Kehadiran Mohammad Jumhur Hidayat di Istana Negara
Senyum yang tulus dan penuh harapan terlihat jelas di wajah Mohammad Jumhur Hidayat saat ia keluar dari mobil yang mengantarnya ke parkiran Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 13.52 WIB. Ia tidak datang sendiri, tetapi didampingi oleh istri dan anaknya. Di sampingnya berdiri dua sahabat dekat, yaitu aktivis Syahganda Nainggolan dan Rocky Gerung.
Saat Syahganda berdiri di sisi kanan Jumhur, Rocky Gerung justru sibuk menelepon sambil berjalan menuju arah awak media. “Ngapan Bang?” ujar salah satu wartawan yang mencoba menyapa, tetapi Rocky mengabaikannya. Jumhur kemudian berjalan menuju pintu Istana Negara hingga dicegat oleh puluhan awak media yang menantinya.
Di momen itu, Jumhur menjelaskan alasannya datang ke Istana, menjelang pelantikan sebagai menteri. Ketiga orang ini selama periode Joko Widodo berkuasa (2014-2024) dikenal sebagai pengkritik utama pemerintahan. Bahkan, Jumhur dan Syahganda harus menjadi penghuni sel tahanan akibat tuduhan penyebaran berita bohong Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Keduanya divonis hakim selama 10 bulan pada 2021.
Pada 2023, Jumhur memasuki dunia politik dengan menyambut kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Sebagai ketua umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), ia terpilih menjadi co-captain Amin, pasangan Anies Rasyid Baswedan dan Abdul Muhaimin Iskandar. Meskipun pasangan Amin kalah melawan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Jumhur akhirnya dilantik sebagai menteri oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat pada 27 April 2026.
Tugas dan Agenda Menteri Lingkungan Hidup
Setelah pelantikan, Jumhur menyampaikan beberapa agenda yang akan segera dijalankan. Salah satunya adalah masalah sampah, yang akan secara bertahap mengikuti global standar dan berbagai perjanjian internasional. Ia juga menyatakan optimismenya dalam mengemban tugas sebagai menteri Lingkungan Hidup, terlebih karena Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat terhadap isu lingkungan hidup.
“Semoga dengan dukungan Bapak Presiden yang punya komitmen begitu kuat dalam lingkungan hidup ini, saya yakin dan aparat di Kementerian Lingkungan Hidup akan bisa melaksanakan dengan baik,” katanya.
Selain agenda teknis dan regulasi, Jumhur menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berkampanye demi menjadikan kesadaran lingkungan sebagai bagian dari keseharian hidup.
“Doakan dan bantu saya berkampanye untuk memastikan lingkungan hidup mulai di habit di hati kita, habit of our heart tentang lingkungan hidup. Kalau itu terjadi insya Allah dampaknya akan makin baik ke depan,” tutur Jumhur.
Komitmen untuk Tetap Turun ke Jalan
Sebelumnya, Jumhur menegaskan bahwa ia akan tetap memimpin langsung konvoi puluhan ribu buruh dengan mengendarai sepeda motor dalam peringatan May Day di Monas, Jakarta Pusat pada 1 Mei 2026. Bahkan, ia bersama puluhan ribu buruh akan bersama-sama menuju lokasi Peringatan Hari Buruh yang rencananya dihadiri Presiden.
“Saya sendiri rencana, kan itu hari libur ya, kalaupun saya benar dilantik ini, hari libur saya akan naik motor memimpin yang dari Jakarta, sekitar 40.000 naik motor,” kata Jumhur di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Meski dilantik menjadi menteri, ia menegaskan, komitmennya untuk tetap turun ke jalan. Jumhur menjelaskan aksi damai tersebut sekaligus menjadi sarana untuk merayakan sejumlah kebijakan pemerintah yang berpihak kepada kaum pekerja.
Strategi Prioritas dan Penanganan Sampah
Di sisi lain, sebagai menteri, Jumhur mengaku telah memetakan sejumlah strategi prioritas untuk dibenahi. Persoalan penanganan sampah di berbagai wilayah Indonesia menjadi salah satu fokus utama yang harus segera dituntaskan.
“Menteri LH banyak tugas dan harus kita tuntas kerja keras. Yang paling di depan mata ya soal sampah, terus kita harus keep up juga dengan isu-isu atau kesepakatan internasional secara bertahap,” ujarnya.







