Pemkot Surabaya Siap Lelang 80 Kendaraan Dinas untuk Percepat Transisi ke Kendaraan Listrik
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah mempersiapkan lelang sebanyak 80 kendaraan dinas lama yang terdiri dari motor dan mobil bekas. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penghematan energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM).
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa kendaraan yang akan dilelang merupakan unit dengan usia pakai lebih dari tujuh tahun. Proses lelang ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi sekaligus mempercepat peralihan ke kendaraan ramah lingkungan.
“Kami memiliki komitmen untuk melelang 80 unit kendaraan, baik motor maupun mobil, yang belum dilelang sebelumnya,” ujarnya. Ia menargetkan apabila proses lelang berjalan lancar, penggantian kendaraan BBM ke listrik bisa mulai direalisasikan pada Mei 2026.
“Jika lelang berhasil dilakukan secara keseluruhan, maka di bulan Mei kita akan mengganti semua kendaraan dengan mobil listrik. Baik motor maupun mobil, nanti kita menggunakan sistem sewa,” tambahnya.
Untuk memastikan target tersebut tercapai, Pemkot Surabaya bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) guna mempercepat proses lelang kendaraan. Eri menyebutkan bahwa ia telah melakukan kunjungan ke KPKNL untuk meminta dukungan agar proses lelang dapat berjalan lebih cepat.
“Saya kemarin juga ke KPKNL meminta dukungannya untuk dipercepat, hasilnya ada, sehingga kami bisa menggunakan mobil listrik semuanya,” katanya.
Upaya Efisiensi Penggunaan Energi Secara Menyeluruh
Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, lelang kendaraan dinas ini merupakan bagian dari upaya efisiensi penggunaan energi secara menyeluruh. Kendaraan operasional yang telah berusia lebih dari tujuh tahun dievaluasi untuk kemudian dijual melalui lelang.
“Kendaraan yang usianya tujuh tahun itu kami kaji ulang untuk kita lakukan penjualan (lelang). Artinya apa? Di situ kan ada upaya-upaya melakukan penghematan (energi) benar-benar dilakukan secara masif,” jelas Wiwiek.
Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk menghemat anggaran, tetapi juga memberikan peluang bagi para pedagang motor dan mobil bekas di sekitar Jawa Timur. Dengan adanya lelang, kendaraan-kendaraan tersebut dapat digunakan kembali oleh masyarakat umum atau para pengusaha yang tertarik membeli kendaraan bekas.
Peluang Bagi Pedagang Motor dan Mobil Bekas
Info A1 yang disampaikan oleh Pemkot Surabaya menjadi kabar gembira bagi para pedagang motor dan mobil bekas. Dengan adanya 80 kendaraan yang akan dilelang, pasar mobil bekas di wilayah Jawa Timur dapat mengalami peningkatan permintaan.
Selain itu, tren mobil listrik bekas juga mulai menarik perhatian masyarakat. Banyak orang mulai mencari alternatif kendaraan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Hal ini juga didukung oleh data dari IBID yang menunjukkan bahwa mobil listrik bekas mulai laku di balai lelang.
Tren Lelang Mobil Bekas yang Menguntungkan
Beberapa waktu terakhir, lelang mobil bekas semakin diminati karena memberikan harga yang lebih terjangkau dibandingkan mobil baru. Banyak orang memilih membeli mobil bekas karena harganya lebih murah dan masih dalam kondisi layak pakai.
Tidak hanya itu, lelang mobil bekas juga memberikan kesempatan bagi para pembeli untuk mendapatkan kendaraan berkualitas tanpa harus membayar harga yang terlalu mahal. Dengan demikian, lelang menjadi salah satu cara yang efektif untuk memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan bermotor.

Dalam konteks ini, lelang kendaraan dinas Pemkot Surabaya tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah daerah, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi para pedagang motor dan mobil bekas. Dengan adanya 80 kendaraan yang dilelang, pasar mobil bekas di Jawa Timur dapat mengalami pertumbuhan yang signifikan.







