Peluang Pasar Wisatawan Baru Melalui Bali & Beyond Travel Fair 2026
Dewan Pengurus Daerah (DPD) Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) Bali memiliki strategi jangka panjang untuk menarik perhatian wisatawan baru melalui ajang Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026. Acara ini menjadi momen penting bagi industri pariwisata dan pemerintah dalam menjaga daya saing Bali serta Indonesia di pasar global.
Ketua DPD Asita Bali, I Putu Winastra, menjelaskan bahwa BBTF 2026 bukan hanya sekadar ajang promosi, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah. “Tahun ini, BBTF 2026 menargetkan 400 buyer dari 47 negara dan 250 seller. Angka tersebut menunjukkan kepercayaan pasar global terhadap Indonesia tetap kuat,” ujarnya.
Asita berharap partisipasi dari buyer dan seller akan meningkat, dengan jumlah final partisipan yang akan diumumkan pada tahap berikutnya. Fokus pasar akan diarahkan pada Eropa Barat, Australia, Asia Timur, Asia Tenggara, serta pasar emerging seperti Timur Tengah dan India. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk memperluas penetrasi ke pasar-pasar dengan potensi high-spending dan minat pada experiential tourism.
Kesiapan Destinasi untuk Menjawab Ekspektasi Wisatawan
Winastra menekankan bahwa pertumbuhan keberlanjutan tidak hanya ditentukan oleh angka transaksi, tetapi juga oleh kesiapan destinasi dalam menjawab ekspektasi wisatawan yang semakin kritis. Isu kebersihan, tata kelola, kemacetan, serta komitmen terhadap keberlanjutan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar.
“Tanpa kolaborasi dan bukti nyata di lapangan dalam penanggulangan cepat masalah sampah dan kemacetan, kita berisiko kehilangan kepercayaan pasar. BBTF bukan sekadar ajang transaksi bisnis, tetapi cermin kesiapan destinasi. Dunia melihat bagaimana Bali mengelola dirinya,” tambahnya.
Kolaborasi Antar Pihak untuk Perbaikan Sistemik
Untuk mencapai perbaikan yang sistemik dan konsisten, Bali perlu berbenah secara terkoordinasi dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Bali, seluruh bupati dan walikota se-Bali, serta seluruh jajaran perangkat daerah dan pelaku industri. Komitmen bersama diperlukan agar perbaikan tidak bersifat sporadis.
Meski optimisme tetap ada karena Bali memiliki kekuatan budaya, reputasi global, serta jejaring industri yang solid, optimisme tersebut harus dibuktikan melalui tindakan nyata. Dengan demikian, Bali dapat mempertahankan posisinya sebagai destinasi utama yang diminati oleh wisatawan internasional.
Keunggulan Bali & Beyond Travel Fair
Keunggulan BBTF dibandingkan partisipasi pada trade show internasional lainnya adalah kesempatan bagi buyers untuk mengalami langsung destinasi melalui rangkaian familiarization trip dan post-event tours. Para buyers tidak hanya melakukan pertemuan bisnis, tetapi juga melihat langsung kualitas produk, destinasi, dan kesiapan layanan di lapangan.
“Mereka bertemu dengan ekosistem sellers secara menyeluruh, dari DMC, hotel, atraksi, hingga produk wisata berbasis budaya dan gastronomi. Model ini memperkuat kredibilitas transaksi dan menjaga posisi Bali sebagai leading tourism hub di Indonesia sekaligus gerbang promosi destinasi beyond Bali,” kata Winastra.







