Prof. Dr. KH. Umar Shihab: Seorang Ulama yang Moderat dan Berpengaruh
Prof. Dr. KH. Umar Shihab, seorang tokoh ulama, cendekiawan muslim, akademisi, dan politisi yang memiliki kontribusi besar dalam dunia pendidikan dan pemikiran Islam di Indonesia, meninggal dunia pada Jumat, 20 Maret 2026 di Jakarta dalam usia 86 tahun. Ia lahir di Sidrap pada 2 Juli 1939.
Sebagai purnabakti Guru Besar UIN Alauddin Makassar, ia pernah menjabat sebagai pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat bersama Anregurutta Prof. KH. Ali Yafie. Beliau adalah putra dari Prof. Abdurrahman Shihab, mantan Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar. Ibunya bernama Asma Aburisy.
Prof. Umar Shihab juga merupakan kakak kandung dari dua tokoh ternama, yaitu Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA, mantan Rektor UIN Jakarta dan mantan Menteri Agama RI, serta Dr. M. Alwi Shihab, mantan Menteri Luar Negeri.
Perjalanan Karier dan Kontribusi
Sebagai seorang guru besar bidang Tafsir di UIN Alauddin Makassar hingga purnabakti, Prof. Umar Shihab dikenal sebagai pakar tafsir Al-Qur’an dan pemikir Islam yang menghasilkan berbagai karya keislaman, seperti Beda Mazhab, Satu Islam terbit 2017, dan Kapita Selekta Mozaik Islam. Selain itu, ia juga aktif dalam MUI, menjabat sebagai Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah periode 1998–2015.
Sebelumnya, ia pernah menjadi anggota DPR RI (1992–1997) dari Partai Golkar. Kiprah dan pemikirannya menunjukkan sosok yang moderat, terbuka, serta aktif dalam forum dialog keagamaan. Dikenal dengan pendekatan yang sejuk dalam dakwah, ia mengedepankan dimensi persatuan umat Islam dan menekankan toleransi antarmazhab, menjaga ukhuwah di tengah perbedaan.
Pendidikan dan Kehidupan Akademis
Dalam pidato pengukuhannya terkait tafsir bira’yu, ia mendorong pendekatan ijtihad kontekstual dalam memahami Al-Qur’an sesuai perkembangan zaman. Ayah dan saudaranya merupakan mufassir, guru besar dalam bidang tafsir al-Qur’an.
Prof. Umar Shihab menempuh pendidikan di IAIN Alauddin Makassar hingga lulus pada 1966. Setelah itu, ia melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir hingga tamat pada 1968 dan Universitas Hasanuddin pada 1988. Berbekal ilmu tersebut, ia berhasil menjadi ulama mufassir, ilmuwan, penulis, dan politikus di era Orde Baru.
Kehidupan di UMI dan Warisan
Selama hidupnya, Prof. Umar Shihab mengabdikan diri di UMI hingga akhir hayat sebagai anggota Pembina Yayasan Wakaf UMI. Bagi keluarga besar UMI, sosoknya senantiasa menghadirkan keteduhan serta menjaga nilai dan arah perjalanan kampus UMI sebagai pusat ilmu dan pengabdian.
Prof. Dr. M. Ghalib, Guru Besar Tafsir UIN Alauddin, pernah menjadi murid yang menjadi asisten dari Prof. Umar Shihab.
Wafat di Tengah Meriahnya Idul Fitri
Kematiannya indah, wafat di tengah alunan takbiran idul fitri 1447 H. Ia dimakamkan di Depok Jawa Barat, Sabtu 21 Maret 2026 usai shalat ied. Di depan pusara kakaknya, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA yang kini berusia 82 tahun berkata, “Sekarang kita tunggu giliran”.







