Pemudik Kembali ke Jakarta, Jasa Marga Ajak Gunakan Aplikasi Travoy
Sebanyak lebih dari 2 juta kendaraan pemudik telah kembali ke wilayah Jakarta pada hari Jumat (27/3/2026). Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam arus balik Lebaran yang terjadi setelah liburan Idul Fitri. Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono, mengatakan bahwa hingga pukul 06.00 WIB, sebanyak 2,3 juta kendaraan telah memasuki Jakarta.
“Jumlah tersebut mencerminkan 69 persen dari total proyeksi jumlah kendaraan yang akan kembali ke Jabodetabek,” ujarnya dalam keterangan persnya. Meski angka ini sudah cukup tinggi, para pemudik masih diimbau untuk tetap waspada dan memperhatikan kondisi lalu lintas agar perjalanan lebih lancar.
Aplikasi Travoy sebagai Solusi Pengendalian Lalu Lintas
Untuk membantu masyarakat dalam menghadapi arus balik, Jasa Marga mengajak pengguna jalan tol untuk menggunakan aplikasi Travoy. Travoy adalah sebuah super app asisten digital perjalanan berbasis mobile yang dirancang khusus untuk memberikan informasi real-time kepada pengguna jalan tol.
Travoy menyediakan berbagai fitur penting seperti:
* Informasi tarif tol secara akurat.
* Pemantauan kondisi lalu lintas melalui CCTV.
* Lokasi rest area serta fasilitas lainnya.
* Layanan darurat yang bisa diakses dengan cepat.
Dengan menggunakan Travoy, masyarakat dapat memilih waktu terbaik untuk berangkat, menghindari kemacetan, dan memastikan perjalanan mereka lebih efisien dan aman.
Data Arus Balik Lebaran 2026
Sejak masa arus balik dimulai, Jasa Marga mencatat total kendaraan yang kembali ke wilayah Jabotabek sebesar 2.165.081 kendaraan dari periode H-10 hingga H+4 Lebaran (11-25 Maret 2026). Angka ini merupakan akumulasi dari empat gerbang tol utama, yaitu GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa, dan GT Ciawi.
Realisasi arus balik tersebut mencapai 63,79 persen dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan yang diperkirakan kembali ke Jabodetabek selama periode 11-31 Maret 2026. Dari total tersebut, kendaraan yang kembali didominasi oleh arah Timur, yaitu Trans Jawa dan Bandung, dengan jumlah 967.121 kendaraan atau sekitar 44,7 persen. Disusul dari arah Barat (Merak) sebanyak 666.567 kendaraan atau 30,8 persen dan dari arah Selatan (Puncak) sebanyak 531.393 kendaraan atau 24,5 persen.
Peningkatan Arus Lalu Lintas dari Berbagai Arah
Dari arah Timur, kendaraan dari Trans Jawa yang melintas melalui GT Cikampek Utama tercatat sebanyak 491.285 kendaraan, meningkat 18,1 persen dibandingkan kondisi normal. Sementara itu, arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama mencapai 475.836 kendaraan, atau naik tipis 0,7 persen. Secara keseluruhan, lalu lintas dari kedua arah ini meningkat 8,8 persen dibandingkan normal.
Arus kendaraan dari arah Barat melalui GT Cikupa tercatat sebanyak 666.567 kendaraan, atau turun 3,3 persen dari lalu lintas normal. Sedangkan dari arah Selatan melalui GT Ciawi, jumlah kendaraan mencapai 531.393 kendaraan, meningkat 1 persen dibandingkan kondisi normal.
Pada puncak pergerakan harian arus balik H+4 Idul Fitri, Rabu (25/3/2026), volume kendaraan yang kembali ke Jabotabek mencapai 206.243 kendaraan atau meningkat 55,8 persen dibandingkan lalu lintas normal sebesar 132.342 kendaraan. Lonjakan tertinggi terjadi di GT Cikampek Utama dengan 75.837 kendaraan atau naik 194,3 persen dari kondisi normal.
Potensi Lonjakan Arus Balik Masih Terjadi pada 28-29 Maret
Meski jumlah kendaraan yang kembali ke Jakarta terus meningkat, masih ada sisa kendaraan yang belum kembali. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa sebanyak 2.521.229 kendaraan yang meninggalkan Jakarta saat mudik harus diproses kembali. Ia menegaskan bahwa Polri terus memantau situasi dan siap melakukan rekayasa lalu lintas jika diperlukan, termasuk penerapan contraflow atau one way.
Selain itu, Listyo juga memastikan bahwa pihaknya akan terus memanfaatkan berbagai indikator untuk mengambil langkah-langkah yang tepat guna menjaga kelancaran arus balik.







