Tren Pasar Durian di China dan Persaingan Produsen Asia Tenggara
Permintaan durian di China terus meningkat, yang memicu persaingan ketat antara produsen dari Asia Tenggara untuk menguasai pasar buah premium terbesar di dunia tersebut. Perubahan pola konsumsi masyarakat China telah menyebabkan transformasi dalam rantai pasok, standar kualitas, hingga penggunaan teknologi dalam perdagangan durian global.
Di pusat logistik buah Pingxiang dekat Friendship Pass, Guangxi, China selatan, wisatawan dan pedagang terlihat memadati kios-kios durian selama libur Hari Buruh awal Mei lalu. Kawasan ini menjadi salah satu gerbang utama masuknya produk ASEAN ke pasar China. Banyak pengunjung datang untuk merasakan langsung pengalaman di daerah perbatasan dan membeli durian sebagai oleh-oleh terbaik.
Pelaku industri menilai tren tersebut menunjukkan perubahan struktural dalam pasar durian China. Konsumen kini dinilai semakin memahami kualitas, tingkat kematangan, tekstur, hingga asal varietas durian yang mereka beli. Pasar kini beralih dari penetapan harga seragam ke penetapan harga bertingkat.
Data industri menunjukkan bahwa China mengimpor sekitar 1,868 juta ton durian segar sepanjang 2025, tertinggi sepanjang sejarah. Vietnam menguasai sekitar 51 persen pangsa pasar berdasarkan volume, sementara Thailand tetap unggul dalam nilai perdagangan berkat popularitas varietas Monthong atau “bantal emas”.
Penasihat perdagangan Konsulat Jenderal Thailand di Nanning, Niti Pratoomvongsa, mengatakan Thailand mempertahankan daya saing melalui pengalaman panjang dalam budidaya dan ekspor durian, pengendalian mutu, serta sistem logistik khusus untuk pasar China. Pihak berwenang Thailand menegakkan Praktik Pertanian yang Baik dari kebun hingga pelabuhan untuk memastikan ketelusuran dan keamanan produk.
Perusahaan agribisnis Thailand juga mulai menerapkan sistem klasifikasi kualitas durian ke dalam kategori A, B, dan C. Durian kategori A dengan empat hingga lima juring penuh menjadi produk premium yang paling diminati konsumen China.
Persaingan pasar durian China kini juga mulai melibatkan Indonesia. Pemerintah Indonesia mengembangkan ratusan “desa durian” dan mulai menerapkan teknologi pemantauan kebun berbasis sistem pintar untuk meningkatkan kualitas produksi. Pada Januari lalu, kontainer pertama durian beku Indonesia tiba di Pelabuhan Qinzhou, Guangxi. Langkah tersebut dipandang sebagai upaya Indonesia memperluas pangsa pasar di industri durian China yang nilainya diperkirakan mencapai delapan miliar dolar AS per tahun.
Pertumbuhan pasar juga didukung perkembangan jaringan logistik regional. Durian Thailand kini dapat dikirim ke Kunming, Provinsi Yunnan, melalui Jalur Kereta China-Laos hanya dalam waktu sekitar 26 jam. Selama musim puncak, frekuensi perjalanan kereta meningkat dari dua menjadi enam perjalanan per hari dan mendistribusikan durian ke lebih dari 30 kota di China dalam waktu 48 jam.
Ketua perusahaan rantai pasok Guangxi TWT Supply Chain, Wang Zhengbo, mengatakan pasokan durian di China kini relatif stabil dan tersedia hampir sepanjang tahun. “Durian masih jauh dari titik jenuh pasar di China,” ujarnya. Menurut Wang, jumlah konsumen durian di negara itu telah meningkat dari puluhan juta menjadi lebih dari 100 juta orang.

Pedagang memilah buah durian di lapak dagangan durian Palembang di kawasan Warung Buncit, Jakarta, Ahad (2/1/2025). Durian lokal tersebut didatang dari Palembang saat musim panen untuk di pasarkan di beberapa daerah seperti Jawa, Lampung hingga Jakarta. Harga durian dibanderol mulai dari Rp25 ribu hingga Rp150 ribu tergantung ukuran dan kualitas buah durian. Dalam sehari, Andi (51) pemilik lapak durian, dapat menjual sebanyak 1.000 hingga 1.500 juta per hari dengan omset harian mencapai Rp30 juta. Durian tersebut dipasok langsung dari Palembang, Sumatera Selatan dalam sehari 3 truk. Andi menuturkan, Jakarta menjadi salah satu daerah dengan peminat buah durian yang paling tinggi.

Pembeli memilih buah durian yang dijual saat Festival Durian Jatinom 2025 di Randulanang, Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Ahad (16/2/2025). Selain membagikan sebanyak 5.000 paket durian secara gratis, pada kegiatan festival tersebut juga sebagai tanda rasa syukur atas hasil buah durian yang baik serta untuk mengenalkan potensi buah durian Jatinom kepada masyarakat.
Penggunaan Teknologi dalam Industri Durian
Pelaku industri juga menilai penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai memainkan peran penting dalam pengendalian kualitas, logistik, dan efisiensi rantai pasok durian global.
Kekhasan Durian Indonesia
Kekhasan utama durian Indonesia terletak pada keragaman varietas lokal yang memiliki karakter rasa berbeda di tiap daerah. Indonesia dikenal memiliki ratusan jenis durian, mulai dari varietas asal Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Jawa, dengan cita rasa yang cenderung lebih kuat dan kompleks dibanding sejumlah varietas komersial Asia Tenggara lainnya.
Beberapa varietas durian Indonesia juga dikenal memiliki tekstur lebih lembut dengan aroma tajam yang justru digemari sebagian konsumen pecinta durian premium di China. Selain rasa manis, sejumlah durian lokal Indonesia memiliki kombinasi rasa pahit ringan yang dianggap memberi karakter khas.
Pelaku industri menyebut kondisi geografis Indonesia sebagai negara tropis dengan tanah vulkanik subur turut memengaruhi kualitas buah. Durian yang ditanam di kawasan pegunungan dan daerah dengan curah hujan tinggi dinilai menghasilkan daging buah lebih tebal dan rasa lebih kaya.
Selain faktor rasa, Indonesia juga mulai menarik perhatian karena memiliki musim panen yang berbeda dengan Thailand dan Vietnam. Kondisi itu membuka peluang pasokan alternatif ketika produksi negara pesaing menurun, sehingga membantu menjaga ketersediaan durian di pasar China sepanjang tahun.
Pemerintah Indonesia kini mulai memperkuat standardisasi produksi untuk memenuhi tuntutan pasar China yang semakin ketat terhadap kualitas dan ketelusuran produk. Pengembangan “desa durian” dan penggunaan teknologi pemantauan kebun secara digital dilakukan untuk meningkatkan konsistensi mutu ekspor.
Pada Januari lalu, pengiriman perdana durian beku Indonesia tiba di Pelabuhan Qinzhou, Guangxi, China selatan. Langkah tersebut dipandang sebagai awal ekspansi Indonesia ke pasar durian China yang nilainya mencapai miliaran dolar AS per tahun.
Pelaku industri menilai peluang Indonesia masih terbuka lebar karena pasar durian China terus berkembang dan jumlah konsumennya meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.






