Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Ancaman Trump: Hormuz Harus Dibuka, Iran Balas Tantang AS

    5 April 2026

    Bantuan Rp1,4 Juta dari KIP Kuliah 2026, Ini Persyaratan dan Cara Daftar

    5 April 2026

    Kominfo Sumba Timur Kolaborasi dengan Pihak Berwenang Tuntaskan Hoaks dan Kejahatan Siber

    5 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 5 April 2026
    Trending
    • Ancaman Trump: Hormuz Harus Dibuka, Iran Balas Tantang AS
    • Bantuan Rp1,4 Juta dari KIP Kuliah 2026, Ini Persyaratan dan Cara Daftar
    • Kominfo Sumba Timur Kolaborasi dengan Pihak Berwenang Tuntaskan Hoaks dan Kejahatan Siber
    • DPRD Sidoarjo Minta Kaji Ulang Kebijakan WFH untuk ASN, Rafi Usulkan Perbaikan Transportasi Umum
    • KPK Temukan Aliran Uang ke Gus Alex
    • Menteri: Percepatan PSEL Surabaya-Malang Terealisasi
    • Perbedaan Body Scrub dan Body Wrap: Pilih yang Tepat!
    • 7 Makanan yang Membantu Embrio Menempel di Rahim
    • Arema FC Cari Pengganti Dalberto dan Joel Vinicius di Lini Depan, Tampil Pincang Hadapi Malut United
    • 9 destinasi tersembunyi di Jenawi Karanganyar: Pemandangan indah Gunung Lawu dan spot foto viral
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Otomotif»Mengapa Kanvas Rem Mobil Hybrid Lebih Tahan Lama daripada Mobil Konvensional

    Mengapa Kanvas Rem Mobil Hybrid Lebih Tahan Lama daripada Mobil Konvensional

    adm_imradm_imr5 April 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peran Teknologi Pengereman Regeneratif



    Salah satu alasan utama mengapa kampas rem pada mobil hybrid tahan lebih lama adalah sistem pengereman regeneratif. Pada mobil berbahan bakar bensin konvensional, saat pengemudi menekan pedal rem, klem rem akan menjepit piringan cakram, menyebabkan gesekan yang mengubah energi kinetik menjadi panas. Proses ini menyebabkan keausan pada kampas rem setiap kali kendaraan melambat.

    Pada mobil hybrid, ketika pengemudi mengangkat kaki dari pedal gas atau mulai menginjak pedal rem secara perlahan, motor listrik akan berfungsi sebagai generator. Motor ini memberikan hambatan magnetik untuk memperlambat putaran roda, sekaligus mengubah energi gerak menjadi listrik yang digunakan untuk mengisi baterai. Karena motor listrik sudah memberikan daya deselerasi yang cukup besar, sistem rem fisik tidak perlu bekerja keras, sehingga gesekan pada kampas rem berkurang drastis.

    Pembagian Beban Kerja Antara Sistem Elektrik dan Mekanik



    Mobil hybrid menggunakan sistem pengereman cerdas yang dikenal dengan Brake-by-Wire. Sistem ini secara otomatis membagi porsi pengereman antara fungsi regeneratif dan mekanis berdasarkan tekanan pada pedal. Dalam situasi deselerasi normal di kemacetan kota, hampir 80% hingga 90% proses perlambatan dilakukan oleh motor listrik tanpa melibatkan jepitan kampas rem pada cakram sama sekali.

    Kampas rem mekanis biasanya baru akan “menggigit” cakram saat mobil memerlukan pengereman mendadak atau saat kecepatan sudah sangat rendah (di bawah 10 km/jam) untuk menghentikan mobil sepenuhnya. Dengan frekuensi penggunaan rem fisik yang minim dalam operasional sehari-hari, panas yang dihasilkan pun jauh lebih rendah. Hal ini mencegah material kampas menjadi cepat keras atau hangus, yang biasanya menjadi pemicu utama keausan pada mobil bensin konvensional.

    Pengurangan Panas Berlebih dan Degradasi Material



    Suhu ekstrem adalah musuh utama komponen rem. Pada mobil ICE yang sering melewati jalur pegunungan atau kemacetan panjang, panas yang dihasilkan dari gesekan terus-menerus dapat membuat kampas rem mengalami fading atau penurunan daya cengkeram. Suhu tinggi ini juga mempercepat pengikisan partikel karet dan keramik pada kampas rem, sehingga debu hitam sering terlihat menempel pada pelek mobil biasa.

    Karena mobil hybrid mengandalkan hambatan magnetik motor listrik untuk menahan laju di turunan panjang, suhu pada piringan cakram tetap terjaga pada level yang jauh lebih dingin. Minimnya panas berlebih ini menjaga integritas molekul kampas rem tetap stabil dalam jangka waktu bertahun-tahun. Tidak jarang ditemukan mobil hybrid yang masih menggunakan kampas rem original pabrikan hingga jarak tempuh di atas 100.000 kilometer, sebuah angka yang hampir mustahil dicapai oleh mobil ICE tanpa penggantian komponen pengereman berkali-kali.

    Tips Menghemat Kampas Rem Mobil

    • Gunakan teknologi pengereman regeneratif secara optimal dengan menghindari pengereman mendadak.
    • Lakukan pemeriksaan berkala pada sistem pengereman untuk memastikan semua komponen berfungsi dengan baik.
    • Hindari menginjak pedal rem secara berlebihan saat berkendara di area kemacetan.
    • Pastikan kondisi baterai dalam keadaan baik agar sistem regeneratif dapat bekerja maksimal.
    • Jangan mengabaikan suara aneh atau getaran saat menginjak pedal rem, karena bisa menjadi tanda adanya masalah pada komponen rem.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Bukan Hanya Skutik, Yamaha Tunjukkan Keunggulan di Jalur Pegunungan

    By adm_imr5 April 20261 Views

    Suzuki Smash 115 Plus 2026, Motor Bebek Irit dengan Jarak Tempuh 70 KM

    By adm_imr5 April 20261 Views

    MPV Kian Sengit, All New Kia Carens Tampil dengan Desain dan Fitur Terbaru

    By adm_imr5 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Ancaman Trump: Hormuz Harus Dibuka, Iran Balas Tantang AS

    5 April 2026

    Bantuan Rp1,4 Juta dari KIP Kuliah 2026, Ini Persyaratan dan Cara Daftar

    5 April 2026

    Kominfo Sumba Timur Kolaborasi dengan Pihak Berwenang Tuntaskan Hoaks dan Kejahatan Siber

    5 April 2026

    DPRD Sidoarjo Minta Kaji Ulang Kebijakan WFH untuk ASN, Rafi Usulkan Perbaikan Transportasi Umum

    5 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?