Apa Itu KB?
Keluarga Berencana (KB) adalah suatu metode yang dilakukan untuk menjarangkan kehamilan atau menjaga jarak kelahiran. Tujuan dari KB adalah untuk menurunkan risiko kematian Ibu dan bayi, yang disebabkan karena jarak kelahiran yang terlalu dekat. Di sisi lain, penggunaan KB bukan hanya untuk mencegah kehamilan, tapi juga membantu melindungi tubuh dari risiko Infeksi Menular Seksual (IMS).
Ragam Jenis KB
Sekarang ini sebenarnya ada banyak pilihan alat kontrasepsi yang bisa digunakan. Diantaranya pil KB, suntik KB, implan, IUD, hingga kondom. Tapi tak sedikit Mama dan Papa yang mungkin merasa ragu untuk menggunakan KB. Alasannya pun cukup beragam, mulai dari tingkat keefektifannya dalam mencegah kehamilan, hingga risiko efek samping saat menggunakan KB.
KB hormon adalah jenis KB yang metodenya berhubungan dengan hormon, contohnya KB suntik, pil KB atau patch. Umumnya KB hormon memiliki efek samping ke seluruh tubuh, seperti pusing, mual dan siklus menstruasi yang tidak teratur. Ini bisa terjadi terutama jika Mama menggunakannya secara tidak teratur.
Sementara KB non hormon adalah metode KB yang tidak menggunakan hormon, contohnya IUD dan spiral. KB jenis ini bisa digunakan dalam jangka waktu panjang, bahkan bisa sampai lima tahun Ma. Dimana efek samping dari KB non hormonal ini biasanya berupa rasa nyeri di tempat pemasangan KB, pendarahan, serta siklus menstruasi yang lebih panjang.

Tips Memilih KB yang Aman dan Nyaman
Memilih KB tentu tidak bisa sembarangan. Mama harus menyesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi kesehatan tubuh. Nah, dari sekian banyak jenis KB yang ada, kira-kira bagaimana cara memilih KB yang aman dan nyaman?
Sesuaikan dengan kebutuhan
Dokter Keven menjelaskan kalau tips pertama dalam memilih KB yang aman dan nyaman yaitu menyesuaikan dengan kebutuhan. Jadi pertimbangkan terlebih dahulu, ingin menunda kehamilan dalam jangka waktu berapa lama, hitungan bulan atau tahun. Kalau sudah, pilih KB yang benar-benar sesuai.Sesuaikan dengan kegiatan atau jadwal harian
Dalam memilihi KB yang tepat, penting bagi Mama menyesuaikan dengan kegiatan atau jadwal harian. Misalnya jika kita memiliki aktivitas yang padat setiap harinya, sebaiknya hindari menggunakan pil KB. Sebab pil KB harus diminum secara rutin dalam waktu yang sama. Aktivitas yang terlalu padat bisa menyebabkan Mama lupa minum pil KB. Ini tentu membuat alat kontrasepsi menjadi tidak efektif dan keseimbangan hormon dalam tubuh jadi terganggu.Sesuaikan dengan usia
Saat memilih jenis KB, Mama dan pasangan harus menyesuaikannya dengan usia atau rencana hidup masa depan. Sebagai contoh, bagi pasangan yang berusia 20 – 35 tahun, bisa coba menggunakan KB spiral, KB pil atau KB suntik, dengan tujuan untuk memberikan jarak kelahiran anak. Sementara jika usia sudah lebih dari 35 tahun dan tidak berniat memiliki anak kembali, melakukan sterilisasi mungkin bisa jadi solusinya.Sesuaikan dengan kondisi kesehatan tubuh
Satu hal yang tidak kalah penting dalam memilih jenis KB yaitu, sesuaikan dengan kondisi kesehatan tubuh. Hal ini mengingat beberapa jenis KB memiliki efek samping bagi tubuh kita Ma. Seperti perubahan siklus menstruasi, kenaikan berat badan, sakit kepala, mual, hingga rasa tidak nyaman di tubuh. Apalagi jika Mama baru saja melahirkan dan harus menjalani proses pemulihan.Konsultasikan diri ke dokter
Terakhir yaitu Mama dan Papa sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan saran mengenai jenis KB yang tepat. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan kondisi tubuh dan memberikan rekomendasi jenis KB sesuai dengan kondisi Mama dan Papa.








