Kalender Liturgi Katolik untuk Hari Biasa Pekan V Prapaskah Tahun A
Kalender liturgi Katolik untuk hari biasa pekan V Prapaskah tahun A menunjukkan bahwa warna liturgi yang digunakan adalah ungu. Hari ini menjadi momen penting dalam perayaan liturgi gereja, yang mengingatkan umat akan makna kesedihan dan penyesalan atas dosa-dosa mereka serta mempersiapkan diri untuk merayakan Paskah.
Bacaan-bacaan yang dipilih untuk hari ini mencakup beberapa kitab suci yang kaya makna. Bacaan pertama diambil dari Kitab Yehezkiel (Yeh. 37:21-28), yang berisi janji Tuhan tentang pengumpulan orang Israel dan pembentukan bangsa yang satu di bawah raja Daud. Kitab Yeremia (Yer. 31:10,11-12ab,13) memberikan harapan melalui firman Tuhan yang menyatakan bahwa Dia akan menjaga dan membebaskan umat-Nya. Sementara itu, Injil Yohanes (Yoh. 11:45-56) menceritakan bagaimana Yesus menghadapi konsekuensi dari tindakan-Nya, termasuk rencana untuk membunuh-Nya oleh para pemimpin agama.
Bacaan Pertama: Yehezkiel 37:21-28
Dalam bacaan ini, Tuhan berjanji akan mengumpulkan orang Israel dari segala penjuru dan membawa mereka ke tanah mereka. Ia akan membuat mereka menjadi satu bangsa dengan satu raja, yaitu Daud, yang akan memimpin mereka dengan keadilan. Tuhan juga akan membersihkan mereka dari segala dosa dan menjadikan mereka umat-Nya. Tempat kudus-Nya akan ada di tengah-tengah mereka selamanya, sehingga bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Tuhan menguduskan Israel.
Mazmur Tanggapan: Yeremia 31:10-13
Mazmur ini mengajak bangsa-bangsa untuk mendengarkan firman Tuhan dan menyampaikan kabar baik tentang pengumpulan Israel. Tuhan akan membebaskan Yakub dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya. Orang-orang akan bersorak-sorak di atas bukit Sion, dan anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai. Tuhan akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan dan menyukakan mereka sesudah kedukaan mereka.
Injil Katolik: Yohanes 11:45-56
Bagian ini menceritakan bagaimana banyak orang Yahudi percaya kepada Yesus setelah melihat mujizat-Nya. Namun, para pemimpin agama seperti Farisi dan imam-imam kepala mulai merencanakan untuk membunuh-Nya. Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata bahwa lebih baik satu orang mati daripada seluruh bangsa binasa. Hal ini dilakukan karena ia bernubuat bahwa Yesus akan mati untuk bangsa Israel. Mulai dari hari itu, para pemimpin sepakat untuk membunuh Yesus. Ia kemudian tidak lagi tampil di muka umum dan berpindah ke daerah dekat padang gurun.
Bacaan Khusus (BCO): Bilangan 24:1-19
Kitab Bilangan ini mengisahkan bagaimana Bileam, seorang nabi, diutus oleh Balak untuk mengutuk Israel, tetapi justru memberkati mereka karena kehendak Tuhan. Bileam melihat kemah-kemah Israel yang indah dan mengucapkan sanjak tentang kebesaran bangsa Israel. Ia juga mengatakan bahwa bintang akan terbit dari Yakub dan tongkat kerajaan akan timbul dari Israel. Bileam akhirnya memberi pesan tentang masa depan bangsa Israel, yang akan melakukan perbuatan-perbuatan yang gagah perkasa.







