Kemenangan Arema FC Atas Persis Solo dan Upaya Mencegah Konsumsi Miras
Arema FC berhasil memutus rekor tak terkalahkan Persis Solo dengan kemenangan 2-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Hasil ini mendapat apresiasi dari pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, yang menilai Singo Edan layak berada di lima besar klasemen. Namun, kemenangan ini juga diiringi tindakan tegas dari pihak kepolisian yang menyita 33 botol minuman keras dari 54 suporter di Ring 4 sekitar stadion.
Milo: Arema FC Layak Berada di Lima Besar
Pertandingan antara Arema FC melawan Persis Solo pada Sabtu (18/4/2026) berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk tim tuan rumah. Kekalahan ini mengakhiri rekor tak terkalahkan Persis Solo dalam delapan laga beruntun. Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, menyebut pertandingan ini sebagai salah satu penampilan terburuk timnya sepanjang musim.
Milo mengakui bahwa ia sudah memprediksi pertandingan tidak akan mudah karena Arema FC adalah tim kuat. Ia juga menyampaikan kekecewaannya terhadap performa anak asuhnya yang jauh dari harapan. Menurutnya, banyak kesalahan elementer yang dilakukan oleh pemain Persis Solo dimanfaatkan dengan baik oleh Arema FC.
“Kami sudah tahu mereka akan memanfaatkan kesalahan, dan kami membuat dua kesalahan, bahkan mungkin lebih,” ujar Milo. Ia juga menilai bahwa Singo Edan layak meraih kemenangan dalam pertandingan tersebut dan seharusnya berada di lima besar klasemen.
Penyitaan 33 Botol Miras di Ring 4
Di sisi lain, laga ini tercoreng karena adanya penyitaan 33 botol minuman keras dari 54 suporter di Ring 4 sekitar Stadion Kanjuruhan. Pemeriksaan dilakukan sebagai upaya menjaga kondusivitas dan keamanan selama pertandingan berlangsung.
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, menjelaskan bahwa pengamanan tambahan dilakukan di beberapa titik strategis, termasuk di ring empat sekitar stadion. Dari 54 penonton yang diperiksa, 27 di antaranya berasal dari wilayah Kabupaten Malang, 19 dari Kota Malang, 4 dari Kota Batu, 2 dari Kabupaten Kediri, dan 2 dari Kabupaten Blitar.
Barang bukti beserta 54 suporter telah diamankan di Polres Malang. Tindakan selanjutnya seperti pembinaan lebih lanjut akan dibahas dengan Presidium Aremania. Taat juga menyatakan bahwa skema pengamanan ini akan terus dilakukan di pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Edukasi Budaya “Mbois” Tanpa Miras
Perwakilan Manajemen Arema FC, Munif Wakid, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengimbau seluruh suporter agar tidak mengkonsumsi miras di area stadion dan sekitarnya. Ia menekankan pentingnya menciptakan kebiasaan baru di mana nonton sepak bola tanpa alkohol itu lebih keren.
“Kita harus menciptakan habit (kebiasaan) baru, yang nonton bal-balan enggak mabuk iku yo mbois sebenarnya,” kata Munif. Ia juga menyebutkan bahwa pihak manajemen telah melakukan edukasi melalui media sosial dan di stadion dengan menyebar flyer yang menyatakan larangan membawa miras.
Munif mendukung pihak pengamanan untuk memperluas pemeriksaan di ring tiga dan ring empat guna menjaga kondusivitas selama pertandingan. Tujuan utamanya adalah menjadikan sepak bola sebagai ajang yang aman, nyaman, dan tertib.







