SUV Listrik China yang Mulai Menarik Perhatian Pasar Global
Pada tahun 2026, dua kendaraan sport utility vehicle (SUV) listrik asal Tiongkok, yaitu Deepal S07 dan BYD Sealion 7, mulai menunjukkan kehadirannya di pasar global hingga Asia Tenggara. Kedua model ini hadir dalam segmen menengah dengan membawa teknologi terbaru, performa tinggi, dan jarak tempuh yang kompetitif. Mereka menjadi bagian dari pergeseran tren industri otomotif yang semakin mengarah pada penggunaan energi listrik.
Deepal S07 dikembangkan oleh Changan melalui lini Deepal, sementara Sealion 7 merupakan bagian dari strategi ekspansi agresif BYD di pasar kendaraan listrik. Persaingan antara kedua merek ini mencerminkan betapa seriusnya produsen otomotif Tiongkok dalam menantang dominasi merek global di dunia.
Teknologi yang Mengintegrasikan Inovasi Terkini
Deepal S07 mengandalkan platform EPA1 yang dikembangkan bersama Huawei dan CATL. Fokus utamanya adalah pada integrasi teknologi pintar, termasuk sistem bantuan berkendara dan infotainment berbasis ekosistem Huawei. Hal ini memberikan pengalaman berkendara yang lebih modern dan terhubung secara digital.
Di sisi lain, BYD Sealion 7 hadir dengan platform e-Platform 3.0 Evo yang menitikberatkan efisiensi dan performa. SUV ini juga dilengkapi dengan teknologi cell-to-body, yang mengintegrasikan baterai ke struktur kendaraan untuk meningkatkan rigiditas dan efisiensi ruang. Dengan teknologi ini, BYD berusaha memaksimalkan kapasitas baterai sekaligus menjaga kenyamanan pengemudi.
Performa yang Berbeda, Namun Kompetitif
Performa menjadi salah satu pembeda utama antara kedua model ini. Varian tertinggi dari Sealion 7 mampu menghasilkan daya hingga 390 kW dengan torsi 690 Nm. BYD menyatakan bahwa performa ini mencapai level berikutnya dengan daya dan torsi yang sangat besar. Meski demikian, Deepal S07 menawarkan tenaga yang lebih moderat namun tetap kompetitif di kelasnya.
Dalam pengujian media, Deepal S07 disebut mampu menempuh jarak hingga sekitar 560 kilometer dalam sekali pengisian. Ini menunjukkan fokus pada efisiensi penggunaan energi. Sementara itu, Sealion 7 menawarkan opsi baterai yang lebih besar hingga di atas 90 kWh serta kemampuan pengisian cepat berdaya tinggi.
Jarak Tempuh yang Menjadi Aspek Penting
Jarak tempuh menjadi aspek penting lain dalam persaingan ini. Deepal S07 membawa baterai sekitar 80 kWh dengan klaim jarak lebih dari 500 kilometer. Sealion 7 menawarkan opsi baterai yang lebih besar, sehingga memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang membutuhkan jangkauan lebih luas.
Perbedaan pendekatan juga terlihat pada positioning produk. Deepal S07 lebih menonjolkan pengalaman berkendara cerdas berbasis teknologi digital, sedangkan Sealion 7 mengarah pada kombinasi performa tinggi dan efisiensi energi. Keduanya sama-sama memiliki fitur keselamatan dan bantuan berkendara yang masuk kategori advanced driver assistance system (ADAS).
Integrasi Teknologi yang Berbeda
Fitur keselamatan dan bantuan berkendara pada keduanya sudah masuk kategori advanced driver assistance system. Namun, integrasi teknologi Huawei pada Deepal memberi karakter berbeda dibandingkan sistem milik BYD yang dikembangkan secara internal. Hal ini menunjukkan bahwa setiap merek memiliki pendekatan unik dalam merancang pengalaman pengguna.
Persaingan yang Masih Berkembang
Persaingan antara kedua model ini masih akan berkembang seiring ekspansi ke berbagai pasar, termasuk potensi masuk lebih luas ke Asia Tenggara. Hingga awal 2026, belum ada pernyataan resmi dari eksekutif industri yang secara langsung membandingkan kedua model ini dalam satu forum.
Dengan spesifikasi yang terus berkembang, Deepal S07 dan BYD Sealion 7 menjadi representasi kemajuan pesat industri kendaraan listrik Tiongkok yang kini semakin kompetitif di tingkat global.






