Kemenangan Dramatis Dewa United di Stadion Gelora Bangkalan
Pertandingan antara Madura United dan Dewa United dalam lanjutan Super League 2025/2026 pekan ke-29 berlangsung sangat dramatis. Di babak pertama, Madura United tampil solid dan unggul 1-0 hingga turun minum. Namun, perubahan strategi oleh pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, memengaruhi jalannya laga di babak kedua.
Perubahan Formasi Mengubah Jalannya Laga
Di babak kedua, pelatih Dewa United memasukkan Taisei Marukawa dan Egy Maulana. Keputusan ini membantu tim tamu bangkit dan mencetak dua gol yang sangat penting. Ricky Kambuaya menjadi pahlawan dengan mencetak dua gol pada menit ke-49 dan 52. Gol kedua sempat dianulir karena offside, tetapi setelah melalui review VAR, wasit akhirnya mengesahkan gol tersebut.
Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang rekor tak terkalahkan Dewa United dalam enam laga terakhir, tetapi juga menggagalkan upaya Madura United untuk keluar dari zona degradasi.
Pujian dari Pelatih dan Pemain
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, memberikan pujian khusus terhadap semangat juang lawan yang sempat membuat timnya kesulitan di paruh pertama. Ia mengatakan bahwa babak pertama seharusnya mereka bisa mencetak gol, tetapi gagal. “Madura adalah tim yang punya fighting spirit dan organisasi bagus,” ujar Jan Olde Riekerink setelah pertandingan.
Ia juga menjelaskan bahwa situasi berubah di babak kedua setelah melakukan pergantian pemain. “Babak kedua kami ganti formasi, kami dapat peluang. Khususnya cari kedalaman, dari situ kami kasih liat, kami tidak hanya punya 11 pemain, tapi 28 pemain,” tambahnya.
Bek Dewa United, Nick Kuipers, menyampaikan kebahagiaan yang sama. Ia menilai kemenangan ini menjadi pelipur lara setelah sebelumnya ditahan imbang Persib Bandung. “Kami memulai pertandingan kurang bagus. Butuh sedikit semangat, apalagi 5 menit pertama kebobolan,” ungkapnya.
Analisis Kekalahan Menurut Madura United
Pelatih karteker Madura United, Rakhmat Basuki, mengakui bahwa perubahan sistem lawan di babak kedua menjadi biang kekalahan timnya meski sempat unggul 1-0 di babak pertama. “Babak pertama saya pikir kami bisa mengontrol permainan Dewa seperti apa, karena kami sudah menganalisa cara bermain mereka. Tapi di babak kedua mereka melakukan pergantian pemain dan sistem, dan itu membuat kami kewalahan,” ujar Rakhmat Basuki.
Meskipun sempat memasukkan pemain bertipe menyerang di 20 menit akhir dan mendominasi permainan, Laskar Sape Kerrab gagal mencetak gol penyeimbang. “Sayang sekali kami harus kehilangan poin di kandang. Tapi secara keseluruhan saya memuji spirit dari semua pemain. Mereka tetap tidak mau kalah sampai peluit akhir dibunyikan,” tambahnya.
Pemain Madura United, Gio Numberi, turut mengungkapkan kekecewaannya. “Tentunya ini hasil yang bukan kami inginkan. Tapi semoga dari hasil ini kami bisa belajar lebih baik di pertandingan berikutnya,” ujarnya.
Drama VAR dan Situasi Zona Degradasi
Jalannya babak kedua berlangsung dengan tensi tinggi. Gol kedua Ricky Kambuaya pada menit ke-52 sempat diwarnai drama karena asisten wasit mengangkat bendera tanda offside. Namun, setelah melalui review VAR, wasit Yudi Nurcahya akhirnya mengesahkan gol tersebut.
Madura United terus menggempur pertahanan Dewa United, termasuk peluang emas dari Emerson di menit ke-74 yang masih bisa dihalau kiper Sonny Stevens. Hingga tambahan waktu tujuh menit berakhir, skor 1-2 tetap bertahan.
Hasil ini memutus tren positif dua kemenangan beruntun Madura United sekaligus menunda upaya mereka keluar dari zona degradasi. Saat ini, Madura United tertahan di peringkat 16 dengan 26 poin, selisih satu angka dari Persis Solo di posisi 15.
Dengan lima pertandingan tersisa, peluang keluar dari jurang degradasi masih terbuka lebar jelang laga melawan Semen Padang, Rabu (29/4/2026).
Bagi Dewa United, kemenangan ini melanjutkan tren positif enam laga tak terkalahkan sekaligus membalas kekalahan 0-2 dari Madura United pada putaran pertama.







