Penginapan Jemaah Haji Indonesia di Kota Makkah
Jemaah haji Indonesia akan menempati 177 hotel yang tersebar di lima wilayah kota Makkah, Arab Saudi. Meskipun penginapan tersebut berada di 10 sektor penginapan, jemaah dapat menggunakan bus untuk bermobilitas dengan jarak halte kurang dari 100 meter untuk setiap hotel.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi 2026, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa 177 hotel untuk jemaah haji reguler Indonesia terbagi ke dalam lima wilayah, yaitu Syishah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah. Peta akomodasi ini dibagi menjadi 10 sektor, masing-masing wilayah menaungi berbagai jemaah yang berbasis embarkasi.
Wilayah Syishah, misalnya, memiliki tiga sektor dengan jumlah hotel yang berbeda-beda. Di sektor pertama wilayah Syishah, tersedia 32 hotel yang disiapkan untuk jemaah haji reguler. Kantor sektornya berada di Tayeb Hotel. Jemaah dapat menghafal nomor hotel jika kesulitan mengingat nama hotel dalam Bahasa Arab. Nomor hotel itu menunjukkan sektor, sehingga apabila jemaah tersesat dan melapor kepada petugas haji, jemaah bisa mendapatkan bantuan petunjuk arah menuju hotelnya.
Misalnya, hotel nomor 132 menunjukkan bahwa hotel tersebut berada di wilayah Syishah dengan nomor urut hotel 32. Angka pertama menunjukkan sektor, sedangkan angka kedua dan seterusnya menunjukkan urutan hotel. Hal ini juga berlaku untuk sektor dua wilayah Syishah yang memiliki 22 hotel. Artinya, bila ada jemaah yang nomor hotelnya adalah 222, maka bisa dipastikan bahwa jemaah tersebut akomodasinya berada di wilayah Syishah di sektor dua.
Sementara di sektor tiga ada 19 hotel. “Nah, sektor 3 ini wilayahnya menaungi dua wilayah ya. Ada sebagian Syishah, sebagian Raudhah,” kata Ihsan. Sektor 4 dan 5 juga berada di wilayah Syishah dan Raudhah. Sektor 4 memiliki 23 hotel, sementara sektor 5 ada 18 hotel.
Kemudian sektor 6 di wilayah Jarwal. Di wilayah ini hanya ada satu sektor dengan jumlah hotel sebanyak 13 hotel. Sementara di wilayah Misfalah ada 4 sektor, masing-masing 17 hotel di sektor 7, 13 hotel di sektor 8, serta 19 hotel di sektor 9.
Sedangkan sektor 10 berada di wilayah Aziziyah hanya satu hotel, tapi kapasitasnya sangat besar, lebih dari 21.000 jemaah. “Nah, yang terbesar, dan itu satu sektor, di Aziziyah,” kata Ihsan.
Transportasi Bus Shalawat untuk Jemaah Haji
Para jemaah dan petugas haji mesti memahami peta wilayah akomodasi ini karena erat kaitannya dengan transportasi bus shalawat ke Masjidil Haram yang akan beroperasi 24 jam.
Ihsan mengimbau agar jemaah mengingat rute perjalanan dari dan menuju hotel. Jemaah dapat mengenali nomor bus yang digunakan. “Yang penting jemaah mengingat nomor rute busnya. Itu yang akan mengantarkan kembali ke hotel yang sama,” ucapnya.
Petugas disiagakan di halte dan terminal untuk mengatur arus, serta membantu jemaah. Pengaturan ini mencakup waktu keberangkatan bus, terutama saat jam sibuk ketika jumlah jemaah meningkat signifikan. “Petugas halte akan mengatur pergerakan bus supaya seimbang antara yang berangkat dan yang kembali,” ujarnya.
Dalam kondisi ramai, bus akan langsung diberangkatkan begitu penuh. Namun jika jemaah belum banyak, petugas tetap akan mengatur keberangkatan agar layanan berjalan lancar. Petugas juga memastikan kapasitas bus mempertimbangkan kenyamanan jemaah. Prioritas tempat duduk diberikan pada lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan, sementara jemaah lain dapat berdiri sesuai kapasitas.
“Kalau pun jemaah salah naik atau salah arah, tidak perlu khawatir. Petugas di lapangan akan membantu mengarahkan kembali ke hotel,” ujarnya.








