Industri galangan kapal nasional sedang menghadapi peluang besar dengan berbagai insentif yang diberikan pemerintah. PT Asuransi Asei Indonesia telah merancang strategi untuk memanfaatkan peluang tersebut, dengan empat cara utama yang akan dilakukan.
Strategi Utama Asei dalam Menghadapi Peluang Baru
Cara pertama adalah memperkuat kapasitas underwriting di sektor marine dan ekosistem perdagangan. Hal ini mencakup penilaian risiko berbasis proyek dan jalur pelayaran. Dengan demikian, perusahaan dapat lebih akurat dalam menilai potensi risiko yang muncul dari aktivitas maritim.
Cara kedua adalah pengembangan produk asuransi yang lebih tailored atau sesuai kebutuhan. Produk-produk ini khusus dirancang untuk mendukung kebutuhan ekosistem maritim, termasuk galangan kapal, pemilik armada pelayaran, serta perdagangan ekspor dan domestik.
Cara ketiga adalah memperluas kerja sama dengan pelaku industri maritim. Ini melibatkan kolaborasi dengan galangan kapal, operator pelayaran, dan eksportir. Kerja sama ini akan memperkuat jaringan dan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam memberikan layanan yang optimal.
Cara keempat adalah optimasi dukungan reasuransi. Tujuannya adalah menjaga kapasitas risiko seiring dengan meningkatnya eksposur risiko. Pendekatan ini penting agar perusahaan tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga menjaga kualitas portofolio.
Dampak Positif terhadap Industri Asuransi
Asei melihat bahwa kebijakan pemerintah ini memiliki dampak strategis terhadap ekosistem maritim nasional. Tidak hanya berdampak pada industri galangan kapal dan sektor riil, tetapi juga memberikan multiplier effect terhadap industri jasa keuangan, termasuk asuransi.
Aktivitas galangan kapal akan meningkatkan jumlah kapal baru di perairan Indonesia. Saat ini, perairan Indonesia didominasi oleh kapal usia tua. Usia kapal dan kelas kapal merupakan material fact dalam aspek underwriting Asuransi Rangka Kapal (Marine Hull & Machinery).
Selain itu, aktivitas pembangunan, perawatan, dan operasional kapal juga berpotensi menciptakan sentimen positif bagi industri asuransi. Hal ini akan meningkatkan volume pengiriman barang melalui jalur laut dan memperluas eksposur risiko selama fase konstruksi hingga operasional.
Lini Usaha Asuransi yang Terdampak
Beberapa lini usaha asuransi yang berpotensi mendapat dampak positif antara lain:
- Marine hull insurance
- Marine cargo insurance
- Builder’s risk insurance
- Asuransi proyek (construction / all risks) terkait pembangunan kapal
Lini-lini ini terdampak seiring dengan meningkatnya aktivitas galangan kapal. Kebutuhan asuransi untuk tenaga kerja di galangan kapal juga menjadi faktor penting.
Tantangan yang Perlu Diwaspadai
Meskipun ada peluang besar, Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menyampaikan beberapa tantangan yang perlu diantisipasi oleh industri asuransi:
- Kompleksitas risiko teknis pada pembangunan kapal, termasuk risiko konstruksi dan engineering.
- Eksposur terhadap risiko operasional di laut, seperti kecelakaan, cuaca ekstrem, dan risiko navigasi.
- Volatilitas global, termasuk faktor geopolitik yang dapat memengaruhi perdagangan dan premi asuransi marine cargo.
Dody menegaskan bahwa diperlukan penguatan underwriting dan penyesuaian premi secara hati-hati. Disiplin underwriting dan manajemen risiko menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ini.
Portofolio dan Potensi Masa Depan
Portofolio lini usaha asuransi marine bukan merupakan kontribusi dominan di Asuransi Asei. Meskipun demikian, lini asuransi marine cargo dinilai masih menunjukkan kontribusi signifikan terhadap premi industri, meskipun sempat mengalami tekanan secara tahunan akibat perlambatan perdagangan global.
Dengan adanya stimulus di sektor galangan kapal, terdapat potensi rebound pertumbuhan premi, khususnya jika aktivitas pelayaran dan ekspor meningkat.
Sementara itu, tren klaim cenderung dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti gangguan logistik, kondisi cuaca, serta volatilitas perdagangan. Oleh karena itu, underwriter tetap menjaga rasio klaim melalui seleksi risiko yang ketat dan optimalisasi reasuransi.







