk dimenangkan, dan kami masih berada di dalam persaingan. Jika kami kehilangan poin, semuanya bisa berakhir,” ujarnya.
Manchester City saat ini berada di peringkat kedua klasemen sementara Liga Inggris dengan selisih tujuh poin dari Arsenal yang memimpin klasemen. Namun City masih memiliki satu pertandingan lebih banyak.
Kondisi West Ham United
Di sisi lain, West Ham United yang dilatih Nuno Espirito Santo sedang berjuang keluar dari zona degradasi. Klub London tersebut berada di posisi ketiga dari bawah dan membutuhkan poin untuk mempertahankan tempat di Liga Inggris musim depan.
Guardiola menilai kedua tim akan sama-sama mengincar kemenangan dalam laga tersebut. “Setiap pertandingan sangat penting dan kami sudah berjuang selama berbulan-bulan di Liga Inggris. Kami tidak akan menyerah sampai akhir tanpa mencoba,” kata dia.
Pembelaan atas Kritik Taktis
Selain itu, Guardiola juga membela keputusan taktisnya setelah Manchester City kalah dari Real Madrid. Ia sebelumnya mendapat kritik karena menurunkan susunan pemain yang dinilai terlalu menyerang dalam pertandingan tersebut.
Guardiola mengatakan kritik terhadap keputusan pelatih sering kali bergantung pada hasil akhir pertandingan. “Jika kami menang, orang akan mengatakan itu keputusan jenius. Tapi ketika kalah, semua keputusan dianggap salah,” ujarnya.
Ia menegaskan kekalahan di Liga Champions bukan hal baru dalam kariernya sebagai pelatih. “Saya sudah berkali-kali kalah di Liga Champions di berbagai tahap kompetisi selama 17 tahun. Setiap kali kalah, kritik selalu datang,” kata Guardiola.
Penjelasan Tentang Keputusan Taktis
Guardiola juga menyinggung kritik yang pernah ia terima saat Manchester City kalah dari Chelsea pada final Liga Champions 2021 karena tidak memainkan Rodri dan Fernandinho sebagai gelandang bertahan. Menurut dia, keputusan taktis selalu memiliki alasan tertentu, meski tidak selalu bisa dipahami oleh publik.
Dalam pertandingan melawan Real Madrid, Guardiola mengatakan ia ingin timnya tampil lebih menyerang dan menciptakan ancaman melalui pemain sayap. “Saya ingin ada pemain yang datang ke kotak penalti dan memberi ancaman. Dalam 20 menit pertama kami melakukannya dan hampir berhasil,” ujarnya.
Persiapan untuk Leg Kedua Liga Champions
Setelah menghadapi West Ham, Manchester City akan kembali fokus pada leg kedua Liga Champions melawan Real Madrid. Guardiola juga berharap penyerang andalannya Erling Haaland dapat kembali menemukan ketajamannya. Striker asal Norwegia itu baru mencetak empat gol dalam 17 penampilan terakhirnya.
“Tentu saja dia membutuhkan gol. Tim juga membutuhkannya. Kami harus membantunya lebih sering mencetak gol,” kata Guardiola.







