Pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan transformasi digital yang semakin pesat. Dalam konteks ini, pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics (STEAM) menjadi penting sebagai fondasi untuk menciptakan talenta yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.
Berdasarkan laporan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2024, diperkirakan kebutuhan akan talenta digital nasional mencapai sekitar 12 juta orang hingga tahun 2030. Namun, masih terdapat kekurangan sekitar 2,7 juta tenaga ahli yang belum terpenuhi. Selain itu, laporan tersebut juga menunjukkan adanya kesenjangan kesiapan digital antarwilayah, di mana sebagian besar masyarakat masih berada pada level dasar dan belum sepenuhnya memenuhi tuntutan industri teknologi.
Momen Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei memberikan kesempatan untuk memperkuat komitmen dalam membangun generasi muda yang unggul. Amartha Financial melalui amartha.org kembali membuka pendaftaran Beasiswa Amartha dengan total kuota sebanyak 335 penerima tahun ini. Program ini bertujuan untuk memperluas akses pengembangan talenta muda di Indonesia.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Amartha dalam mendukung lahirnya generasi muda yang siap berkontribusi di berbagai sektor industri. Aria Widyanto, Chairman of amartha.org, menyatakan bahwa pengalaman lebih dari 16 tahun dalam mendampingi UMKM di perdesaan menunjukkan bahwa tantangan utama bagi talenta muda di daerah bukanlah potensi, tetapi akses dan kesiapan mereka.
Menurutnya, potensi talenta muda di daerah sangat besar, namun perlu didukung dengan akses, eksposur, serta pembekalan yang relevan agar mereka bisa bersaing dan berkontribusi. Amartha berupaya menjembatani potensi tersebut dengan mencetak talenta yang unggul secara akademis, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu menyelesaikan tantangan di lapangan.
Tahun ini, Amartha memperluas kolaborasi dengan lebih banyak universitas serta meningkatkan kuota penerima beasiswa menjadi 85 penerima untuk mahasiswa, serta 250 penerima untuk pelajar sekolah menengah atas. Untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menyiapkan talenta muda dari berbagai daerah, Amartha menghadirkan tiga skema beasiswa, yaitu:
- Beasiswa STEAM dan Beasiswa Frontier, difokuskan bagi mahasiswa di bidang sains dan sektor strategis, khususnya bagi mereka yang telah menempuh minimal semester empat dengan IPK sekurang-kurangnya 3,0 dari sepuluh perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
- Beasiswa Amartha Cendekia, menyasar pelajar kelas XI SMA/SMK atau sederajat, terutama mereka yang memiliki semangat belajar tinggi namun menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Program ini menitikberatkan pada dukungan akademik sekaligus penguatan karakter.
Selama program, penerima beasiswa juga akan mendapatkan pendampingan dari para profesional di bidangnya. Tujuan dari pendampingan ini adalah memastikan talenta muda, khususnya dari daerah, memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat.
Dukungan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenjang. Untuk mahasiswa, penerima Beasiswa STEAM dan Frontier memperoleh bantuan pendidikan hingga Rp22 juta per tahun, biaya hidup, pendanaan proyek sosial, serta akses ke pelatihan dan peluang magang. Sementara itu, untuk jalur Beasiswa Cendekia, terdapat bantuan pendidikan sebesar Rp3 juta per tahun bagi pelajar SMA/SMK sederajat, serta tambahan Rp5 juta bagi penerima yang berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Pendaftaran program beasiswa dilakukan secara online melalui laman resmi www.amartha.org hingga Juni 2026.







